Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 26 April 2026

Stok Masker di Medan, Deliserdang dan Sergai Kosong

Redaksi - Rabu, 04 Maret 2020 13:36 WIB
421 view
Stok Masker di Medan, Deliserdang dan Sergai Kosong
medanmerdeka.com
Ilustrasi
Medan (SIB)
Stok masker di apotek maupun swalayan Kota Medan masih kosong. Hal ini diakibatkan dari wabah virus corona (Covid-19) yang melanda dunia termasuk di Indonesia.

Salah seorang pegawai Apotek Kimia Farma, Jalan Sisingamangaraja XII Medan yang enggan menyebutkan namanya mengatakan stok masker di tempatnya bekerja sudah 1.5 bulan kosong.

"Sudah 1.5 bulan masker tidak ada masuk lagi bang. Kekosongan masker ini saya tidak tahu kenapa," kata perempuan yang berusia berkisar 45 tahun ini kepada SIB, Selasa (3/3).

Sementara, F Gurusinga salah satu warga Medan mengeluhkan sulitnya membeli masker belakangan ini. "Gila benar bang, stok masker pada kosong semua. Saya sudah mencari ke Apotek Kimia Farma, Jalan Sisingamangaraja Medan hingga Indomaret juga kosong," keluhnya.

Terpisah, Ketua Gabungan Perusahaan (GP) Farmasi Sumut T Amin Wijaya membenarkan stok masker masih kosong di Kota Medan dan sekitarnya. Disinggung adanya kenaikan harga masker dijual oleh pihak apotek, ia mengaku hal itu bisa saja terjadi.

"Kemarin pemasaran masker di pasar sudah mulai ada dan konsumen pasti mencari. Sekarang ini kekurangan barang, bisa jadi harga dinaikkan. Karena kasus virus corona sudah masuk ke Indonesia, ya masker kosong kembali," ujarnya.

Disinggung berapa kenaikan harga masker, Amin Wijaya mengaku belum mengetahuinya. "Saya sekarang ini masih berada di Jakarta. Setiba di Medan, saya akan cek harga masker yang dijual oleh apotek," ungkapnya.

Amin Wijaya meminta kepada masyarakat tidak perlu panik, yang penting, seperti imbauan dari Depkes agar selalu mencuci tangan, makan makanan bergizi, dan istirahat yang cukup.

Permintaan masker di apotek semakin tinggi di wilayah Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang juga tinggi. Meski demikian apotek-apotek yang ada di ibukota Kabupaten ini sudah tidak lagi menjual masker.

"Sudah mau dua bulan terakhir ini tidak ada lagi di tempat kita. Sudah kosong barangnya karena pernah ada yang beli sampai 10 box ke kita. Kalau yang datang mau beli ya banyak saja cuma kita jelasin tidak ada," ujar Kaharuddin Anwar, owner Apotek Gemilang di Jalan Sutomo, Lubukpakam, Selasa (3/3).

Ia menyebut masker yang biasa mereka jual adalah yang bermerk Surgi Care. Biasanya untuk se kotak mereka jual dengan harga Rp 25 ribu karena modalnya di bawah Rp 20 ribu. Kaharuddin pun mengaku sudah tidak mengetahui lagi berapa harga masker per kotaknya sekarang ini. Disebut kalau di Medan harganya sudah ratusan ribu rupiah.

"Intel polisi pun tadi barusan tanya juga seperti apa penjualan masker sekarang ini. Tapi karena tidak ada ya kita jelasin saja. Kalau ada yang menimbun ya nanti bisa dihukum juga katanya. Dimana-mana memang kosong sekarang ini," kata Kaharuddin.

Atas kondisi ini Dinas Kesehatan Kabupaten Deliserdang pun meminta agar masyarakat tidak perlu panik. Kadis Kesehatan Deliserdang, dr Ade Budi Krista menghimbau agar masyarakat saat ini rajin-rajin untuk mencuci tangan. Jika di rumah bisa menggunakan sabun untuk di perkantoran bisa untuk menyediakan hand sanitizer. Ia berharap agar masyarakat tidak mudah termakan berita hoax.

"Masker kosong sekarang ini memang sudah nasional, di mana-mana begitu. Makanya kami sudah himbau (virus Corona) covid-19 itu bukan disuruh pakai masker tapi disuruh sering-sering cuci tangan atau pakai hand sanitizer yang merupakan cairan yang bisa langsung kering sendiri. Itu dianjurkan terutama ketika kita habis gunakan fasilitas umum seperti pegang tangga, meja, naik angkot, pegang tombol lift dan lain-lain," kata Ade.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Deliserdang ini menyebut tidak ada yang menyuruh masyarakat harus beli masker. Disebut kasus ini beda seperti kasus wabah erupsi gunung Sinabung. Atas kasus letusan gunung berapi itu memang ada disuruh untuk memakai masker karena bisa menghantam paru-paru. Untuk virus Covid-19 ini bukan seperti itu.

Stok masker di sejumlah apotek di dua kecamatan di Kabupaten Sergai yakni, Seibamban dan Seirampah pada Selasa (3/3) sore juga terlihat kosong. Para pedagang mengaku, kekosongan itu terjadi sudah sejak sebulan yang lalu.

Seperti halnya dikatakan seorang pelayan "Apotek Restu" yang tak ingin namanya disebut. Dia mengaku bahwa sebulan yang lalu di apotek yang terletak di Desa Pon, Kecamatan Seibamban tempatnya bekerja itu masih bisa menyetok 3 box masker.

Waktu itu, kata dia, pengambilan masih Rp50 ribu per box dan dijual kembali seharga Rp80 ribu per box. Namun sekarang harga pengambilannya per box bisa mencapai Rp150 ribu.

"Mau berapa lagi dijual? Kalau dulu, sebelum naik harga, kita jual masker hanya Rp1.000 per pcs. Kita kurang tahu juga apa penyebab melonjaknya harga masker itu. Tapi yang jelas di apotek tak menjual karena harganya mahal kali," katanya.
Hal serupa disampaikan pelayan "Apotek Harapan Jaya" bernama Raza yang terletak di Desa Seirampah. Dia juga mengaku hingga kini masih banyak masyarakat yang menanyakan ketersediaan masker. (M17/T05/T09/c)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru