Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 April 2026

Polrestabes Medan Selidiki Stok Masker di Gudang PT Antarmitra Sembada

* Disperindag Pantau Sembako di Pasar
Redaksi - Kamis, 05 Maret 2020 10:57 WIB
410 view
Polrestabes Medan Selidiki Stok Masker di Gudang PT Antarmitra Sembada
suaramerdeka.com
Ilustrasi
Medan (SIB)
Sensi masker di gudang PT Antarmitra Sembada dipastikan kehabisan stok. Perusahaan tersebut merupakan penyedia masker bermerek Sensi dan merek lain yang berpusat di Jakarta.

Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Maringan Simanjuntak kepada wartawan, Rabu (4/3) siang. Dikatakannya, dari hasil penyelidikan di perusahaan tersebut bahwa stok sensi masker kosong.

"Kita sudah melakukan peyelidikan di PT Antarmitra Sembada di Jalan Bunga Asoka, bahwa stok sensi masker sudah kosong. Kita juga sudah bertemu pejabat di perusahaan itu dan mereka mengatakan tidak ada lagi stok masker," ujarnya.

Lanjut Maringan, pihak perusahaan mengatakan masker merek lain yakni Anyrtime Multi Purpose masih tersedia. Namun merek tersebut tidak dipasarkan ke apotik, tapi dipasarkan ke sejumlah supermarket di Kota Medan.

"Jadi merek Anytime Multi Purpose kurang laku di apotik, makanya dipasarkan ke sejumlah supermarket. Kelangkaan masker sudah terjadi di perusahaan mereka di Jakarta," ungkap Maringan.

Dari hasil keterangan Kepala Cabang PT Antarmitra Sembada sambungnya, stok masker akan tersedia kembali pada April 2020 mendatang. "Pihak perusahaan sudah mengajukan permintaan untuk menyediakan stok masker, tapi sampai saat ini belum juga dikirim ke Medan," pungkasnya.

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut melakukan monitoring atau memantau ketersediaan barang dan kenaikan sembako di sejumlah pasar tradisional di Sumut dampak virus corona yang telah masuk ke Indonesia.
“Saat ini diduga ada spekulan yang melakukan aksi borong, sehingga harga masker di pasar naik dan mahal,” kata Kadis Perindag Sumut Zonny Waldi SSos MSi kepada SIB, Kamis (4/3) melalui pembicaraan telepon.

Dijelaskan, atas aksi spekulan ini, Disperindag kata Zonny Waldi telah turun ke lapangan meninjau produk masker dan bahan makanan yang ada dijual di sejumlah pasar tradisional dan pasar modern. “Hasil pantauan sementara dari bahan kebutuhan pokok belum ada mengalami kenaikan dampak virus corona, yang naik masih harga masker,” kata Kadis tanpa menyebut kapan dan dimana mereka memantau.

Untuk prodak masker di Sumut, ia mengimbau pengusaha produsen masker agar meningkatkan produknya guna memenuhi kebutuhan masker di Sumut. Kementerian Perdagangan telah menginstruksikan seluruh pengusaha masker di Indonesia termasuk di Sumut agar mengurangi kuota ekspor masker demi menekan harga.

Jadi kenaikan masker ini karena banyak orang yang memborong masker. “Kalau produknya ditambah otomatis dengan banyaknya produk maka otomatis harganya menjadi turun,” katanya.

Sedangkan untuk harga kebutuhan pokok, kalau ada kenaikan harga karena kurangnya pasokan, maka Disperindag langsung melakukan impor dari daerah penghasil produk tersebut. “Contohnya produk bawang putih jika produknya berkurang akibat virus corona, maka Disperindag langsung lakukan penjajakan ke India dan Thailand,” pungkasnya. (M16/M12/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru
Rahmat Rayyan Nasution

Rahmat Rayyan Nasution

Medan(harianSIB.com)Anggota Komisi D DPRD Sumut Rahmat Rayyan Nasution, melontarkan kritik keras terhadap kerusakan parah ruas jalan provin