Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 02 April 2026

Indonesia Negara Paling Malas Gerak, Dishub Sumut Dukung United Nations Environment Programme

Danres Saragih - Selasa, 16 Juli 2024 14:59 WIB
477 view
Indonesia Negara Paling Malas Gerak, Dishub Sumut Dukung United Nations Environment Programme
(Foto: Dok/Dishub Sumut)
LOKA KARYA: Kadishub Sumut Agustinus Panjaitan diabadikan saat menghadiri loka karya membahas infrastruktur khusus untuk pejalan kaki dan kampanye kesadaran publik di Jakarta baru-baru ini.
Medan (harianSIB.com)
Masyarakat Indonesia kini semakin jarang berjalan kaki di tengah perkembangan teknologi transportasi. Penelitian Universitas Stanford menunjukkan, masyarakat Indonesia hanya berjalan rata-rata 3.513 langkah per hari, jauh di bawah rata-rata global 5.000 langkah. Itu menjadikan Indonesia negara dengan penduduk paling malas gerak (mager) di dunia, sementara Hong Kong menjadi yang paling aktif dengan 6.880 langkah per hari.

Data Kemenkes RI memperkuat temuan itu menempatkan Indonesia di peringkat pertama sebagai negara dengan penduduk paling malas jalan kaki. Rendahnya aktivitas itu meningkatkan risiko obesitas, dengan Indonesia berada di peringkat ke-17 untuk jumlah penduduk obesitas terbanyak di dunia.

Survei Kemenpora menunjukkan hanya 24 persen masyarakat Indonesia yang bugar, dan partisipasi olahraga hanya 34 persen. Itu menunjukkan gaya hidup aktif masih jauh dari kenyataan bagi kebanyakan orang Indonesia.

Untuk mengatasi masalah itu Dishub Sumut mendukung lokakarya "Empowering Sustainable Mobility" yang diprakarsai Program Lingkungan PBB atau United Nations Environment Programme (UNEP).

Lokakarya itu digelar di Jakarta, baru-baru ini. Acara tersebut terselenggara dengan baik berkat kerja sama dengan Walk21 Foundation, ITDPIndonesia, Kedutaan Besar Belanda dan Konsorsium York UK.

Kadishub Sumut Dr Agustinus Panjaitan MT dan Kadishub Kota BinjaiChairin Simanjuntak turut hadir dalam acara tersebut. Mereka menekankan pentingnya mendorong kebiasaan berjalan kaki dan bersepeda di masyarakat.

"Melalui lokakarya tersebut, kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak malas gerak. Berjalan kaki dan bersepeda bukan hanya baik untuk kesehatan, tetapi juga membantu mengurangi emisi karbon dan membuat kota kita lebih bersih dan ramah lingkungan," ujar Agustinus Panjaitan, kepada wartawan di Medan, Selasa (16/7/2024).

Lokakarya itu juga memperkenalkan proyek percontohan urbanisme taktis di terminal bus Kota Binjai yang bertujuan meningkatkan aksesibilitas dan keselamatan bagi pengguna transportasi umum.

Para peserta lokakarya mengeksplorasi tantangan berjalan kaki di sekitar Jakarta dan membahas berbagai isu seperti infrastruktur, keamanan, aksesibilitas, kebijakan dan kesadaran publik.

Beberapa solusi yang diusulkan dalam lokakarya itu termasuk pengembangan infrastruktur khusus untuk pejalan kaki dan pesepeda, peningkatan langkah-langkah keamanan jalan, perencanaan transportasi terintegrasi, reformasi kebijakan mobilitas aktif serta kampanye kesadaran publik. (**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru