Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 28 September 2026

Viktor Silaen: Program Ketahanan Pangan Jangan Hanya Sekedar "Omon-omon" Atau Cakap-cakap

Firdaus Peranginangin - Kamis, 16 Januari 2025 16:30 WIB
56 view
Viktor Silaen: Program Ketahanan Pangan Jangan Hanya Sekedar "Omon-omon" Atau Cakap-cakap
Foto SNN/Firdaus
Viktor Silaen SE MM.
Medan (harianSIB.com)
Anggota DPRD Sumut Viktor Silain SE MM mengkhawatirkan, program ketahanan pangan yang sedang didengungkan pemerintahan Prabowo Subianto harus disukseskan di daerah, jangan hanya sekedar "omon-omon" alias cakap-cakap, tanpa ada action di lapangan untuk memberhasilkannya.

"Kita semua kagum dengan program ketahanan pangan untuk menjadikan Indonesia swasembada pangan. Tapi faktanya kita lihat, sampai saat ini hanya isapan jempol alias omon-omon, karena tidak didukung dengan berbagai perangkat yang jelas dan memadai," tandas Viktor Silaen kepada wartawan, Kamis (16/1/2025) melalui telepon dari Tapanuli .

Viktor yang mengaku sedang menerima keluhan dari berbagai kelompok tani di Tapanuli, program ketahanan pangan yang didengungkan pemerintahan terkesan abstrak, sebab sampai saat ini tidak ada penambahan lahan pertanian yang disediakan, termasuk alat-alat pertanian, penambahan kuota pupuk maupun anggaran untuk pertanian.

"Bagaimana kita bisa menyukseskan program swasembada pangan, jika anggaran untuk meningkatkan hasil pertanian pun tidak ada, alat-alat pertanian pun masih menggunakan alat tradisional, bukan seperti negara lain yang sudah menggunakan alat pertanian serba modern," tandas Viktor Silaen.

Menurut politisi Partai Golkar ini, seharusnya pemerintah melakukan rekayasa teknologi pertanian dengan menciptakan produk dalam negeri, pemberian benih yang berkualitas kepada petani, menambah tenaga penyuluh pertanian serta pemberian pupuk yang murah, menambah lahan pertanian, guna meningkatkan produksi petani.

"Jika hanya kita tetap mengandalkan pola pertanian ala tradisional seperti selama ini, jangan harap kita bisa menyukseskan program swasembada pangan di seluruh daerah di Indonesia," tandas Viktor sembari mengingatkan pemerintah, jangan jadikan program swasembada pangan hanya slogan untuk mencari simpati masyarakat.

Ditambahkan Viktor, jika pemerintah benar-benar serius menyukseskan program tersebut, seharusnya pemerintah memperbesar Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN ke daerah, menyalurkan bantuan khusus kepada petani serta memperluas lahan-lahan pertanian di setiap kabupaten/kota.

Selain itu, ujar anggota dewan Dapil Tapanuli ini, sekolah-sekolah menengah kejuruan seperti SMK harus lebih spesifik memprogramkan pembuatan alat-alat pertanian produk dalam negeri, agar para petani tidak lagi membeli produk pertanian luar yang harganya juga terlalu mahal.

"Sudah saatnya pemerintah memfokuskan SMK kita menciptakan alat-alat pertanian modern, agar petani kita tidak lagi membeli traktor, mesin babat rumput buatan luar negeri," tandas Viktor sembari menambahkan, Indonesia jangan dulu terlalu bernafsu menciptakan pesawat tempur, sedangkan untuk menciptakan alat pertanian modern saja belum mampu. (*)

Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru