Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

Polda Sumut Bongkar Jaringan Narkoba Internasional dan Bandar Bersenjata

Tumpal Manik - Senin, 24 Februari 2025 16:48 WIB
36 view
Polda Sumut Bongkar Jaringan Narkoba Internasional dan Bandar Bersenjata
(Foto:SNN/Tumpal Manik)
BERI PENJELASAN: Kapolda Sumut memberikan penjelasan terkait pengungkapan narkoba di Mapolda Sumut, Senin (24/2/2025).
Medan (harianSIB.com)
Polda Sumut dan jajarannya berhasil membongkar jaringan narkotika internasional yang menyelundupkan narkoba jenis sabu dan ekstasi dari Malaysia ke berbagai wilayah di Sumatera Utara.

Hal tersebut terungkap saat Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto memberikan penjelasan pada pemaparan pengungkapan narkoba di Mapolda Sumut, Senin (24/2/2025).

"Tidak hanya menangkap para kurir dan pengedar, dalam satu pengungkapan kepolisian juga sempat baku tembak dengan seorang bandar narkoba bersenjata yang diduga menjadi otak dari peredaran narkotika di daerah Asahan," ujarnya.

Sebutnya, dalam pengungkapan yang berlangsung sejak 27 Desember 2024 hingga 23 Februari 2025, Polda Sumut bersama jajaran berhasil mengungkap 25 kasus narkotika, menangkap 37 tersangka, dan menyita 97,08 kg sabu, 38 gram ganja, serta 2.180 butir ekstasi.

Kapolda Sumut menegaskan bahwa pengungkapan ini adalah hasil koordinasi Polda Sumut dengan Polres jajaran yang menyatakan perang terhadap narkoba.

"Kejahatan narkoba adalah kejahatan yang luar biasa, saya nyatakan dengan tegas Polda Sumut dan jajaran perang terhadap Narkoba, dan saya tidak akan ragu-ragu untuk menindak keras para pelaku kejahatan narkoba," tegasnya.

Irjen Pol Whisnu juga menyoroti pelaku kejahatan narkoba yang menggunakan senjata api.

"Bahkan, ada pelaku yang membawa senjata api untuk melindungi bisnis haramnya. Saya berkomitmen, tidak ada tempat untuk narkoba di Polda Sumut ini, Polda Sumut bersama stakeholder dan instansi terkait, sama-sama kita memberantas narkoba," imbuhnya.

Sementara Dir Resnarkoba Polda Sumut Kombes Pol. Yemi Mandagi menyampaikan narkotika yang disita berasal dari beberapa jaringan internasional yang beroperasi dari Malaysia dan masuk ke Indonesia melalui jalur laut dan darat.

"Khusus untuk jaringan internasional semuanya berasal dari Malaysia yang kemudian masuk melalui perairan tanjung Leidong, Perairan Tanjung Balai, perairan Asahan dan sampai ke Batubara, itu yang berhasil kita amankan," terangnya.

Para pelaku menggunakan berbagai modus untuk mengelabui petugas. Ada yang menyembunyikan sabu dalam ransel, menyelundupkan narkotika menggunakan kapal boat ke tengah laut sebelum dipindahkan ke kendaraan darat, hingga membungkusnya dalam paper bag restoran cepat saji.


Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru