Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 27 Februari 2026

Angka Kemiskinan Sumut di Bawah Nasional, Masuk 17 Terendah di Indonesia

Danres Saragih - Jumat, 27 Februari 2026 13:19 WIB
153 view
Angka Kemiskinan Sumut di Bawah Nasional, Masuk 17 Terendah di Indonesia
Foto: harianSIB.com/Danres Saragih
KONPRES: Sekretaris Disnsos Fachrizal Nasution, Ika Hardina Lubis, Kastro Sitanggang diabadikan saat Konpres Penanganan Kemiskinan di Sumut di Lobby Dekranasda Lantai 1 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponengoro Medan, Kamis (26/2/2026).

Medan(harianSIB.com)

Angka kemiskinan Sumatera Utara (Sumut) tercatat berada di bawah rata-rata nasional dan menempati posisi ke-17 terendah di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase kemiskinan Sumut berada pada angka 7,24 persen, lebih rendah dibandingkan angka nasional sebesar 8,25 persen.

"Dibanding dengan jumlah penduduk miskin Indonesia, Sumut masih di bawah nasional yaitu 8,25 persen," kata Kepala Bidang Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut Ika Hardina Lubis pada konferensi pers yang diselenggarakan Dinas Kominfo Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Medan, Kamis (26/2/2026).

Selain itu, dibandingkan dengan provinsi lain, persentase kemiskinan Sumut tergolong rendah. Sumut berada di posisi ke-17 terendah secara nasional. "Kita masuk 17 terendah, tidak masuk 10 besar nasional," kata Hardina.

Pemprov Sumut terus berupaya menurunkan angka tersebut. Melalui organisasi perangkat daerah (OPD), berbagai program pengentasan kemiskinan dijalankan, salah satunya oleh Dinas Sosial Sumut melalui program makro masyarakat produktif.

Baca Juga:
Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengubah persepsi dan meningkatkan pendapatan, baik secara individu maupun kelompok. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 1.360 jiwa telah menerima bantuan dari program tersebut.

Adapun bantuan yang diberikan antara lain bantuan usaha produktif yang menyasar masyarakat Desil 1, 2, 3 dan 4. Jenis bantuan yang disalurkan meliputi peralatan pembuatan kue, peralatan cukur atau pangkas, serta peralatan menjahit.

"Program kedua yaitu kelompok usaha bersama. Program ini berbeda dengan yang pertama, jika yang pertama untuk individu, program kedua ini untuk kelompok, sasarannya juga sama dengan yang pertama, bantuan yang diberikan juga sama," kata Sekretaris Dinas Sosial Fachrizal Nasution.

Lebih lanjut Kastro Sitanggang SST MAP, Fungsional Pekerja Sosial menjelaskan, penerima bantuan program tersebut diajukan oleh kabupaten/kota dengan syarat terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Pada tahun 2026, kedua program tersebut akan berlanjut. Bantuan yang direncanakan meliputi alat pertanian, alat pertukangan bangunan, peralatan menjahit, peralatan doorsmeer, peralatan perbengkelan sepeda motor, peralatan cukur dan pangkas, alat salon wanita, serta peralatan pembuatan kue. (*)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Gejolak Harga Pangan Berpotensi Dorong Kemiskinan Fluktuatif di Sumut
Bobby Nasution Minta Kepala Daerah Dukung Pelaksanaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional
Angka Kemiskinan Sumut Turun
Rupiah Melemah ke 16.800, Harga Emas Rp2,65 Juta/Gram
Ekspor Sumut 2025 Tumbuh 14,78 Persen, Tiongkok Masih Tujuan Utama
Kota Gunungsitoli Alami Inflasi 8,68 % Tertinggi di Sumut, Terendah Karo
komentar
beritaTerbaru