Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Viral di Medsos, Sejumlah OTK Gedor Kos-kosan di Medan Penghuni Kos Ketakutan

Roy Surya D Damanik - Rabu, 11 Maret 2026 19:03 WIB
439 view
Viral di Medsos, Sejumlah OTK Gedor Kos-kosan di Medan Penghuni Kos Ketakutan
Foto Dok/Screenshot
GEDOR PINTU: Sejumlah OTK mendatangi dan menggedor-gedor pintu kos-kosan di Jalan Setia Budi Gang Gereja Karo, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang.

Medan(harianSIB.com)

Viral di media sosial (medsos), sejumlah orang tak dikenal (OTK) mendatangi dan menggedor-gedor pintu kos-kosan di Jalan Setia Budi Gang Gereja Karo, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang.

Kedatangan sekelompok orang itu membuat para penghuni kos-kosan yang berada di dalam kamar menjadi ketakutan, sehingga tidak berani untuk keluar.

Pantauan pada rekaman vidio, Rabu (11/3/2026) sore, teror tersebut terjadi pada, Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 18.41 WIB. Tampak sejumlah orang yang terdiri dari pria dan wanita secara bergantian menggedor-gedor pintu kamar kosan berharap agar pintu dibukakan.

Namun setelah bolak-balik digedor, penghuni di dalam kamar tidak ada yang berani keluar. Akhirnya para OTK itu meninggalkan lokasi.

Baca Juga:
Narasi pada vidio menyebutkan beredar rekaman CCTV dari sebuah kos di kawasan Jalan Setia Budi dekat Universitas Khatolik Santo Thomas (Unika) Medan yang memperlihatkan sekelompok pria dan wanita mendatangi kamar kos sambil mengetuk pintu.

Diduga mereka berusaha membuat penghuni membuka pintu kamar. Informasi yang beredar menyebutkan beberapa penghuni kos telah kehilangan laptop setelah diduga diancam dengan menggunakan senjata tajam.

Hingga kini modus dan identitas kelompok tersebut masih belum diketahui secara pasti. Warga serta penghuni kos di sekitar Jalan Setia Budi Medan diimbau untuk lebih waspada dan tidak sembarangan membuka pintu kepada orang yang tidak dikenal.

Sementara itu Kepala Lingkungan (Kepling) III Kelurahan Tanjung Sari, Julina Adhani Harahap membenarkan ada 7 orang yang terdiri dari dua pria dan lima perempuan yang mendatangi salah satu kos-kosan mengetuk satu persatu pintu kamar tersebut. Akan tetapi aksi kedatangan mereka itu tidak ada tanda-tanda pengancaman terhadap para penghuni indekos itu.

"Untuk kos-kosan itu tidak ada kehilangan dan tak ada pengancaman. Video yang beredar itu memang benar mereka ketok-ketok pintu, dengan alasan mau ngasih sachet abate," kata Julina.

Julina mengatakan bahwa sachet abate atau penyuluhan kesehatan itu sudah dua kali dilakukan sekelompok orang tersebut. Pertama katanya penyuluhan kesehatan. "Namun para penghuni kos-kosan itu tak mau buka pintu. Kedua juga gitu, kayak ngasih-ngasih sachet abate gitulah," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa sachet abate merupakan obat larvasida atau bubuk pembasmi jentik nyamuk untuk mencegah malaria atau demam berdarah.

"Jadi kemungkinan mereka menjualkan sachet abate, namun menjualkan produk tersebut secara segerombolan dan mengetuk pintu rumah. Sehingga para penghuni tersebut menjadi ketakutan," jelasnya.

Lanjutnya, mereka datang mendatangi satu persatu pintu kamar dan menjual obat abate ke para penghuni kos-kosan. Tak hanya itu, berdasarkan dari keterangan mahasiswa, ternyata sekelompok orang bukan hanya sekali saja mendatangi kos-kosan, namun kerap mendatangi setiap kost yang berada di wilayah Jalan Setia Budi.

"Menurut saya sekelompok orang yang menjual obat sachet abate ke rumah warga atau kos-kosan merupakan kegiatan ilegal, bukan dari pemerintahan," pungkasnya.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Polri: Teror Masih Jadi Ancaman Serius Jelang Natal dan Tahun Baru
Perang AS Melawan Teror di 3 Negara Tewaskan 500 Ribu Orang
Menhan: Terorisme Bukan Islam, Kita Harus Berantas
Wiranto: RI Harus Kerja Sama dengan Negara Lain Hadapi Terorisme
Mendagri Minta Seluruh Ormas Lawan Terorisme hingga Narkoba
MK Kukuhkan UU Terorisme karena Sesuai Pancasila
komentar
beritaTerbaru