Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 22 Oktober 2026

Mahasiswa Korps Sukarela PMI Bangun Instalasi Air Bersih di Desa Terdampak Banjir Langkat

Yogi Suwanda - Selasa, 17 Maret 2026 16:24 WIB
665 view
Mahasiswa Korps Sukarela PMI Bangun Instalasi Air Bersih di Desa Terdampak Banjir Langkat
(Foto: Dok/Unimed)
Mahasiswa yang tergabung dalam Korps Sukarela (KSR) PMI Unimed melaksanakan kegiatan pengabdian bertajuk “Mahasiswa Berdampak Bencana 2026” selama sebulan penuh di Desa Pekubuan, Tanjungpura, Langkat.

Langkat(harianSIB.com)

Sebanyak 50 mahasiswa yang tergabung dalam Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Universitas Negeri Medan (Unimed) membangun instalasi pengolahan air bersih atau Water Treatment Plant (WTP) di Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat. Fasilitas ini mampu menghasilkan air siap minum hingga 800 liter per menit untuk membantu warga pascabencana banjir.

Program bertajuk "Mahasiswa Berdampak Bencana 2026" itu dilaksanakan selama sebulan penuh sebagai upaya pemulihan pascabencana banjir yang terjadi pada November 2025. Banjir tersebut merusak fasilitas umum dan mencemari sumber air warga, sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih.

WTP yang dibangun di Masjid Nurul Huda, Dusun VI, menghasilkan air sesuai standar Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2023 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Kehadiran fasilitas ini menjadi solusi atas krisis air bersih yang selama ini dialami warga.

Selain pembangunan infrastruktur, mahasiswa juga menggelar berbagai kegiatan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat. Di antaranya pelatihan pertolongan pertama, perawatan keluarga, tanggap bencana, serta dukungan psikososial bagi warga terdampak.

Baca Juga:
Program ini turut memperkuat peran kelembagaan lokal. Kelompok PKK didorong menjadi pengelola layanan air bersih berbasis komunitas sekaligus agen edukasi kesehatan keluarga. Sementara Karang Taruna dilibatkan dalam operasional distribusi air dan kegiatan sosial di desa.

Mahasiswa tidak hanya sebagai pelaksana, tetapi juga terlibat dalam perancangan, instalasi hingga pendampingan operasional WTP. Mereka juga memberikan pendampingan manajemen organisasi dan tata kelola layanan air bersih agar berjalan transparan dan berkelanjutan.

Kegiatan ini didampingi dosen Unimed, yakni Prof Dr Muhammad Fitri Rahmadana SE MSi, Dr Bisrul Hapis Tambunan ST MT, dan Dodi Pramana SSos MSi, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi.

Kepala Desa Pekubuan mengapresiasi program tersebut. "Kehadiran fasilitas air siap minum ini sangat membantu warga kami dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari," ujarnya, Senin (16/03/2026).

Program ini diharapkan meningkatkan akses air bersih, memperkuat ketahanan sosial masyarakat, serta menjadi model pemulihan pascabencana berbasis pemberdayaan masyarakat di daerah lain. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pemenuhan 160 Jam Kerja Efektif Mahasiswa (JKEM) selama masa pengabdian di desa tersebut.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Rumah Warga di Desa Sambirejo Langkat Terbakar, Wakil Ketua DPRD SU Beri Bantuan
Gelar Silaturahmi dengan Wartawan, Dandim 0203/LKT Bahas Dampak Geopolitik Global Hingga Ketahanan Nasional
DPW Kombat Sumut Buka Puasa Bersama dan Beri Santunan kepada Anak Yatim di Langkat
PT Sri Timur dan Mirabilis Tunggal Tualang Salurkan CSR 2 Ton Beras kepada Warga Langkat
Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Polres Langkat Siap Amankan Mudik Lebaran
DPD Kombat Langkat Bagikan 1.447 Paket Menu Berbuka Puasa kepada Masyarakat Langkat
komentar
beritaTerbaru