Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 30 Mei 2026

Monumen Keadilan Jadi Pengingat, Mahfud MD: Jangan Main-main dengan Keadilan

Leo Bastari Bukit - Jumat, 27 Maret 2026 17:48 WIB
453 view
Monumen Keadilan Jadi Pengingat, Mahfud MD: Jangan Main-main dengan Keadilan
Foto Dok/Indra Juli
PENYERAHAN: Presiden Yayasan Rahmat Indonesia, Tun DR H Rahmat Shah menyerahkan nasi tumpeng kepada Prof DR Mahfud MD SH SU MIP pada silaturahmi HUT ke-15 Monas Keadilan, Kamis (26/3/2026).

Medan(harianSIB.com)

Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD mengapresiasi peran Rahmat Shah dalam momentum peringatan HUT ke-15 Monumen Nasional Keadilan yang digelar di Rahmat International Wildlife Museum & Gallery, Kamis (26/3/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut, Ketua MUI Sumut Maratua Simanjuntak, para ulama.

Tampak juga hadir, Ketua Komisi E DPRD Sumut Subandi, para rektor, konsul jenderal negara sahabat, Ketua Umum DMDI Indonesia Said Aldi Al Idrus, unsur TNI-Polri, hingga berbagai elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Mahfud menegaskan bahwa keadilan merupakan fondasi utama dalam kehidupan bernegara. Ia menyebutkan bahwa tujuan negara tidak akan tercapai tanpa adanya keadilan.

Baca Juga:
"Tujuan negara kita ada empat, yakni menjaga integrasi bangsa, melindungi bangsa dan tumpah darah, memajukan kesejahteraan umum, serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Semua itu hanya bisa dicapai dengan keadilan," ujarnya.

Menurut Mahfud, Monumen Nasional Keadilan menjadi pengingat penting agar seluruh elemen bangsa tidak mengabaikan nilai keadilan. Ia menekankan bahwa keadilan harus dibangun dari perpaduan antara logika hukum dan hati nurani.

"Dengan menggabungkan logika hukum dan hati nurani, keadilan akan benar-benar terwujud. Kita berharap pesan dari monumen ini dapat bergema ke seluruh Indonesia," katanya.

Sementara itu, Rahmat Shah dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menegakkan keadilan melalui yel-yel "Keadilan, Tegakkan!".

Ia menilai, penegakan keadilan tidak dapat dilakukan oleh segelintir orang saja, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat.

"Tidak mungkin hanya beberapa orang yang ingin negara ini adil. Semua harus terpanggil untuk mewujudkannya," ucapnya.

Konjen Kehormatan Turki untuk Pulau Sumatera itu juga mengingatkan bahwa ketidakadilan akan membawa dampak buruk bagi masa depan bangsa.

Sebaliknya, penegakan keadilan, meskipun kecil, akan memberikan dampak besar terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama jika para pemimpin mampu menjadi teladan.

Peringatan HUT ke-15 Monumen Nasional Keadilan diawali dengan ceramah oleh Muzakkir, dilanjutkan dengan pemutaran video sejarah berdirinya monumen tersebut.

Diketahui, peletakan batu pertama dilakukan oleh Bagir Manan pada 3 April 2010, dan diresmikan oleh Irman Gusman pada 19 Maret 2011. Acara kemudian ditutup dengan silaturahmi dan sesi foto bersama. (*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Plt Bupati Labuhanbatu dan Forkopimda Hadiri Milad KAHMI
Peduli Korban Gempa, Forkopimda Sergai Gelar Dzikir dan Galang Dana
Pangdam I/Bukit Barisan Bersilaturahim dengan Forkopimda Binjai
Mahfud Md: Demokrasi Kebablasan Dipakai Jalan untuk Korupsi
Ketua PN Rantauprapat Gelar Malam Perpisahan dengan Forkopimda
Mahfud Md Buka-bukaan soal Calon Pemimpin Jahat
komentar
beritaTerbaru