Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 18 April 2026

Air Danau Toba Menyusut, BMKG Siapkan Modifikasi Cuaca Antisipasi Krisis Air

Redaksi - Sabtu, 11 April 2026 10:06 WIB
396 view
Air Danau Toba Menyusut, BMKG Siapkan Modifikasi Cuaca Antisipasi Krisis Air
Foto: Kompas.com
Air Danau Toba surut

Medan(harianSIB.com)

Ketinggian air Danau Toba terus mengalami penurunan akibat minimnya curah hujan sejak awal tahun 2026. Kondisi ini mulai mengancam ketersediaan air bagi masyarakat, ketahanan pangan, hingga pasokan energi di wilayah Sumatera Utara.

Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Edison Kurniawan, mengungkapkan berdasarkan pemantauan hingga 8 April 2026, elevasi muka air Danau Toba berada di angka sekitar 903,00 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Angka tersebut dinilai sudah berada di bawah ambang ideal, bahkan lebih rendah dari pola operasi periode I April yang berada di level 903,30 mdpl.

"Penurunan ini dipicu oleh rendahnya intensitas curah hujan sejak awal tahun 2026," ujar Edison dalam keterangan resminya, Jumat (10/4/2026), sebagaimana dilansir Kompas.com.

Baca Juga:
Jika kondisi ini terus berlanjut, penurunan muka air dikhawatirkan berdampak pada terganggunya pemenuhan kebutuhan air baku, baik di kawasan Danau Toba maupun Sungai Asahan di Wilayah Sungai Toba Asahan sepanjang tahun ini.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG bersama Perum Jasa Tirta (PJT) I dan PT Inalum akan melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama 25 hari, mulai 9 April 2026.

Direktur Utama PJT I, Gede Santika Dharma, mengatakan April menjadi waktu yang tepat untuk pelaksanaan OMC karena potensi awan hujan masih tersedia, sebelum memasuki puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Mei 2026.

Dalam pelaksanaannya, OMC akan memanfaatkan teknologi penyemaian awan (cloud seeding) menggunakan bahan higroskopis seperti NaCl dan CaO. CaO berfungsi mengarahkan pertumbuhan awan ke daerah tangkapan air, sedangkan NaCl mempercepat proses turunnya hujan.

"Langkah ini bertujuan meningkatkan curah hujan guna menambah cadangan air dan mengatasi defisit air di kawasan tersebut," kata Gede.

Ia menambahkan, OMC merupakan instrumen strategis dalam mitigasi risiko kekeringan sekaligus menjaga keseimbangan neraca air di Danau Toba.

Upaya ini juga penting untuk memastikan keberlanjutan fungsi Danau Toba sebagai penopang ekonomi lokal, termasuk untuk kebutuhan air irigasi, air bersih PDAM, industri, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), serta sektor pariwisata di wilayah tersebut.

Pelaksanaan OMC akan diawasi oleh tim ahli meteorologi, hidrologi, dan lingkungan guna memastikan efektivitas serta meminimalkan potensi risiko bencana. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Samosir Minta PT Aqua Farm Nusantara Kurangi Keramba di Danau Toba
Kadis Pariwisata Sukabumi Puji Keindahan Danau Toba
Luhut Ingin Tak Ada Lagi Keramba di Danau Toba
Bondjol : Sejak Ditetapkan Sebagai Geopark Kaldera, Mafia Tanah Marak di Seputaran Danau Toba
Gereja Pentakosta Sumatera Utara/Pinksterkerk Usul Hapus Pembahasan Sekolah Minggu di UU
Edison Manurung Center Bekerjasama dengan PIK Gelar Perkemahan Pejuang Danau Toba
komentar
beritaTerbaru