Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Universitas Audi Indonesia Gelar Seminar Nasional Bahas Penguatan SDM Terintegrasi

Leo Bastari Bukit - Kamis, 16 April 2026 20:43 WIB
109 view
Universitas Audi Indonesia Gelar Seminar Nasional Bahas Penguatan SDM Terintegrasi
Foto Dok/F Manurung)
SEMINAR: Universitas Audi Indonesia menggelar Seminar Nasional bertema “Penguatan SDM melalui Integrasi Pendidikan, Teknologi, Kesehatan, dan Akuntabilitas Keuangan” secara hybrid di Auditorium kampus, Jalan Bunga Ncole, Medan, Selasa (14/4/20

Medan(harianSIB.com)

Universitas Audi Indonesia menggelar Seminar Nasional bertema "Penguatan SDM melalui Integrasi Pendidikan, Teknologi, Kesehatan, dan Akuntabilitas Keuangan" secara hybrid di Auditorium kampus, Jalan Bunga Ncole, Medan, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri Ketua Yayasan Audi Husada Dr Tulus JT Panjaitan SH MH, Wakil Rektor I Dr Akmaluddin SPd MPd, Wakil Rektor III Dr Hj Fitriani Manurung MPd, Ketua Panitia Hendrikson R Panjaitan SPd MPd, serta para dekan dan sivitas akademika.

Seminar menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ridha Dharmajaya dari Universitas Sumatera Utara, Nur Fadjrih Asyik dari STIE Indonesia Surabaya, serta Siti Mayang Sari dari Universitas Bina Bangsa Getsempena. Sementara keynote speaker disampaikan Dr Rian Mangapul Siafit dan Dominggus Sijauta SE MAk.

Ketua Yayasan Audi Husada Dr Tulus JT Panjaitan, dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

"Integrasi antara pendidikan, teknologi, kesehatan, dan keuangan merupakan fondasi penting dalam menciptakan SDM yang unggul dan adaptif. Kolaborasi lintas sektor kini menjadi kebutuhan mendesak," ujarnya.

Ia berharap seminar ini dapat menjadi ruang bertukar gagasan antara akademisi dan praktisi, serta melahirkan solusi konkret yang berdampak bagi masyarakat dan dunia pendidikan. Selain itu, pihaknya juga berencana mengembangkan kegiatan serupa ke tingkat internasional sebagai bagian dari visi memperluas jejaring global.

Dalam pemaparannya, Ridha Dharmajaya menekankan bahwa penguatan SDM harus dilakukan secara menyeluruh melalui integrasi empat pilar utama, yakni pendidikan, teknologi, kesehatan, dan akuntabilitas keuangan.

Ia menjelaskan, sektor kesehatan saat ini masih menghadapi berbagai tantangan seperti distribusi tenaga kesehatan yang belum merata, beban penyakit ganda, serta dampak disrupsi teknologi. Di samping itu, fenomena brain drain dan burnout tenaga medis turut memengaruhi kualitas layanan.

Menurutnya, integrasi pendidikan dengan praktik pelayanan kesehatan menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan tersebut, termasuk melalui penguatan pendidikan berbasis kompetensi dan kolaborasi lintas profesi.

"Pemanfaatan teknologi seperti telemedicine, rekam medis elektronik, hingga kecerdasan buatan dapat meningkatkan efisiensi layanan, namun perlu diimbangi dengan peningkatan literasi digital dan perlindungan data," jelasnya.

Ia menambahkan, penerapan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada pasien (patient-centered care) serta tata kelola keuangan yang transparan menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem kesehatan yang berkelanjutan.

Melalui integrasi keempat pilar tersebut, diharapkan tercipta SDM yang cerdas, sehat, produktif, dan berintegritas, sekaligus mendorong sistem kesehatan yang adaptif, efisien, dan berkualitas di Indonesia. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru