Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 24 April 2026

Nasib Petani Karo di Ujung Tanduk, Bawang Merah Mulai Membusuk di Ladang

Firdaus Peranginangin - Jumat, 24 April 2026 13:04 WIB
119 view
Nasib Petani Karo di Ujung Tanduk, Bawang Merah Mulai Membusuk di Ladang
Foto harianSIB.com/Firdaus
Membusuk: Akibat masuknya bawang merah ilegal ke Sumut, dengan terpaksa petani membiarkan hasil panen bawang mereka membusuk di ladang, Jumat (24/4/2026) karena biaya angkut ke pasar tidak sebanding dengan harga jual yang sangat rendah.

Medan(harianSIB.com)

Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumut Frans Dante Ginting angkat bicara terkait nasib petani bawang merah di Kabupaten Karo yang kini berada di ambang kebangkrutan alias di ujung tanduk, akibat harga bawang merah "tersungkur" ke titik terendah hanya Rp16.000/Kg. Situsi ini membuat petani tak lagi mampu menutup biaya produksi.

"Kondisi ini memaksa banyak petani membiarkan hasil panen mereka membusuk di lahan. Biaya angkut ke pasar tidak sebanding dengan harga jual yang sangat rendah, sehingga distribusi justru menjadi beban tambahan bagi petani," ujar Frans Dante Ginting kepada wartawan, Jumat (24/4/2026) melalui telepon dari Kabupaten Karo.

Di sisi lain, para pembeli juga enggan datang langsung ke ladang. Mereka memilih menahan diri karena harga yang sangat fluktuatif dan tidak stabil di pasaran, membuat transaksi menjadi penuh risiko.

"Situasi ini diperparah oleh maraknya peredaran bawang merah impor ilegal yang membanjiri pasar lokal dengan harga jauh lebih murah, yakni berkisar Rp13.000 per kilogram. Kondisi tersebut membuat produk petani lokal kalah bersaing," tandas anggota dewan Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat ini.

Baca Juga:
Menurut Frans Dante, fenomena ini bukan hal baru. Para petani sudah berulang kali menyuarakan protes, bahkan melakukan aksi unjuk rasa ke DPRD Sumut, Kantor Gubernur Sumut, hingga ke Polda Sumut agar menindak tegas para mafia bawang merah impor ilegal ini, karena sudah menyengsarakan petani lokal.

"Namun hingga kini, belum terlihat langkah tegas yang mampu menghentikan arus masuk bawang ilegal. Justru sebaliknya, peredarannya disebut semakin masif dan tak terkendali, sehingga bawang merah di Karo sudah mulai membusuk di areal perladangan," tandas Frans Dante.

Berkaitan dengan itu, politisi Partai Golkar Sumut ini mendesak aparat penegak hukum, termasuk Polda Sumut, Satgas Pangan, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan, untuk segera turun tangan melakukan razia besar-besaran.

"Kita sangat berharap, agar para pelaku di balik distribusi bawang ilegal tidak hanya ditindak, tetapi juga diungkap hingga ke akar jaringan mafia yang selama ini bermain di balik layar," tandasnya sembari mengingatkan, jangan biarkan petani berjuang sendiri menghadapi mafia bawang merah, karena mereka juga bagian dari NKRI, jangan dianaktirikan.

Frans yang juga mantan anggota DPRD Karo ini berharap pemerintah benar-benar hadir di tengah krisis ini dan menjadi "warning" bagi para pemangku kepentingan negeri ini, jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya petani yang hancur, tetapi juga ketahanan pangan daerah bisa ikut terancam.(*).

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Marak Politik Uang, Wakil Ketua MPR: Lapangan Demokrasi Kita ˋBecekˊ
KPK Terima Pengembalian Rp8 Miliar dari Suap Anggota DPRD Sumut
Pengurus Garbi Binjai Ngopi Bareng dengan Wakil Ketua DPR RI
Harga Sawit ke Titik Terendah, Petani Minta Genjot Produksi Biodiesel
Nasib di Ujung Tanduk, Merpati Ingin Terbang Lagi
Anggota DPRD Sumut Muhri Fauzi Hafis Minta Drainase Jalan Sukarno-Hatta Binjai Timur Diperbaiki
komentar
beritaTerbaru