Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 24 April 2026

Stok Beras Bulog Sumut Melimpah, Capai Level Tertinggi

Nelly Hutabarat - Jumat, 24 April 2026 13:25 WIB
64 view
Stok Beras Bulog Sumut Melimpah, Capai Level Tertinggi
Foto: kementan
Gudang Bulog

Medan(harianSIB.com)

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menyampaikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) secara nasional saat ini mencapai 5 juta ton. Sementara untuk wilayah Sumatera Utara, stok berasBulog tercatat 63.000 ton dan disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah.

Menurut Budi, tingginya stok beras tersebut menjadi bukti keberhasilan swasembada pangan nasional serta hasil kerja sama berbagai pihak. Dengan cadangan yang kuat, Bulog berperan sebagai stabilisator harga, mengantisipasi kondisi darurat, serta mendukung program bantuan pangan pemerintah. Stok beras juga telah tersebar merata di berbagai wilayah Sumut.

Bulog Sumut terus meningkatkan penyerapan gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram. Hingga saat ini, serapan gabah mencapai 20.820 ton atau naik 15 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar 18.120 ton. Gudang Bulog di sejumlah daerah bahkan telah penuh, sehingga dilakukan penyewaan gudang tambahan di Medan, Pematangsiantar, Asahan, dan daerah lainnya.

Budi menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi gejolak harga pangan global. Menurutnya, stok beras di Indonesia, khususnya Sumatera Utara, dalam kondisi melimpah dan siap digunakan sesuai ketentuan pemerintah melalui program SPHP maupun bantuan pangan.(*)

Baca Juga:

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Polsek Medan Area Amankan Pelaku Pencurian, Sejumlah Barang Bukti Disita
Rupiah Terpuruk dan Perang Picu Krisis, Fiskal Perlu Fokus Kendalikan Kebutuhan Pangan
Polsek Medan Area Ringkus 2 Pelaku Pembobolan Klinik Gigi
Patroli Gabungan 3 Pilar Medan Area–Medan Denai Intensifkan Antisipasi 3C dan Gangguan Kamtibmas
Vakum 10 Tahun, Penataran dan Upgrading Wasit Juri IPSI Medan Kembali Bergulir
DPRD SU Dorong Satgas Pangan dan Disperindag Usut Kelangkaan dan Melonjaknya Harga Minyakita
komentar
beritaTerbaru