Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 09 Mei 2026

Dirut PUD Pasar Medan Dipanggil Kejari, Diklarifikasi Soal Pemutusan Kontrak dan Parkir

Martohap Simarsoit - Kamis, 07 Mei 2026 18:30 WIB
265 view
Dirut PUD Pasar Medan Dipanggil Kejari, Diklarifikasi Soal Pemutusan Kontrak dan Parkir
Foto:Dok
Kantor Kejari Medan

Medan(harianSIB.com)

Direktur Utama (Dirut) PUD Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan, dikabarkan tengah memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, terkait dugaan yang terjadi di perusahaan daerah milik Pemko Medan tersebut.

Menurut informasi yang beredar, Dirut dipanggil untuk dimintai keterangan, pada Rabu kemarin, terkait dugaan kasus masalah pemutusan kontrak karyawan, sewa perparkiran dan dugaan suap atau gratifikasi yang diambil di perusahaan tersebut.

Namun sejauh ini belum diketahui siapa saja yang dipanggil dari pihak PUD Pasar Kota Medan maupun pihak terkait untuk diminta keterangan, serta tahapan penanganan kasus tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan Ridwan Sujana Angsar, SH MH melalui Kasi Intelijen Kejari Medan Valentino, SH MH yang dikonfirmasi wartawan, Kamis (7/5/2026), membenarkan pihak Kejari Medan ada melakukan pemanggilan terhadap Dirut PUD Medan Anggia Ramadhani.

Baca Juga:
Tetapi pemanggilan tersebut adalah untuk klarifikasi, dan bukan atau belum masuk tahap pemeriksaan. Klarifikasi itu dilakukan sehubungan adanya informasi maupun lewat aksi demo ke Kejari Medan, terkait masalah pemutusan kontrak dan sewa perparkiran di PUD Pasar Kota Medan.

"Benar. Tapi kami hanya klarifikasi aja, jadi bukan pemeriksaan," ujar Valentino singkat.

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Polda Sumut Panggil Pria Berinisial FD Terkait Dugaan Suap Bupati Remigo Berutu
KPK Telisik Dirjen Pas Soal Dugaan Suap Lain dari Napi Sukamiskin
Eks Waka PN Medan Diperiksa KPK Kasus Dugaan Suap Hakim Merry Purba
Kepolisian Israel: Netanyahu Seharusnya Didakwa Terkait Dugaan Suap
Presiden Brasil Dituntut atas Dugaan Suap Rp153,4 Miliar
Ketua MPR: Kasus Dugaan Suap Perburuk Kepercayaan Publik ke BPK
komentar
beritaTerbaru