Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 24 September 2026

Hindari Konflik Dengan Manusia, BKSDA Sumut Pemindahkan Tiga Orangutan Ke Habitat TNGL

Arthur Simanjuntak - Jumat, 08 Mei 2026 20:00 WIB
626 view
Hindari Konflik Dengan Manusia, BKSDA Sumut Pemindahkan Tiga Orangutan Ke Habitat TNGL
Foto: Dok BKSDA Sumut
Tim Kesehatan Hewan Saat Memeriksa Kondisi Orangutan Sebelum Dievakuasi

Langkat(harianSIB.com)

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara bersama tim Human Orangutan Conflict Response Unit (HOCRU) Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Center (YOSL-OIC) melaksanakan rescue dan translokasi satu individu orangutan sumatera (Pongo abelii) dari Desa Sei Litur,

Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat, Kamis (6/5/2026).

Sebelumnya, berdasarkan informasi diterima BBKSDA Sumatera Utara dari tim HOCRU YOSL-OIC pada (2/5), menyusul laporan masyarakat Desa Sei Litur terkait keberadaan orangutan yang terisolir di area Kebun Timbang Langsa. Kawasan tersebut termasuk Area Penggunaan Lain (APL), namun masih merupakan habitat alami orangutan.

Minindaklanjuti laporan tersebut, kemudian, tim gabungan dari BBKSDA Sumatera Utara melalui Resor Aras Napal dan HOCRU YOSL-OIC melakukan pengecekan lokasi. Dari hasil pengecekan, ditemukan ada tiga individu orangutan, terdiri dari satu jantan dewasa, satu betina dewasa dan satu anaknya.

Baca Juga:
Lokasi orangutan tersebut berada sekitar 10 km dari kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Melihat komposisi individu yang ditemukan, tim mempertimbangkan adanya potensi risiko interaksi negatif antara manusia dan orangutan, khususnya dari individu jantan dewasa yang memiliki ukuran tubuh lebih besar serta perilaku

dominan. Keberadaan individu tersebut di area aktivitas manusia berpotensi menimbulkan rasa takut, kepanikan, atau reaksi defensif dari masyarakat yang dapat mengancam keselamatan satwa.

Dari kemungkinan resiko itu, tim memutuskan untuk merescue individu jantan terlebih dahulu. Tim segera melakukan persiapan untuk proses evakuasi. Evakuasi dilakukan dengan proses pembiusan dan rescue berhasil dilakukan dengan aman.

Dari hasi pemeriksaan fisik menunjukkan orangutan dalam kondisi sehat, tanpa luka. Berat badan orangutan sekitar 95 kg. Dari kondisi tersebut, tim kemudian merekomendasikan agar orangutan segera ditranslokasi ke habitat alaminya.

BBKSDA Sumatera Utara selanjutnya berkoordinasi dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) untuk penentuan lokasi pelepasliaran.

Berdasarkan hasil koordinasi diputuskan bahwa orangutan tersebut akan dilepasliarkan di lokasi restorasi kerjasama BBTNGL dan YOSL-OIC di Resor Cinta Raja, Kabupaten Langkat. Proses pemindahan menuju titik lokasi pelepasliaran yang cukup menantang karena harus menyeberangi sungai dan orangutan harus diangkut menggunakan rakit.

Jarak antara lokasi evakuasi dan lokasi translokasi sekitar 14 kilometer.

Kegiatan ini merupakan bentuk respon cepat kolaborasi para pihak dalam menangani potensi interaksi negatif antara manusia dan orangutan serta upaya penyelamatan satwa liar dilindungi agar dapat kembali hidup aman di habitat alaminya.(**)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Satgas PKH Tumbangkan Pohon Kelapa Sawit Ilegal
GMKI Komisariat FH USU Berkolaborasi dengan Green Future Foundation Hijaukan Kawasan Danau Toba
Perjuangan BBKSDA Sumut Selamatkan Tuntong Laut, Kura-kura Kritis Penjaga Ekosistem Pesisir Timur
Agincourt Resources Lepasliarkan "Senja" Harimau Sumatra ke Taman Nasional
BBKSDA Lakukan Pulbaket Terkait Penyeludupan Satwa Langka di Tanjungbalai
Setelah Tiga Hari Terdampar, Paus Raksasa di Ngada Kembali ke Laut Lepas
komentar
beritaTerbaru