Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 Juli 2026

Gereja Kristen Jawa dan Rumah Datuk Ong Dibahas dalam Cagar Budaya Deliserdang

Jekson Turnip - Senin, 25 Mei 2026 19:47 WIB
511 view
Gereja Kristen Jawa dan Rumah Datuk Ong Dibahas dalam Cagar Budaya Deliserdang
Foto: harianSIB.com/Jekson Turnip
Wabup Deliserdang, Lom Lom Suwondo menyampaikan kata sambutan pada seminar cagar budaya di Lubukpakam, Senin (25/5/2026).

Lubukpakam(harianSIB.com)

Wakil Bupati Deliserdang, Lom Lom Suwondo SS, menekankan pentingnya menjaga cagar budaya sebagai bagian dari upaya mempertahankan jati diri daerah di tengah derasnya arus pembangunan dan modernisasi.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Seminar Cagar Budaya Kabupaten Deliserdang Tahun 2026, di Aula Cendana Lantai II Kantor Bupati Deliserdang, Senin (25/5/2026).

Seminar yang mengusung tema "Merawat Cagar Budaya, Memperkuat Identitas Bangsa" tersebut, menjadi ruang diskusi ilmiah dan koordinasi lintas sektor dalam merumuskan strategi pelestarian cagar budaya di tengah pesatnya pembangunan modern.

Lom Lom menyampaikan, pelestarian budaya merupakan upaya penting dalam menjaga identitas dan jati diri masyarakat Deli Serdang agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Baca Juga:
"Upaya ini kita lakukan agar generasi muda di Deliserdang tidak melupakan akar sejarah, nilai-nilai tradisi, spiritualisme, kultur budaya, hingga nilai ekonomi yang diwariskan para pendahulu. Pelestarian budaya menjadi bagian penting dalam membangun karakter masyarakat yang sehat, cerdas, religius, dan berkelanjutan," ujarnya.

Ia menegaskan, cagar budaya bukan sekadar bangunan tua atau peninggalan masa lalu, melainkan simbol sejarah, perjuangan, peradaban, identitas dan jati diri masyarakat yang harus dijaga bersama.

Ia juga menegaskan, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang berkomitmen melakukan perlindungan dan pelestarian terhadap situs-situs budaya serta potensi sejarah yang ada melalui berbagai tahapan, mulai dari asesmen, uji kelayakan, pendokumentasian hingga pengumpulan bukti-bukti autentik.

"Melalui seminar ini kita berharap lahir rekomendasi dan masukan dari para akademisi, budayawan, tokoh agama, serta masyarakat sebagai dasar dalam merawat dan melindungi warisan budaya di Deliserdang," katanya.

Lom Lom juga menyampaikan bahwa Deliserdang memiliki banyak potensi budaya dan situs sejarah yang selama ini mulai terlupakan sehingga berpotensi mengalami degradasi nilai budaya dan sejarah.

Beberapa objek yang diduga sebagai cagar budaya yang dibahas dalam seminar tersebut di antaranya Rumah Datuk Ong di Pagar Merbau, Rumah Kedatukan Batang Kuis, Gereja Kristen Jawa Desa Kolam, Klenteng Naga Hijau Pantai Labu, Makam Sultan Deli atau Gocah Pahlawan, hingga Benteng Tanduk Benua.

"Keberadaan situs-situs tersebut menunjukkan sejak dahulu Deli Serdang tumbuh sebagai wilayah yang kaya akan nilai budaya, toleransi, perdagangan, adat istiadat dan kehidupan masyarakat multikultural. Ini merupakan kekuatan besar yang harus diwariskan kepada generasi muda," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Deli Serdang, Yudy Hilmawan, mengatakan, seminar tersebut dilaksanakan sebagai ruang diskusi ilmiah dan koordinasi lintas sektor untuk merumuskan strategi pelestarian cagar budaya sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap objek diduga cagar budaya di wilayah Kabupaten Deliserdang.

Ia menjelaskan, seminar ini bertujuan mengidentifikasi potensi dan tantangan penyelamatan objek diduga cagar budaya, membangun sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas budaya dan masyarakat umum dalam pengawasan cagar budaya, serta merumuskan rekomendasi kebijakan terkait pemanfaatan cagar budaya untuk sektor edukasi dan pariwisata berkelanjutan.

Selain membuka acara, Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo juga turut menjadi narasumber dalam seminar tersebut bersama Prof Dr Suprayitno dan Dr Fikarwin Zuska yang dipandu moderator Dr Edi Sumarno.

Peserta seminar terdiri dari perwakilan OPD, PTPN IV Regional II, para camat, kepala desa, pengelola objek diduga cagar budaya, tokoh adat, masyarakat, serta Tim Ahli dan Tim Pendaftaran Cagar Budaya Kabupaten Deliserdang.(**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Rumah Rp264 Miliar Milik Shahrukh Khan Dijadikan Cagar Budaya
Gubernur DKI Tetapkan Makam Mbah Priok Cagar Budaya
Sambut HUT RI, Ketua PPM Sumut Berharap Bukit Kubu Berastagi Jadi Cagar Budaya Sejarah
Tim Kemenkum HAM Sumut dan DPRD P Siantar Bahas Ranperda PKL dan Ikon Cagar Budaya
Cagar Budaya Gorontalo Rilis Temuan Lukisan Tangan Purba
Situs Cagar Budaya Benteng Putri Hijau di Deliserdang akan Dipugar
komentar
beritaTerbaru