Kejagung Periksa Febrie Adriansyah, Hotman Ungkap Isi 18 Pertanyaan Penyidik
Jakarta(harianSIB.com)Kejaksaan Agung terus melanjutkan proses hukum terhadap mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febr
Medan (harianSIB.com)
Anggota DPRD Sumut Salmon Sumihar Sagala SE menegaskan, 81 tahun lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945 setelah Bung Karno menggalinya, menjadi pertanyaan besar bagi bangsa sekaligus mengajak seluruh elemen bangsa melakukan refleksi mendalam, di tengah berbagai persoalan yang dihadapi Indonesia saat ini.
Ia bahkan mempertanyakan apakah Pancasila masih menjadi "kompas" dalam penyelenggaraan negara atau hanya simbol yang kehilangan makna dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini memiliki makna sangat penting, karena bangsa Indonesia sedang menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks, mulai dari kesenjangan ekonomi, maraknya penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial, ancaman intoleransi, praktik korupsi, hingga melemahnya semangat gotong royong di tengah masyarakat.
"Pertanyaan besar yang harus dijawab bersama, apakah nilai-nilai Pancasila benar-benar sudah dijalankan secara sungguh-sungguh, terutama oleh para penyelenggara negara. Jangan sampai Pancasila hanya menjadi hafalan, tetapi tidak tercermin dalam kebijakan maupun program pembangunan," ujar Salmon, Senin (1/6/2026).
Baca Juga:Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, sila pertama hingga sila kelima seharusnya menjadi dasar dalam setiap pengambilan keputusan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Seperti sila Ketuhanan Yang Maha Esa harus tercermin dalam sikap toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman keyakinan.
Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab harus diwujudkan melalui perlindungan terhadap hak-hak masyarakat dan penegakan hukum yang berkeadilan. Sila Persatuan Indonesia dinilai semakin relevan di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap memicu polarisasi dan perpecahan di masyarakat.
Sedangkan sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan harus terlihat dalam kebijakan yang benar-benar mendengar aspirasi rakyat. Apalagi yang paling dirasakan masyarakat saat ini, sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
"Ketika masih banyak masyarakat yang berjuang menghadapi tekanan ekonomi, kesenjangan pembangunan, serta akses pendidikan dan kesehatan yang belum merata, maka keadilan sosial harus menjadi prioritas utama negara," tegasnya.
Salmon menilai tema nasional Hari Lahir Pancasila tahun 2026, yakni 'Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia', menjadi pengingat bahwa Pancasila tetap relevan sebagai ideologi pemersatu bangsa di tengah berbagai perubahan global dan tantangan zaman.
Menurutnya, bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, budaya dan bahasa membutuhkan Pancasila sebagai bintang penuntun agar tidak terjebak dalam konflik identitas maupun kepentingan kelompok.
"Yang paling penting dan harus digaris-bawahi, Pancasila masih sangat dibutuhkan. Bahkan dalam situasi dunia yang penuh ketidakpastian saat ini, Pancasila penjaga keseimbangan, perekat persatuan dan kompas moral bangsa. Tanpa Pancasila, Indonesia akan mudah terpecah oleh kepentingan sempit yang mengabaikan kepentingan nasional," katanya.
Anggota Komisi B ini juga mengingatkan, tantangan bangsa saat ini bukan hanya persoalan ekonomi dan politik, tetapi juga bagaimana menjaga etika publik, budaya gotong royong, serta rasa kebangsaan di tengah era digital yang serba cepat.
Karena itu, Salmon mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum refleksi nasional memperkuat persatuan, memperjuangkan keadilan sosial dan mengawal penyelenggaraan pemerintahan yang berpihak kepada kepentingan rakyat serta menempatkan Pancasila sebagai pedoman nyata berbangsa dan bernegara, bukan sekadar simbol atau slogan yang hanya diucapkan saat peringatan tahunan.
"Hari ini bukan sekadar mengenang sejarah ketika Bung Karno menggali Pancasila pada 1 Juni 1945. Yang lebih penting memastikan nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup dalam tindakan, kebijakan dan perilaku kita sehari-hari. Di situlah masa depan Indonesia dipertaruhkan," pungkasnya.(*)
Jakarta(harianSIB.com)Kejaksaan Agung terus melanjutkan proses hukum terhadap mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febr
Jakarta(harianSIB.com)Polemik mengenai gelar doktor (S3) pakar telematika Roy Suryo memasuki babak baru. Di tengah proses hukum terkait pole
Medan(harianSIB.com)Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) Muhibuddin SH MH menyampaikan, listrik merupakan kebutuhan pokok a
Jakarta(harianSIB.com)Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan belum ditahannya mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie
Toba(harianSIB.com)Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Toba menyetujui rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pel
Pematangsiantar(harianSIB.com)Vanessa Anggraini, seorang ibu rumah tangga (IRT), akhirnya angkat bicara mengenai dugaan kekerasan dalam ruma
Nias(harianSIB.com)Bupati Nias, Yaatulo Gulo, menghadiri diskusi strategis yang dipimpin Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasutio
Simalungun(harianSIB.com)Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Simalungun Defri C Dama
Miami(harianSIB.com)Bentrok Timnas Prancis kontrak Inggris akan tersaji pada laga perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 di Hard Rock S
Jakarta (harianSIB.com)Pengacara Hotman Paris Hutapea membenarkan telah menerima surat kuasa dari mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khus
Aekkanopan(harianSIB.com)Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) menargetkan tidak ada lagi warga yang mengelola lahan di dalam kawa
Humbahas(harianSIB.com)UPT Puskesmas Matiti memberikan penghargaan kepada dua petugas kesehatan yang dinilai berprestasi dan berdedikasi dal