Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 24 Oktober 2026

BNN Kembali Gerebek Kos-Kosan di Binjai, Empat Penghuni Positif Narkoba dan Temukan Alat Isap Sabu

Muhammad Irsan - Sabtu, 06 Juni 2026 17:54 WIB
941 view
BNN Kembali Gerebek Kos-Kosan di Binjai, Empat Penghuni Positif Narkoba dan Temukan Alat Isap Sabu
FOTO : harianSIB.com/ M Irsan
RAZIA : BNN Kota Binjai bersama unsur TNI, Polri, dan Satpol PP menggelar razia di sejumlah rumah kos di Kota Binjai, Sabtu (6/6/2026).

Binjai(harianSIB.com)

Operasi gabungan yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Binjai bersama unsur TNI, Polri, dan Satpol PP mengungkap dugaan praktik penyalahgunaan narkotika di sejumlah rumah kos, Sabtu (6/6/2026).

Dalam razia yang merupakan bagian dari Operasi Bersinar 2026 tersebut, empat penghuni kos dinyatakan positif narkoba dan petugas menemukan dua alat isap sabu atau bong di salah satu lokasi.

Kepala BNN Kota Binjai, Ucok Ferry, mengatakan operasi ini dilakukan sebagai langkah konkret menekan peredaran dan penyalahgunaan narkotika yang masih menjadi ancaman serius di tengah masyarakat.

"Kami menyasar rumah kos yang berpotensi dijadikan tempat penyalahgunaan narkoba," ujar Ferry.

Baca Juga:
Penggerebekan pertama dilakukan di kawasan Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan. Saat petugas tiba, puluhan penghuni kos yang mayoritas perempuan muda berada di lokasi.

Sejumlah pria juga turut ditemukan berada di dalam area kos, bahkan beberapa di antaranya diketahui berada dalam satu kamar bersama pasangan.

Sebanyak 30 penghuni langsung menjalani tes urine di tempat. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dua orang dinyatakan positif narkoba, yakni seorang perempuan berinisial MS dan seorang pria berinisial PN.

Tak berselang lama, tim gabungan melanjutkan operasi ke sebuah rumah kos di Kelurahan Sumber Karya, Kecamatan Binjai Timur. Meski hanya terdapat dua penghuni saat penggerebekan berlangsung, keduanya juga dinyatakan positif narkoba setelah menjalani tes urine. Mereka masing-masing berinisial DD dan CH.

Temuan yang lebih mengejutkan muncul saat petugas melakukan penyisiran di ditempat kos. Dari lokasi kedua, tim menemukan dua alat isap sabu yang diduga kuat digunakan oleh para penghuni.

"Barang bukti sudah kami amankan dan akan didalami lebih lanjut," kata Ferry.

BNN juga tengah menelusuri informasi yang berkembang di lapangan terkait dugaan bahwa pemilik rumah kos tersebut merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di salah satu kelurahan di Kota Binjai.

Pihak BNN memastikan akan memanggil yang bersangkutan guna memberikan klarifikasi.

Keempat penghuni yang dinyatakan positif narkoba kini diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Mereka akan melalui proses asesmen guna menentukan status dan penanganan yang sesuai, termasuk kemungkinan menjalani rehabilitasi rawat inap.

"Setelah pemeriksaan di seksi pemberantasan, mereka akan mengikuti asesmen rehabilitasi. Kemungkinan besar akan diarahkan untuk menjalani perawatan inap," jelas Ferry.

Hingga kini, petugas masih mendalami jenis narkotika yang digunakan para penghuni, apakah sabu atau inex. Razia tersebut sekaligus menjadi peringatan bahwa rumah kos tidak boleh dijadikan tempat bebas bagi aktivitas penyalahgunaan narkoba.

Ferry menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak semata-mata dilakukan melalui penindakan hukum, tetapi juga melalui deteksi dini serta rehabilitasi bagi pengguna yang memenuhi syarat.

Ia pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan dugaan penyalahgunaan narkoba di lingkungan masing-masing.

"Kami mengajak masyarakat untuk tidak takut melapor apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan narkoba. Peran aktif masyarakat sangat penting untuk menyelamatkan generasi muda dan mewujudkan Kota Binjai yang bersih dari narkoba," tegasnya.

BNN Kota Binjai memastikan operasi serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari komitmen menciptakan lingkungan yang aman, sehat, serta terbebas dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. (*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru