Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 09 Juni 2026

Bekali Calon Jaksa Angkatan 83, Jaksa Agung Apresiasi Kabandiklat Leo Simanjuntak

Martohap Simarsoit - Selasa, 09 Juni 2026 20:43 WIB
158 view
Bekali Calon Jaksa Angkatan 83, Jaksa Agung Apresiasi Kabandiklat Leo Simanjuntak
Foto : dok/puspenkum
Jaksa Agung ST Burhanuddin saat memberikan ceramah di Badan Diklat Kejaksaan RI, Senin (8/6/2026).

Jakarta(harianSIB.com)

Jaksa Agung RI ST Burhanuddin mengatakan, kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk membentuk seorang jaksa yang ideal. Seorang jaksa wajib membentengi diri dengan integritas, nilai adaptif, jiwa korsa, hati nurani, profesionalisme, serta adab dan etika.

Integritas diartikan sebagai kesesuaian antara perkataan, tindakan dan nilai kebenaran, yang menjadi benteng utama dalam menghadapi intervensi maupun tantangan penegakan hukum.

"Keberanian dan integritas institusional inilah yang berhasil menempatkan kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang paling dipercaya oleh masyarakat, terutama dalam menangani perkara-perkara besar yang menyangkut hajat hidup orang banyak," ungkap Jaksa Agung.

Menurut Plh Kapuspenkum Kejagung Mochamad Jeffery dalam siaran persnya, Selasa (9/6/2026), hal itu disampaikan Jaksa Agung dalam ceramah pembekalan kepada peserta Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan LXXXIII (83) Gelombang I Tahun 2026, di Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Baca Juga:
Selain integritas, nilai adaptif sangat diperlukan agar jaksa siap menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, budaya, dan karakter masyarakat di daerah penugasan.

Peserta PPPJ Tahun 2026 kelak akan diberikan penempatan tugas berdasarkan kebutuhan institusi dengan prinsip yang adil, transparan, dan terukur demi membentuk jaksa yang berlandaskan nilai kebangsaan.

Di sisi lain, jiwa korsa dan soliditas harus ditanamkan sebagai semangat persaudaraan, loyalitas, dan kepedulian untuk memperkuat institusi di tengah keberagaman latar belakang.

Namun, Jaksa Agung mengingatkan agar jiwa korsa tidak disalahgunakan untuk membela rekan yang melakukan kesalahan atau pelanggaran.

Jaksa Agung juga berpesan, penegakan hukum juga tidak boleh kehilangan kepekaan hati nurani agar tidak berubah menjadi penegakan kepastian hukum yang kaku dan menjauhi nilai kemanusiaan.

"Keadilan dan hati nurani tidak tertulis di dalam buku atau teks undang-undang, melainkan tertanam di dalam sanubari masing-masing Jaksa," tutur Jaksa Agung.

Seluruh nilai tersebut disempurnakan oleh sikap profesional, di mana Jaksa harus memiliki kemampuan analisis yuridis yang terstruktur, serta pemahaman yang komprehensif terhadap perkembangan regulasi nasional guna meminimalisir kesalahan yang bersifat elementer dalam penanganan perkara.

Memasuki era digital, tantangan nyata seorang jaksa juga hadir dalam kehidupan sosial, termasuk aktivitas di media sosial dan gaya hidup sehari-hari, karena status sebagai Jaksa melekat penuh bahkan saat tidak mengenakan atribut kedinasan.

Jaksa Agung menginstruksikan dengan tegas agar seluruh jajaran menghindari gaya hidup mewah yang berlebihan, komentar provokatif, serta penyebaran informasi yang belum terverifikasi demi menjaga kewibawaan institusi.

"Kecerdasan intelektual yang tinggi akan menjadi percuma jika tidak diiringi dengan adab dan etika yang baik.

Kombinasi antara kecerdasan, adab, dan etika inilah yang akan memastikan proses penegakan hukum mampu menghasilkan kepastian, kemanfaatan, sekaligus keadilan yang dirasakan langsung oleh masyarakat," imbuh Jaksa Agung.

Sebelumnya Jaksa Agung menegaskan, Diklat PPPJ bukan sekadar proses pendidikan biasa, melainkan sebuah gerbang pengabdian sekaligus momentum transformasi krusial bagi para calon jaksa.

Pada kesempatan itu, Jaksa Agung menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kabandiklat) Kejaksaan RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak dan seluruh jajaran atas kerja keras dalam memastikan seluruh rangkaian diklat berjalan lancar.

Menutup arahannya, ia meminta peserta menjadi jaksa yang tidak memilih-milih tempat untuk berjuang, melainkan memilih untuk tetap setia menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab di mana pun mereka ditempatkan. (**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
DPRDSU Apresiasi KPK Tangkap Bupati Pakpak Bharat
Raih Penghargaan, MPR Apresiasi Peran Media untuk Kesatuan Bangsa
Tangkap Bandar Sabu Hampir 1Kg, MUI Sergai Apresiasi Kinerja Polisi
Komisi D DPRD Medan Apresiasi Kinerja Pemko Menertibkan 10 Ruko di Medan Sunggal
Trump Pecat Jaksa Agung Jeff Sessions
Pengguna Jalan Apresiasi Muspika Pancurbatu Pasang Rambu Jalan Alternatif Medan-Karo
komentar
beritaTerbaru