Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 23 Agustus 2026

Kritik Kebijakan Pemerintah Pusat, Mahasiswa dan Pemuda Gelar Aksi di Tugu Pahlawan Binjai

Muhammad Irsan - Rabu, 17 Juni 2026 19:01 WIB
534 view
Kritik Kebijakan Pemerintah Pusat, Mahasiswa dan Pemuda Gelar Aksi di Tugu Pahlawan Binjai
Foto : harianSIB.com/M Irsan
UNJUKRASA: Puluhan massa yang tergabung dalam Kelompok Mahasiswa dan Pemuda Kota Binjai menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Tugu Binjai, Rabu (17/6/2026) sore.

Binjai(harianSIB.com)

Puluhan massa yang tergabung dalam Kelompok Mahasiswa dan Pemuda Kota Binjai menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Tugu Binjai, Rabu (17/6/2026) sore.

Dalam aksi tersebut, mereka menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah pusat yang dinilai berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat.

Dengan menggunakan pengeras suara serta membawa sejumlah spanduk bertuliskan "Indonesia Bangkrut" dan "Binjai Memanggil", massa menyuarakan berbagai tuntutan terkait persoalan ekonomi, sosial, dan politik nasional.

Dalam orasinya, para peserta aksi menyoroti sejumlah isu, mulai dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, revisi Undang-Undang Polri, hingga persoalan kelistrikan di berbagai daerah, khususnya di Sumatera.

Massa juga mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja PT PLN (Persero) terkait pelayanan kelistrikan yang dinilai masih menyisakan berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Selain itu, para pengunjuk rasa menyampaikan penolakan terhadap sejumlah program pemerintah yang dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam aksi tersebut, mereka juga menyerukan agar masyarakat turut mengawal jalannya pemerintahan dan menyampaikan kritik secara terbuka terhadap kebijakan publik.

Salah seorang orator aksi, M. Dodi Setiawan, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi bangsa saat ini. Menurutnya, berbagai persoalan ekonomi yang terjadi semakin membebani masyarakat.

"Kita sama sama ketahui, mantan Kepala BGN bersama para wakilnya terbukti melakukan korupsi hingga 1 triliun lebih. Apakah ini yang disebut program yang pro rakyat yang malah dijadikan ajang korupsi," ucap Dodi.

Orator lainnya, Windi Tanjung, mengatakan aksi tersebut lahir dari keprihatinan terhadap kondisi ekonomi yang dirasakan masyarakat.

"Kami hadir karena merasakan langsung kesulitan yang dialami rakyat. Aksi ini murni lahir dari keprihatinan kami terhadap kondisi bangsa saat ini," katanya.

Sementara itu, penanggung jawab aksi, Oza Hasibuan, menilai sejumlah program pemerintah perlu dievaluasi agar pelaksanaannya tepat sasaran dan terhindar dari potensi penyimpangan.

Dalam orasinya, ia juga menyinggung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pentingnya pengawasan terhadap program-program pemerintah yang menggunakan anggaran negara.

Massa juga menyoroti berbagai persoalan lain yang dinilai mempengaruhi kehidupan masyarakat, termasuk kenaikan harga BBM dan melemahnya nilai tukar rupiah. Mereka menegaskan bahwa aksi yang dilakukan merupakan bentuk penyampaian aspirasi dalam negara demokrasi.

Selain menyampaikan tuntutan kepada pemerintah pusat, peserta aksi meminta Wali Kota Binjai dan Ketua DPRD Kota Binjai hadir untuk mendengarkan langsung aspirasi yang mereka sampaikan.

Aksi berlangsung di bawah pengawalan personel Polres Binjai. Pantauan di lapangan, sejumlah personel kepolisian, termasuk polisi wanita (Polwan), turut mengimbau peserta aksi untuk menjaga ketertiban dan menyampaikan pendapat secara damai. Petugas juga membagikan minuman dan makanan ringan kepada peserta aksi. Hingga kegiatan berakhir, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru