Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 Juli 2026

Antrean Solar Di Mana-mana, Perusahaan Otobus Menjerit Biaya Operasional dan Waktu Tempuh Bertambah

Redaksi - Senin, 13 Juli 2026 17:18 WIB
114 view
Antrean Solar Di Mana-mana, Perusahaan Otobus Menjerit Biaya Operasional dan Waktu Tempuh Bertambah
ANTARA/Riadi Gunawan
Suasana antrean kendaraan truk logistik di jalan lintas timur, Kecamatan Ketapang pada Kamis.

Medan(harianSIB.com)

Antrean panjang kendaraan untuk mengisi solar masih terjadi di sejumlah SPBU di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), termasuk di Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada operasional perusahaan otobus (PO), salah satunya PT Antar Lintas Sumatera (ALS).

Waktu tempuh perjalanan Medan-Jakarta yang biasanya tiga hari kini bertambah menjadi sekitar empat hari akibat sopir harus mengantre solar di berbagai SPBU.

Dikutip dari kompas.com, antrean bus di salah satu SPBU di Medan Amplas mengular hingga hampir 500 meter. Situasi serupa disebut terjadi hampir setiap hari.

Baca Juga:
Perjalanan Medan-Jakarta Bertambah Sehari

Staf Operasional PT ALS, Alwi Matondang, mengatakan antrean solar terjadi hampir di seluruh Jalinsum, mulai dari Lampung hingga Medan.

"Paling cepat 4 jam mengantre. Bahkan sering tidak dapat kita (kehabisan solar). Terpaksa menunggu satu hari lagi," kata Alwi saat ditemui Kompas.com di kantor PT ALS.

Menurut dia, kondisi tersebut telah berlangsung sekitar tiga bulan terakhir dan menyebabkan biaya operasional perusahaan meningkat.

"Makanya kalau dampaknya ke kami yang jelas biaya operasional semakin bertambah, waktu perjalanan bertambah. Itulah yang terjadi saat ini," lanjutnya.

Alwi mengatakan, perjalanan Medan-Jakarta yang sebelumnya dapat ditempuh sekitar tiga hari kini bertambah hingga 24 jam.

"Semua (SPBU) seperti ini kondisinya, pasti antre. Makanya kalau kami dari Jakarta ke Medan sekarang, terjadi penambahan waktu 24 jam perjalanan," sebut Alwi.

Meski biaya operasional meningkat, PT ALS memilih belum menaikkan harga tiket.

Menurut Alwi, keputusan itu diambil agar penumpang tidak semakin terbebani.

"Ya, pandai-pandai kita berhemat. Jadi gini, kalau kita naikkan harga tiket, kan rakyat kecil juga yang tambah berat. Dari Medan ke Jakarta sudah bertambah biaya mereka (makan) satu hari satu malam, kalau kita naikkan lagi tarif kita, tambah terbebani lagi dia. Jadi dua kali terbebani," ujarnya.

Sebelum keberangkatan, pihak perusahaan juga selalu menginformasikan kepada penumpang bahwa perjalanan kemungkinan memakan waktu lebih lama akibat antrean solar. Ia berharap persoalan pasokan solar segera teratasi. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wabup Samosir: Pemeriksaan Biaya Operasional Mobil Damkar Tunggu Laporan Inspektorat
PMI Langkat Cari Biaya Operasional ke Sekolah-sekolah
komentar
beritaTerbaru