Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 18 Juli 2026

DPRD SU Desak Pengawasan Ketat Truk di Jalur Medan-Berastagi, Cegah Tragedi Maut Sibolangit Terulang

Firdaus Peranginangin - Sabtu, 18 Juli 2026 12:37 WIB
130 view
DPRD SU Desak Pengawasan Ketat Truk di Jalur Medan-Berastagi, Cegah Tragedi Maut Sibolangit Terulang
Foto: harianSIB.com/Firdaus
Beginilah kondisi kendaraan akibat tabrakan maut beruntun di Desa Sukamakmur, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Jumat (17/7/2026). Hampir seluruh kendaraan sudah hancur seperti "kerupuk".

Medan(harianSIB.com)

Kalangan DPRD Sumut mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut bersama Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumut untuk segera mengambil langkah tegas dengan merazia rutin atau pengawasan ketat terhadap truk-truk tua atau truk melebihi tonase yang melintas di jalur Medan-Berastagi, guna mencegah terulangnya tragedi tabrakan maut beruntun di Desa Sukamakmur, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Jumat (17/7/2026).

Desakan itu disampaikan anggota DPRD Sumut Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat Frans Dante Ginting dan Salmon Sumihar Sagala, kepada wartawan, Sabtu (18/7/2026), melalui telepon di Medan, menanggapi terjadinya tragedi tabrakan maut beruntun di Sibolangit, akibat truk bermuatan air mineral dari arah Berastag mengalami rem blong.

"Peristiwa kecelakaan beruntun yang menewaskan empat orang di kawasan Jalan Jamin Ginting, Desa Sukamakmur itu harus menjadi peringatan keras bagi seluruh pemangku kepentingan di daerah ini, untuk segera memperketat pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang atau truk-truk tua atau melebihi tonase melintasi jalur Medan-Berastagi," kata Frans Dante.

Ditegaskan Frans Dante yang juga Wakil Ketua Komisi B ini, jalur Medan-Berastagi merupakan salah satu ruas jalan dengan karakteristik tanjakan, turunan tajam dan tikungan yang memiliki tingkat risiko kecelakaan cukup tinggi. Karena itu, setiap kendaraan angkutan barang yang melintas harus benar-benar dipastikan dalam kondisi laik jalan sebelum diizinkan beroperasi.

Baca Juga:
Menurut Wakil Sekretaris Fraksi Golkar ini, pemeriksaan fisik kendaraan harus dilakukan secara berkala dan tidak boleh hanya bersifat administratif. Sistem pengereman, kondisi ban, kemudi, lampu, hingga kelayakan mesin harus menjadi perhatian utama, mengingat kerusakan pada salah satu komponen tersebut dapat berakibat fatal, terutama saat melintasi jalur pegunungan.

Frans Dante dan Salmon Sumihar Sagala juga meminta Dishub Sumut dan Ditlantas Polda Sumut memperketat pengawasan terhadap kendaraan yang membawa muatan melebihi kapasitas atau ODOL (Over Dimension Over Loading).

Ditambahkan Frans Dante, praktik kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih dinilai masih menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kecelakaan lalu lintas, selain mempercepat kerusakan infrastruktur jalan.

"Razia terhadap kendaraan ODOL harus terus dilakukan secara konsisten, bukan hanya sesaat setelah terjadi kecelakaan besar. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dibandingkan kepentingan ekonomi yang mengabaikan aturan," tegas Frans.

Senada dengan itu, Salmon Sumihar Sagala meminta pemerintah dan aparat penegak hukum tidak memberikan toleransi terhadap truk-truk yang sudah berusia tua dan tidak lagi memenuhi standar keselamatan, sebab kendaraan seperti itu sangat berbahaya apabila tetap dipaksakan melintasi jalur Medan-Berastagi yang memiliki medan ekstrem.

Anggota Komisi B ini menilai banyak kendaraan angkutan barang yang secara usia maupun kondisi teknis sudah tidak layak beroperasi, namun masih bebas melintas tanpa pengawasan yang memadai. Karena itu, Dishub Sumut dan Ditlantas Polda Sumut harus lebih tegas dan selektif dalam memberikan izin operasional maupun saat melakukan pemeriksaan di lapangan.

"Kami meminta truk-truk yang sudah tua dan tidak memenuhi standar keselamatan dilarang keras beroperasi di jalur Medan-Berastagi. Jangan menunggu korban kembali berjatuhan baru dilakukan penertiban. Pencegahan harus menjadi langkah utama," ujar Salmon.

Kedua anggota dewan tersebut menilai tragedi kecelakaan beruntun di Sibolangit yang menewaskan empat orang, menyebabkan delapan orang mengalami luka-luka, serta mengakibatkan sedikitnya delapan kendaraan mengalami kerusakan parah, harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan angkutan barang di Sumatera Utara.

Salmon dan Frans Dante berharap Dishub Sumut, Ditlantas Polda Sumut, serta seluruh instansi terkait segera menyusun langkah terpadu melalui inspeksi rutin, razia kendaraan ODOL, pengawasan tonase, pemeriksaan kelaikan kendaraan secara berkala, hingga penertiban terhadap truk-truk tua yang sudah tidak layak jalan.

Dengan pengawasan yang konsisten dan penegakan hukum tanpa kompromi, tandas Frans Dante dan Salmon Sagala, tragedi tabrakan maut secara beruntun seperti yang terjadi di Sibolangit diharapkan tidak kembali merenggut nyawa masyarakat.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Rp 150 Juta Dana Desa Sekip Raib di Parkiran Disdukcapil Deliserdang
UMK Deliserdang Ditetapkan Rp2.938.524
KPU Deliserdang Tambah 44 Anggota PPK Pasca Putusan MK
Pemkab Deliserdang Usul ke Kemen ESDM Penambahan 25.000 Sambungan Gas Elpiji
Kapolres Deliserdang Sebut Permasalahan Lahan Garapan Eks HGU PTPN II Belum Tuntas
LPA Sebut Ada Penurunan Kekerasan Terhadap Anak di Deliserdang
komentar
beritaTerbaru