Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 23 Juli 2026

Ende Holidays Travel Week: WNI ke Luar Negeri Anjlok, Eksplor Destinasi Nusantara

Oki Lenore - Rabu, 22 Juli 2026 20:39 WIB
288 view
Ende Holidays Travel Week: WNI ke Luar Negeri Anjlok, Eksplor Destinasi Nusantara
Foto: harianSIB.com/Oki Lenore
Pembukaan Ende Holidays Travel Week, di Brastagi Supermarket Gatot Subroto, Rabu (22/7/2026).

Medan(harianSIB.com)

Minat warga negara Indonesia (WNI) ke luar negeri (LN) khususnya terkait melancong, tetap tinggi. Tetapi, mempertimbangkan perkembangan global khususnya krisis geopolitik mulai konflik Selat Hormuz yang melambungkan harga bahan bakar minyak (BBM), jumlah WNI ke LN anjlok serta banyak yang wait and see. Pelaku industri wisata dalam negeri menyiasati dengan mengksplor destinasi Nusantara

Hal tersebut diutarakan Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Sumatera Utara (Sumut) Tengku Feria Aznita, usai membuka Ende Holidays Travel Week, di Brastagi Supermarket Gatot Subroto, Rabu (22/7/2026).

"Tetapi sebagai pelaku industri, tidak boleh ikut stagnan. Harus kreatif. Satu di antaranya adalah Ende Holidays Travel Week ini, sebab peluang tetap ada. Misalnya, kelompok milenial, khsusnya Gen-Z tetap ingin memilih berwisata yang sifatnya petualangan. Ada tantangan, mengadu andreanalin," ujarnya.

Perempuan yang disapa Cici itu mengatakan, khusus calon pelancong dari Indonesia, banyak pertimbangannya. Dari sisi global, harga tiket melambung dan dari dalam negeri depresiasi nilai tukar rupiah pun menjadi faktor lainnya.

"Ende Holidays Travel Week juga membuka kemungkinan mendampingi pelancong Nusantara untuk menjelajah Indonesia," tegas perempuan berdarah biru irisan sejumlah Kesultanan Melayu ASEAN tersebut.

"Yang penting, tetap mengedukasi publik. Di sini, Ende Holidays Travel Week, mengadakan edukasi dan pendampingan gratis!" sambungnya.

Tengku Cici memiliki data menurunnya jumlah wisatawan Indonesia ke LN tapi menyarankan wartawan untuk mengambil ke instansi terkait seperti Imigrasi.

"Kondisi anjlok tak hanya di Indonesia. di KLIA itu, biasanya ramai, sekarang berkurang dan cenderung sepi. Artinya, penurunan mobilitas terjadi juga di tempat lain. Malaysia itu kan destinasi tujuan wisata utama ASEAN. Jika di sana sepi, berarti dirasakan juga pelancong di luar Nusantara," tegasnya.

Tentang Ende Holidays Travel Week, Tengku Cici mengatakan, sejumlah travel ikut berkolaborasi dalam kegiatan yang diadakan 20 - 26 Juli yang mengedukasi soal promo paket wisata, diskon spesial dan penawaran untuk paket tur ke Kuala Lumpur, Genting Highlands, Malaka dan destinasi lainnya.

"Saya tegaskan, konsultasi gratis untuk merencanakan liburan impian bersama tim Ende Holidays. Ada voucher belanja dan cashback bank. Kami berterima kasih pada Malaysia Tourism Medan yang mendukung," tegasnya, didampingi Konsul Pelancongan Malaysia di Medan Rosalina binti Abdul Rahim, Konsul Muda Pelancongan di Konsulat Jenderal Malaysia Medan Nor Hasni Saidin, Marketing Manager Tourism Malaysia Medan TW Harsono Pane, Marketing Executive di Tourism Malaysia Medan Natasya Andriani, pelaku perjalanan wisata dari Deliserdang Dina Puti dan Apriwardhani dari Puti Global Holidays Serdang Bedagei.

Tengku Cici mengatakan, untuk melancong apalagi ke LN diperlukan perencanaan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Itulah sebabnya kenapa Ende Holidays Travel Week daidakan. Langkah tersebut diapresiasi publik. Buktinya, tiap hari tetap ada yang ikut dalam edukasi ini. Itulah yang sama maksudkan wait and see tersebut," tutupnya. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru