Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 Juli 2026

Pemprov Sumut dan KKP Percepat Pemulihan Sektor Kelautan Pascabanjir

Danres Saragih - Jumat, 24 Juli 2026 07:00 WIB
365 view
Pemprov Sumut dan KKP Percepat Pemulihan Sektor Kelautan Pascabanjir
Foto: harianSIB.com/Dok Diskominfo Sumut
Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap berfoto bersama jajaran Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan usai pertemuan membahas percepatan pemulihan sektor kelautan dan perikanan pascabanjir di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Kami

Medan(harianSIB.com)

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat sinergi untuk mempercepat pemulihan sektor kelautan dan perikanan di wilayah terdampak banjir. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Komitmen itu mengemuka saat Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap menerima kunjungan jajaran Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Kamis (23/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas percepatan rehabilitasi sektor kelautan dan perikanan pascabencana serta penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar program pemulihan berjalan lebih efektif.

Sulaiman Harahap mengapresiasi dukungan KKP dalam membantu pemulihan di Sumatera Utara. Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan mampu mempercepat bangkitnya aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan.

Baca Juga:
"Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam membantu percepatan pemulihan pascabencana di Sumatera Utara. Sinergi ini diharapkan dapat menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Sulaiman juga menyoroti besarnya potensi sektor kelautan dan perikanan di Kepulauan Nias. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki sumber daya kelautan yang besar dan perlu didukung melalui penyediaan sarana serta prasarana agar mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Kepulauan Nias memiliki potensi kelautan dan perikanan yang luar biasa. Dengan dukungan infrastruktur dan fasilitas yang memadai, potensi tersebut dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya.

Sementara itu, Direktur Prasarana dan Sarana Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Achmad Al-Farisi, mengatakan pihaknya mendapat amanah dari Menteri Kelautan dan Perikanan untuk memastikan bantuan pemulihan disalurkan secara cepat, tepat sasaran, dan akuntabel.

Ia menjelaskan, program rehabilitasi akan dilaksanakan di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, berdasarkan tingkat kerusakan dengan target penyelesaian secara bertahap hingga tahun 2028. KKP juga memastikan program tersebut tidak tumpang tindih dengan pembiayaan yang telah dialokasikan melalui APBN maupun APBD.

"Kami berharap dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam penyediaan data penerima bantuan secara by name by address agar seluruh bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran. Kami juga akan segera berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk mempercepat pelaksanaan program di lapangan," ujar Achmad.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumut Timur Tumanggor, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Sumut Imaida Noor Hasibuan, serta sejumlah pejabat teknis dari KKP dan Dinas Kelautan dan Perikanan Sumut. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Karo Dirangkai Peletakan Batu Pertama Rehabilitasi Masjid Jami
Dinas Kelautan dan Perikanan Sumut Ajak Masyarakat Makan Ikan
Tim Dinas Kelautan dan Perikanan Provsu Ambil Sampel di Sungai Sihaporas
Jokowi Ajak Dunia Hadapi Permasalahan Kelautan Bersama-sama
Bocah Pengidap HIV Terancam Diusir, Pemprov Sumut Kirim Tim ke Samosir
Pengurus PWI Sumut Kunjungi Rumah Rehabilitasi Korban Narkoba Amanjaya Ipoh Malaysia
komentar
beritaTerbaru