Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 Juli 2026

Semen Masih Langka Dan Mahal, Jusuf Ginting : Disperindag ESDM dan APH Cepat Bertindak !

Indah Apriliana dewi Ginting - Senin, 27 Juli 2026 14:50 WIB
276 view
Semen Masih Langka Dan Mahal, Jusuf Ginting : Disperindag ESDM dan APH Cepat Bertindak !
‎Foto/dok/harianSIB/ind
Anggota DPRD komisi IV Sumatera Utara, Jusuf Ginting Suka tegaskan Disperindag dan APH untuk segera melakukan langkah konkrit tuntaskan kelangkaan semen di masyarakat, Medan (27/7/2026).

Medan(harianSIB.com)

‎Sudah berjalan dua bulan, stok material semen di kota Medan dan wilayah sekitarnya dilaporkan masih mengalami kelangkaan dan pembatasan pasokan.

‎Kondisi ini menyebabkan harga jual semakin melonjak tinggi.

‎Tak hanya di kota Medan, sebagian besar wilayah di kota lain Sumatera Utara sampai ke Provinsi Aceh juga terpantau mengalami kelangkaan semen.

Baca Juga:

‎Toko-toko bahan bangunan mengaku kesulitan memperoleh semen karena pihak distributor membatasi pembelian, harga naik dan hanya memberikan jatah sedikit, serta harus menunggu sampai dua Minggu lebih untuk mendapatkannya, alhasil mereka terpaksa ikut menaikkan harga jual ke konsumen.

‎Salah satu pemilik toko bahan bangunan di Wilayah Marelan, Kota Medan, Pak Ali turut mengungkapkan keresahannya atas kekosongan pasokan semen.

‎"Sudah berjalan dua bulan lebih kami sulit mendapatkan semen, pusing juga, karena pelanggan kecewa dan bahkan sampai menuduh kami yang menyembunyikan dan menimbun semen," ungkapnya, Senin (27/7/2026).

‎"Distributor atau gudang hanya memberi informasi ada keterlambatan pengiriman dari pabrik dan saat semen masuk, kami hanya mendapatkan setengah dari jatah biasa yang kami terima, jadi kami pun terpaksa menjatah penjualan pada pelanggan," keluh Pak Ali.

‎Menanggapi polemik kelangkaan semen saat ini, Anggota DPRD Medan Komisi IV, ‎Jusuf Ginting menegaskan agar dinas terkait secepatnya bertindak, jangan bungkam karena ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak.

Baca Juga:

‎"Kami anggota DPRD Medan dan saya pribadi, sangat menyesalkan kondisi ini dan mengimbau dinas terkait, Disperindag untuk mengambil langkah konkrit dan bertanggung jawab memantau kestabilan stok dan harga eceran semen di toko bangunan, kasihan masyarakat yang terpaksa menggantung pekerjaannya sehingga menimbulkan kerugian besar," tegas Jusuf Ginting.

‎Jusuf juga mengimbau pihak Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan menyelidiki dugaan praktik penimbunan semen oleh oknum yang diduga sengaja memanfaatkan situasi kelangkaan untuk meraup keuntungan besar.

‎"APH seharusnya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke distributor atas kelangkaan ini, dan mengawasi praktik monopoli atau penimbunan di tingkat daerah. Masyarakat jangan dibiarkan kebingungan mau ngadu kemana," lanjutnya menambahkan.

‎"Tak hanya masyarakat biasa yang tengah melakukan pembangunan, para kontraktor dan pemborong juga mengeluhkan kesulitan memperoleh semen yang berdampak pada terhambatnya kelanjutan pekerjaan bangunan fisik proyek mereka. ‎Pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) ESDM Sumatera Utara juga harus memperketat pemantauan stok serta mengancam akan menindak tegas pihak yang melakukan penimbunan," pungkasnya.

Baca Juga:

‎Saat ini harga semen di tingkat pengecer dilaporkan naik signifikan, berkisar antara Rp60.000 hingga menembus Rp85.000–Rp95.000 per sak tergantung merek dan lokasi. (**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Semen Langka di Deliserdang, Ketua Gapensi Menduga Ada Permainan
Viktor Silaen Desak Disperindag ESDM Sidak Distributor Semen, Diduga Ada Permainan di Balik Kelangkaan
Ombudsman Sumut Dalami Penyebab Gangguan Distribusi BBM di Medan
DPRD Sumut Desak Satgas Pangan Atasi Kelangkaan dan Lonjakan Harga Semen
Ahli LKPP Tegaskan Tak Boleh Ada Komisi Dalam Pengadaan Smartboard Langkat
Kapolres Langkat Jalin Silaturahmi dengan Pimpinan DPRD Sumut, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
komentar
beritaTerbaru