Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 27 Oktober 2026

Pemprov Sumut Mitigasi Enam Daerah Rawan Bencana

Danres Saragih - Jumat, 04 September 2026 16:46 WIB
475 view
Pemprov Sumut Mitigasi Enam Daerah Rawan Bencana
Foto: harianSIB.com/Danres Saragih
Konferensi Pers terkait kesiapsiagaan bencana di Sumut.

Medan(harianSIB.com)

Pemprov Sumut melakukan mitigasi di enam daerah yang dinilai rawan bencana sepanjang 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko, dampak, serta potensi korban jiwa akibat bencana di wilayah Sumut.

Enam daerah yang menjadi sasaran mitigasi yakni Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kota Tanjungbalai, Kabupaten Samosir, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Kabupaten Toba. Dari enam daerah tersebut, kegiatan mitigasi telah dilaksanakan di Tapteng dan Tanjungbalai.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (Kabid PK), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut Manutur P Naibaho, seusai mengikuti konferensi pers yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut, di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Jumat (4/9/2026).

"Kita latih dan mengajari mereka membuat jalur evakuasi. Tujuannya untuk mendidik masyarakat agar mampu mengevakuasi mandiri, mengenalkan bencana dan menyiapkan diri ke lokasi mana mereka akan dievakuasi," ucapnya.

Baca Juga:
Ia menjelaskan, kegiatan mitigasi yang dilakukan BPBD meliputi pemetaan wilayah dengan membuat peta kawasan rawan bencana, seperti banjir, longsor dan gempa bumi berdasarkan kondisi geografis.

Selain itu, BPBD melakukan sosialisasi dan edukasi melalui penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di daerah rawan bencana. BPBD juga memberikan simulasi dan pelatihan berupa latihan evakuasi mandiri, uji coba alat peringatan dini atau Early Warning System (EWS), serta mendorong penyusunan tata ruang yang peka terhadap risiko bencana.

Sementara itu, Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih menyampaikan bahwa Sumut mengalami 14 jenis kejadian bencana. Berdasarkan data periode 1 Januari hingga 4 September 2026, cuaca ekstrem menjadi bencana yang paling sering terjadi dengan 127 kejadian, disusul tanah longsor 86 kejadian, banjir 73 kejadian, dan kebakaran hutan 47 kejadian.

"Program mitigasi adalah bagaimana cara kita untuk memenage persiapan sebelum terjadinya bencana. BPBD memiliki tiga tahap pekerjaan yakni persiapan, tanggap darurat dan pasca bencana," ujarnya.

Langkah mitigasi pra-bencana dilakukan secara menyeluruh, mulai dari Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada pelajar dan masyarakat hingga penyusunan berbagai dokumen strategis.

"Kami menyusun Kajian Risiko Bencana (KRB), Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), serta Rencana Kontinjensi (Renkon). Renkon karhutla dan gempa bumi sudah berjalan, dan saat ini kami sedang menyiapkan Renkon untuk bencana banjir," kata Tuahta.

BPBD Sumut juga membuka ruang edukasi publik di kantor BPBD bagi organisasi maupun kelompok masyarakat yang ingin mempelajari langkah-langkah evakuasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
SKK Migas - KKKS Wilayah Sumut Sosialisasikan Kegiatan Hulu Migas
Bocah Pengidap HIV Terancam Diusir, Pemprov Sumut Kirim Tim ke Samosir
Pemprov Sumut Menangkan Sengketa Pajak PT Inalum
April 2018, GKPS Tuan Rumah Sidang MPL PGI Wilayah Sumut
Gubsu Tengku Erry Nuradi Dilantik Jadi Ketua MES Wilayah Sumut
Pengamat Minta Pemprov Sumut Konsentrasi Layani Publik
komentar
beritaTerbaru