Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 08 September 2026

Kawasan Bandara Internasional Kualanamu Dirancang Jadi Kawasan Ekonomi dan Pusat Bisnis

Lisbon Situmorang - Senin, 07 September 2026 13:34 WIB
593 view
Kawasan Bandara Internasional Kualanamu Dirancang Jadi Kawasan Ekonomi dan Pusat Bisnis
Foto :harianSIB.com/Lisbon Situmorang
Apron bandara sebagai tempat parkir pesawat, menaikkan dan menurunkan penumpang, bongkar muat kargo, serta pengisian bahan bakar, di Bandara Kualanamu. Foto diabadikan baru-baru ini.

Kualanamu(harianSIB.com)

Kehadiran Bandara Internasional Kualanamu, sebagai salah satu pintu gerbang utama Indonesia bagian barat, fokus pertamanya tetap konektivitas, sebagai penerbangan domestik maupun internasional yang bisa terus berkembang sehingga memberi banyak pilihan perjalanan dari Kualanamu.

Pengembangan Bandara Kualanamu sebagai Hub Networking, memiliki potensi ekonomi yang cukup besar di sekitarnya, sehingga dirancang wilayah sekitarnya menjadi bagian dari sebuah kawasan ekonomi yang lebih hidup dan terintegrasi, hingga menjadi salah satu pusat bisnis.

Hal itu disampaikan Presdir PT Angkasa Pura Aviasi ketika diwawancarai harianSIB.com melalui Manager of Corporate Affairs, Mohamad Hikmat Hidayat, Sabtu (5/9/2026) di Bandara Kualanamu. Harapannya, Kualanamu nantinya tidak hanya menjadi tempat orang datang dan berangkat, tetapi secara bertahap, kami melihat peluang pengembangan aktivitas komersial.

Menurutnya, ketika konektivitas penerbangan bertambah, tentu ada beberapa sektor yang secara otomatis ikut tumbuh, yakni sektor kargo dan logistik, pergudangan, transportasi, hotel, restoran, retail, properti, pariwisata, serta berbagai usaha pendukung lainnya.

Baca Juga:
Selain itu, UMKM juga punya ruang yang besar, karena semakin banyak orang yang datang, bekerja dan beraktivitas di kawasan ini, semakin besar pula kebutuhan terhadap produk dan layanan. Efek ekonominya sebenarnya cukup luas. Bandara bisa menjadi salah satu pemicu munculnya aktivitas-aktivitas ekonomi baru di kawasan sekitarnya.

"Jadi bagi kami, keberadaan Kualanamu harus bisa memberikan manfaat yang lebih luas. Bukan hanya kepada penumpang atau industri penerbangan, tetapi juga kepada masyarakat yang berada di sekitar bandara dan Sumatera Utara secara umum," ungkap M Hikmat.

Menjawab seberapa besar potensi penyerapan tenaga kerja yang dapat tercipta, Hikmat mengatakan hal itu tergantung pada pertumbuhan trafik dan realisasi investasi ke depan. Tetapi secara logika, ketika aktivitas bandara dan kawasan di sekitarnya berkembang, kebutuhan tenaga kerja juga akan meningkat.

Disebutkan, tenaga kerja tersebut bukan hanya yang bekerja langsung di bandara. Ada airline, ground handling, cargo, retail, hotel, transportasi, konstruksi, maintenance, security, catering dan banyak sektor lainnya.

"Tentu kami harapkan, perkembangan tersebut nantinya juga semakin membuka kesempatan bagi masyarakat lokal untuk ikut terlibat dan mendapatkan manfaat ekonomi," ujarnya.

Menjawab target dan ruang lingkup kerjasama dengan pihak India dalam pengelolaan dan pengembangan bandara, dia menjelaskan, kerja sama itu sebenarnya bukan semata-mata mengenai investasi. PT Angkasa Pura Aviasi merupakan perusahaan joint venture antara PT Angkasa Pura Indonesia dengan GMR Airports Netherlands B.V, yang merupakan bagian dari GMR Airports.

Menurutnya, ada beberapa hal yang menjadi perhatian dalam kemitraan itu, salah satunya bagaimana meningkatkan trafik dan konektivitas Kualanamu. Selain itu juga ada sharing expertise atau pertukaran pengalaman dalam pengelolaan bandara, karena GMR memiliki pengalaman mengelola dan mengembangkan sejumlah bandara internasional.

"Tentunya kita ingin mengambil praktik-praktik yang baik dari pengalaman tersebut dan menyesuaikannya dengan kebutuhan Kualanamu. Jadi tujuan akhirnya adalah bagaimana Kualanamu dapat berkembang menjadi bandara yang semakin kompetitif, memiliki pelayanan yang baik dan mempunyai jaringan penerbangan yang lebih luas" jelasnya.

Selama menjalin kerjasama dengan GMR, PT Angkasa Pura Aviasi berhasil menambah beberapa maskapai dan rute penerbangan internasional diantaranya yaitu, Etihad Airways, Salam Air dan Qatar Airways dengan destinasi Kualanamu - Abu Dhabi (vv), Kualanamu - Muscat (vv) dan Kualanamu - Doha.

"Hingga akhir tahun 2026 nanti, ada maskapai internasional dengan rute baru yang siap meramaikan trafik penerbangan di Kualanamu" ungkapnya.

Dari sisi bisnis non aeronautika, peningkatan jumlah tenant tenant branded di terminal penumpang terus berjalan sehingga memanjakan penumpang untuk nyaman berada di Bandara dan menikmati layanan tenant kelas dunia di Kualanamu.

Ekosistem di sekitarnya juga harus tumbuh sehingga orang yang bekerja, berusaha maupun datang ke kawasan Kualanamu mendapatkan fasilitas yang memadai. "Kalau itu bisa terjadi, berarti keberadaan Kualanamu benar-benar memberikan nilai tambah bagi Sumatera Utara," harap M Hikmat. (*)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kadis Pariwisata Sukabumi Puji Keindahan Danau Toba
Gereja Pentakosta Sumatera Utara/Pinksterkerk Usul Hapus Pembahasan Sekolah Minggu di UU
Polisi Periksa Manajemen Restoran Kenanga
Dinas Pariwisata Samosir Gelar Gerakan Sadar Wisata di Tele
Penyelesaian Masalah Transportasi Perlu Melibatkan Seluruh Pemangku Kepentingan
Dinas Pariwisata Pasuruan Apresiasi Kemajuan Pariwisata Samosir
komentar
beritaTerbaru