Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 08 September 2026

Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG Masih Jalani Perawatan di RS Adam Malik

Pemerintah Diminta Berikan Pendampingan hingga Pulih
Leo Bastari Bukit - Selasa, 08 September 2026 19:17 WIB
171 view
Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG Masih Jalani Perawatan di RS Adam Malik
Foto: Ist
FY (duduk di kursi roda) setelah menjalani pemeriksaan medis lanjutan di RSUP H. Adam Malik Medan, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (8/9/2026).

Medan(harianSIB.com)

F (16), siswi SMK di Kabupaten Karo, yang menjadi korban dugaan keracunan massal Program Makan Bergizi Gratis (MBG), masih menjalani pengobatan secara rawat jalan di RS Adam Malik Medan.

F kembali menjalani pemeriksaan medis, Selasa (8/9/2026) pagi. Kunjungan tersebut merupakan yang ketiga kalinya setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan pada 31 Agustus dan 7 September 2026.

Manajer Hukum dan Humas RS Adam Malik Medan, Rosario Dorothy Simanjuntak SSos MIKom mengatakan kondisi F saat ini stabil. "Kami terima pasien inisial F usia 16 tahun, saat ini sedang menjalani proses pengobatan rawat jalan," ujar Rosario.

Menurut Rosario, meski kondisi F stabil, siswi tersebut masih membutuhkan pengobatan rawat jalan dalam jangka waktu yang cukup panjang.

"Pasien saat ini ditangani oleh dokter spesialis gastroanak. Selain itu, untuk pemeriksaan lanjutan pasien juga ditangani dokter spesialis neurologi anak dan dokter spesialis psikiatri," katanya.

Pada kunjungan ketiga tersebut, F juga telah menjalani pemeriksaan Electroencephalography (EEG) di RS Adam Malik. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya gangguan fungsi otak.

Kondisi F mendapat perhatian dari Tokoh Pemuda Karo Leo Bastari Bukit SSos MIKom. Ia meminta pemerintah dan seluruh pihak terkait memastikan para siswa yang terdampak mendapatkan penanganan dan pendampingan hingga benar-benar pulih.

Leo juga mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di Kabupaten Karo, terutama menyangkut aspek keamanan dan kualitas makanan.

"Kalau sampai ada anak yang masih harus menjalani pengobatan akibat dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG, tentu ini harus menjadi perhatian serius. Jangan hanya fokus pada distribusi makanan, tetapi keamanan dan kualitas makanan juga harus benar-benar dipastikan," ujar Leo.

Menurutnya, keselamatan dan kesehatan anak harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG. Pemerintah perlu memastikan seluruh proses penyediaan makanan, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, penyimpanan hingga pendistribusian kepada siswa, memenuhi standar keamanan pangan.

"Anak-anak yang menjadi korban harus dipastikan mendapatkan penanganan terbaik sampai kondisi mereka benar-benar pulih. Jangan sampai setelah kejadian berlalu, perhatian terhadap mereka juga ikut berhenti," katanya.

Selain memastikan penanganan terhadap korban, Leo mendorong dilakukannya investigasi secara objektif untuk mengetahui penyebab munculnya dugaan keracunan tersebut.

Ia menilai hasil investigasi penting sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan MBG dan mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

"Kita tentu mendukung program MBG karena tujuannya sangat baik untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak. Tetapi pelaksanaannya harus benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Jangan sampai program yang baik justru menimbulkan persoalan bagi anak-anak," tegasnya.

Leo berharap pemerintah memperkuat pengawasan terhadap seluruh penyedia makanan MBG. Pengawasan, menurutnya, tidak boleh hanya dilakukan setelah muncul kasus, tetapi harus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan.

"Program MBG harus berjalan dengan baik, transparan dan bertanggung jawab. Yang paling utama adalah memastikan makanan yang sampai ke tangan siswa benar-benar bergizi, higienis dan aman dikonsumsi," pungkas Leo. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru