Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 09 September 2026

Febiola Br Purba Alami Hilang Ingatan 70% Akibat Keracunan MBG

* LBH Medan: Harus Diusut Tuntas Secara Pidana
Rickson Pardosi - Rabu, 09 September 2026 13:36 WIB
148 view
Febiola Br Purba Alami Hilang Ingatan 70% Akibat Keracunan MBG
Foto: harianSIB.com/Dok
Direktur LBH Medan, Irvan Saputra

Medan(harianSIB.com)

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan mengecam keras terus berulangnya kasus keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah mengakibatkan puluhan ribu anak menjadi korban.

Persoalan itu tidak lagi dapat dipandang semata-mata sebagai kesalahan teknis atau kelalaian petugas dapur MBG. Melainkan makanan yang disediakan oleh program pemerintah secara berulang menyebabkan anak-anak yang menjadi masa depan bangsa harus mengalami gangguan kesehatan, bahkan luka berat.

"Permasalahan keracunan MBG tidak cukup diselesaikan hanya dengan kata MAAF ataupun sanksi administratif Penutup an SPPG dan Pemecatan Kepala SPPG, tetapi harus diusut tuntas secara hukum pidana," tegas Direktur LBH Medan, Irvan Saputra SH MH, Rabu (9/9/2026), di Medan.

Menurutnya, keracunan MBG seyogianya dapat dikatakan sebagai dugaan tindak pidana kelalaian, yang mengakibatkan orang lain luka berat sehingga timbul penyakit (keracunan) sebagaimana yang diatur dalam pasal 474 ayat (2) KUHP Baru dengan ancaman 3 tahun penjara dan denda paling banyak katagori III (50.000.000).

Baca Juga:
Berdasarkan data terbaru, jumlah korban akibat keracunan MBG sejak program berjalan telah melampaui 50.000 orang, sementara data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat 43.838 korban sejak 2025 sampai Agustus 2026, dengan 15.735 korban sepanjang Januari–Agustus 2026. Begitu juga data MBG Watch ada 42 Ribu anak menjadi korban.

"Artinya, persoalan keamanan pangan dalam MBG bukan kejadian tunggal, melainkan persoalan sistemik yang terus berulang dan merugikan anak bangsa," ucapnya.

Lebih memprihatinkan, dalam masa kepemimpinan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, yang dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 22 Juli 2026, jumlah korban pada periode Juli–Agustus 2026 tetap menunjukkan angka yang sangat tinggi. Pergantian tersebut bukannya menunjukkan perbaikan tata Kelola MBG justru menambah daftar Panjang dari korban-korban anak keracunan MBG.

Kasus Febiola Br Purba, seorang siswi berprestasi dari SMK Swasta Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara kini harus menjadi korban keracunan MBG. Akibat keracunan MBG ia mengalami hilang ingatan (Amnesia) hingga 70 % .

Febiola Br Purba (Foto: harianSIB.com/Dok)

Kejadian itu merupakan gambaran nyata bagaimana persoalan keracunan MBG bukan hanya persoalan teknis semata, melaikan dugaan tindak pidana yang harus dipertanggung jawabkan secara hukum.

Menyikapi keracunan MBG yang terus berulang dan kali ini hingga menyebabkan seorang anak harus hilang ingatan bahkan diduga ada yang gagal ginjal, LBH Medan menilai permasalahan ini tidak cukup diselesaikan hanya dengan minta maaf, menuntup SPPG dan memberhentikan Kepala SPPG-nya. Melainkan negara harus bertaggungjawab dalam hal ini Presiden Prabowo dan Kepala BGN Sudaryono.

"Dalam hal ini harus memberhentikan MBG. Apa yang dialami Febiola Br. Purba dan puluhan ribu anak lainya merupakan persoalan hak asasi manusia, maka secara konstitusi negara bertanggung jawab atas perlindungan anak dan keamanan pangan," katanya.

LBH Medan juga mendesak Kapolda Sumut dan jajarannya segera melakukan penyelidikan dan penyidikan dalam kasus Febiola dan ratusan anak yang menjadi korban guna menemukan apakah makanan yang diberikan kepada anak tidak memenuhi standar keamanan pangan akibat kelalaian dalam pengadaan, pengolahan, penyimpanan, pendistribusian, atau pengawasan, serta terdapat hubungan sebab-akibat dengan timbulnya korban hingga menemukan Tersangkanya.

Tidak hanya itu, LBH Medan mendesak Kepolisan Sumatera Utara untuk membuka secara terang benderang permasalah keracunan MBG kepada korban dan masyarakat baik hasil laboratoriumnya dan penegakan hukum pidananya. (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sampah Menumpuk di Pusat Pasar Berastagi
Pengunjung Soroti Kebersihan dan Pengutipan Berlapis di Bukit Gundaling Berastagi
Rehabilitas Drainase Jalan Udara Berastagi Diduga Asal Jadi
Pemegang Hak Kios Pajak Buah Berastagi Dipertanyakan
Workshop Penguatan Pendidikan Karakter Dilaksanakan di SMP N 2 Berastagi
Bupati Karo Launching Musik Campursari Diatonis dan Pentatonis di Berastagi
komentar
beritaTerbaru