Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 11 September 2026

Uskup Agung Palembang Mgr Yohanes Harun Yuwono Pimpin Misa, Dialog Kritis Alumni STFT Sinaksak Pematangsiantar

Oki Lenore - Jumat, 11 September 2026 18:39 WIB
71 view
Uskup Agung Palembang Mgr Yohanes Harun Yuwono Pimpin Misa, Dialog Kritis Alumni STFT Sinaksak Pematangsiantar
Foto Dok Febry Silaban
Dialog Kritis: Uskup Agung Palembang Mgr Yohanes Harun Yuwono bersama para imam RP Erwin Manullang, OFMCap, RP Barnabas Meriko, OFMCap. serta RD Rianto bersama alumni STFT Sinaksak dalam pertemuan diisi dialog kritis.

Bekasi (harianSIB.com)

Empat puluh tahun bukan sekadar angka, tetapi perjalanan panjang sebuah lembaga pendidikan dalam membentuk manusia yang berpikir kritis sekaligus mengabdi bagi Gereja dan masyarakat. Semangat itulah yang mengemuka dalam Misa dan Temu Kangen Alumni Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) St Yohanes Pematangsiantar (STFT) Sinaksak, yang digelar di Bekasi, Selasa, 25 Agustus 2026.

Pada relis yang disampaikan Febry Silaban, Jumat (11/9), pertemuan lintas angkatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari sukacita Dies Natalis ke-40 STFT Sinaksak. Para alumni yang pernah menimba ilmu filsafat dan teologi di kampus di kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, kembali berkumpul, bukan semata-mata untuk bernostalgia, tetapi juga berefleksi mengenai perjalanan almamater dan menatap tantangan yang akan dihadapi pada masa mendatang.

Mengusung semangat dengan tema "Berjumpa, Berbagi, Meneguhkan", kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Agung Palembang Mgr Yohanes Harun Yuwono. Dalam perayaan tersebut, Mgr Harun didampingi konselebran imam alumni STFT Sinaksak, yakni RD Ignatius Putra Setiahati, RD Hans Jeharut dan RP Daniel.

Dalam homilinya, Mgr Yuwono menyampaikan bahwa empat dekade telah melahirkan banyak alumni dengan jalan panggilan dan profesi yang beragam. Ada yang melanjutkan panggilan sebagai imam dan hidup bakti, sementara yang lain menjalani panggilan sebagai awam dan berkarya di berbagai bidang kehidupan. Perbedaan jalan hidup tersebut justru menjadi kekayaan persaudaraan alumni arena itu, alumni awam diharapkan dapat menjadi "perpanjangan tangan dan mulut" para imam, khususnya dalam kehidupan paroki dan berbagai bentuk pelayanan Gereja.

Ia juga mengapresiasi para alumni yang terus aktif dalam pelayanan Gereja maupun berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Selain para alumni awam, juga turut hadir alumni imam yang semakin memperkaya suasana persaudaraan, antara lain RP Erwin Manullang, OFMCap. (Sekretaris Eksekutif Komisi Seminari KWI), RP Barnabas Meriko, OFMCap. (Pastor Paroki Tebet), serta RD Rianto (imam yang berkarya di lingkungan TNI Angkatan Laut).

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru