Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 13 September 2026

Kapolrestabes Medan Dengar Keluhan Warga Helvetia soal Geng Motor dan Kejahatan

Roy Surya D Damanik - Sabtu, 12 September 2026 16:34 WIB
400 view
Kapolrestabes Medan Dengar Keluhan Warga Helvetia soal Geng Motor dan Kejahatan
Foto Dok/Polrestabes Medan
DIULOSI: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak didampingi istri, Ny Nelly Calvijn Diulosi saat kunker di Mapolsek Medan Helvetia belum lama ini.

Menanggapi keluhan tersebut, Calvijn menyoroti maraknya pelaku pencurian barang berbahan logam yang disebutnya sebagai "rayap besi". Para pelaku menyasar kabel, lampu, rumah kosong hingga berbagai benda berbahan logam yang memiliki nilai ekonomi. Menurutnya, aksi tersebut tidak boleh dianggap sebagai tindak pidana kecil. Terlebih, pihaknya menemukan adanya keterkaitan sejumlah pelaku "rayap besi" dengan penyalahgunaan narkoba.

"Yang disampaikan Bu Niar ini terjadi tindak pidana dan tempatnya sudah kita tahu sering terjadi kejahatan jalanan. Kenapa masih terjadi? Ini menjadi PR Polsek Helvetia," tegasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Sekretaris MUI Kecamatan Medan Helvetia, Gudizul Adha. Ia mengungkapkan kawasan pemakaman juga menjadi sasaran pencurian besi. Bahkan, pelaku disebut merusak bagian makam untuk mengambil besi dan lampu penerangan. Gudizul menyebut kondisi Helvetia relatif aman pada siang hari. Namun, pada malam hari masih ditemukan pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot brong.

Persoalan geng motor juga menjadi perhatian warga. Salah seorang Kepala Lingkungan (Kepling) mengungkapkan keresahan masyarakat akibat aksi geng motor, termasuk serangan kelompok dari luar wilayah. Selain itu, warga menyoroti sistem keamanan lingkungan. Sejumlah pos kamling telah didirikan, namun kegiatan siskamling belum berjalan maksimal karena terkendala persoalan iuran warga.

Persoalan sampah juga turut dikeluhkan. Warga menyebut sejumlah orang mengambil sisa makanan dari restoran dan kafe, tetapi meninggalkan sampah berserakan di jalan. Ketika ditegur, mereka justru melakukan perlawanan. Kepling berharap penertiban terhadap persoalan tersebut dapat dilakukan dengan pendampingan pihak kepolisian.

Sementara itu, pelajar SMAN 12 Medan, Tito Nababan, mempertanyakan upaya kepolisian dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat. Ia menceritakan pengalaman keluarganya yang pernah menyampaikan persoalan kepada polisi pada 2023, namun penanganannya tidak berlanjut.

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Jumat Barokah, Kapolrestabes Medan Makan Nasi Bungkus Bersama Pebetor
HUT Ke-73 TNI, Kapolrestabes Medan Ulosi Dandim 0201/BS
Pedagang Pajak Reformasi Ucapkan Terima Kasih ke Kapolrestabes Medan
Polsek Sunggal Amankan 9 Anggota Geng Motor
 Kapolrestabes Medan Bantu Dorong Angkot Mogok Yang Terjebak Banjir
Ungkap Diskotik Khusus Anak, Kapolrestabes Medan Terima Penghargaan dari YLKI Deliserdang
komentar
beritaTerbaru