Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 28 September 2026

WALHI Sumut dan HMJ Geografi UNIMED Tanam Pohon di Langkat

Tumpal Manik - Senin, 28 September 2026 09:44 WIB
162 view
WALHI Sumut dan HMJ Geografi UNIMED Tanam Pohon di Langkat
Foto:Dok/Walhi
TANAM POHON: WALHI Sumatera Utara bersama Himpunan Mahasiswa Jurusan Geografi UNIMED melakukan aksi tanam pohon di Desa Kwala Serapuh, Langkat, Sabtu (26/9/2026).

Medan(harianSIB.com)

WALHI Sumatera Utara bersama Himpunan Mahasiswa Jurusan Geografi UNIMED menggelar aksi tanam pohon di Desa Kwala Serapuh, Langkat, Sabtu (26/9/2026).

Berdasarkan rilis yang dibagikan, Senin (28/9/2026), kegiatan bertajuk "Geo Reforestation for Ecological Justice" itu digelar dalam rangka Hari Keadilan Ekologis.

Aksi ini merespons tekanan lingkungan di Sumut akibat alih fungsi lahan, deforestasi, eksploitasi SDA, dan pembangunan yang mengabaikan daya dukung lingkungan. Degradasi itu memicu hilangnya tutupan vegetasi, kerusakan tata air, erosi, hingga bencana hidrometeorologi.

Ketua Panitia Geo Reforestation, Arungi Putra Dao, mengatakan aksi ini bentuk kepedulian mahasiswa terhadap krisis lingkungan.

Baca Juga:
"Pelestarian tidak cukup teori, butuh tindakan nyata. Generasi muda punya peran strategis menjaga keberlanjutan lingkungan dan ruang hidup," ujarnya.

Dosen Geografi UNIMED, Adrian, mewakili Ketua Jurusan, menegaskan penghijauan harus berkelanjutan, terutama di kawasan pesisir.

Bagi WALHI Sumut, penanaman bukan seremonial, melainkan bagian dari perjuangan keadilan ekologis. Yakni menempatkan manusia, alam, dan generasi mendatang sebagai satu kesatuan, serta hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagaimana amanat Pasal 28H dan Pasal 33 UUD 1945.

Juru Kampanye WALHI Sumut, Maulana Shiddiq, mengatakan keterlibatan mahasiswa menunjukkan gerakan ekologis tumbuh dari kampus.

Dalam diskusi, Maulana mengajak peserta merefleksikan bencana ekologis yang melanda sejumlah wilayah Sumatera pada November 2025 yang menelan korban jiwa dan melumpuhkan mata pencaharian.

"Itu pengingat bahwa lingkungan kita semakin rentan dan butuh pemulihan serius," tegasnya.

Ketua Kelompok Tani Nipah Kwala Serapuh, Samsir, menyebut masyarakat pesisir kini menghadapi abrasi akibat alih fungsi hutan menjadi perkebunan.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
HKBP Ambil Bagian dan Bersuara di Seminar Ekologi 2026
HKBP Gelar Minggu Ekologi di Tapteng, 6.000 Bibit Pohon Akan Ditanam
WALHI Desak China Exim Hentikan Dana PLTA Batang Toru
Walhi Laporkan 372 Perusahaan Terindikasi Karhutla ke Presiden
WALHI Sumut dan Katalogi Surati Konsulat Kehormatan Jerman, Soroti Peran Bank Asal Jerman dalam Obligasi Hijau PT SMGP
Jangan Terbitkan Izin Baru
komentar
beritaTerbaru