Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 23 Oktober 2026

Tak Lekang Oleh Waktu, Pakaian Bekas di Medan Masih Jadi Primadona

Indah Apriliana dewi Ginting - Sabtu, 03 Oktober 2026 15:02 WIB
642 view
Tak Lekang Oleh Waktu, Pakaian Bekas di Medan  Masih Jadi Primadona
Foto/harianSIB.com/ind
Tak lekang oleh waktu, pakaian bekas masih jadi primadona kalangan milenial sampai generasi Z kota Medan, Sabtu (3/10/2026).

Medan(harianSIB.com)

Pakaian bekas yang saat ini lebih populer dengan istilah 'thrift' makin marak di kalangan milenial sampai generasi Z.

Menjamurnya thrift shop (toko pakaian bekas) di banyak wilayah di kota Medan sampai ke media sosial menjadi bukti nyata ramainya tren thrift fashion.

Salah satu pengusaha thrift shop di kawasan Medan Johor, Alea, yang mulai berjualan baju bekas sejak enam tahun lalu mengatakan bisnis pakaian bekas ini menjadi penyelamat keluarganya saat wabah pandemi melanda dan kini makin berkembang karena banyak kalangan yang makin menyukai.

"Awalnya aku jual baju bekas punya sendiri, langsung laku dan habis. Setelah itu cari-cari info tempat belanja thrift grosir yang murah dan bagus. Waktu itu pertama kali beli ball atau satu karung besar sekaligus seharga Rp8 jutaan," papar Alea, Sabtu (3/10/2026).

Baca Juga:
Alea mengatakan, saat awal merintis bisnis pakaian bekas pada 2019, ia bisa menjual 100 pakaian per bulan. Penjualannya terus meningkat saat media sosial ramai bahas pakaian bekas. Konsumen pun mulai berlangganan pada 2020.

Saat pandemi COVID-19 melanda Indonesia pada Maret 2020, Alea bahkan bisa menjual sekitar 500 pakaian dalam satu bulan.

Pakaian yang ia pesan juga khusus atasan jenis blus dan kemeja khusus perempuan. Biasanya ia mendapat paket baju bekas dari Jepang, Cina sampai Korea.

"Aku fokus ambil ball dari Korea. Aku pernah ngalamin beli ball, karena aku gak tahu merek dan isinya kayak apa, akhirnya ternyata isinya zonk, yang cacatnya banyak. Tapi seiring berjalannya waktu akhirnya aku terus belajar dan dapat kenalan yang nyediain barang bagus," tambah Alea.

Saat ini, Alea bisa menjual sekitar 5 karung pakaian dalam sebulan. Satu karung setidaknya ada sekitar 500 pakaian bekas.

Namun, tidak semua isi karung bisa dijual, hanya 60 persen di antaranya yang masih layak jual ke konsumen.

Harga satu blus dan kemeja yang layak biasa dijual di harga Rp18 ribu hingga Rp45 ribu. Meskipun kebanyakan barang yang dijualnya tidak bermerek, Alea setidaknya bisa mengantongi sekitar Rp25-30 juta per bulan dari bisnis pakaian bekas ini.

"Sekarang jadi bisnis keluarga, dibantu adik dan mama juga. Aku biasanya sebulan 5 ball per bulan. Kami pasarkan lewat online dan offline juga. Kan ga semua isi ballnya bagus, yang rusak atau cacat, kami obral dengan harga kisaran Rp7 ribu hingga Rp20 ribu per pakaian. Intinya jangan pernah ragu untuk memulai apa pun, kendala pasti ada, dihadapi dan pertahankan jika memang ada peluang disana," pungkas Alea.

Dari jam 8 pagi sampai tutup, toko thrift Alea tidak pernah sepi pengunjung dan kini ia juga membuka gerai khusus thrift baju dan celana jeans premium.

Tak hanya kalangan Gen Z, ibu-ibu juga terlihat banyak memadati tokonya dan terpaksa ikut antrian panjang untuk memilih apalagi di saat weekend. (**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru