Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026
Seleksi Jaya Rasa di Medan Berakhir

Munculkan Calon Juara Baru Indonesia

- Kamis, 12 Mei 2016 13:51 WIB
341 view
Munculkan Calon Juara Baru Indonesia
SIB/Christopel Naibaho
PB Jaya Raya dan Pengprov PBSI Sumut bersama para juara usai seleksi menjaring juara dunia masa depan di GOR PBSI Sumut, Rabu (11/5).
Medan (SIB)- Seleksi pebulutangkis Jaya Raya Menjaring Juara Dunia Masa Depan berakhir dengan menetapkan 4 juara dari dua kategori di GOR PBSI Sumatera Utara, Rabu (11/5).

Dari kategori usia dini putra, tampil sebagai juara pertama Tavio dari Klub Sutomo Medan menang dari pebulutangkis Sumatera Barat, Gala Pagamo 2-1 (19-21, 21-9, 21-16). Tunggal usia dini putri diraih Nazura dari Klub Meulaboh mengalahkan Maysarah pebulutangkis Angsapura Medan 2-0 (21-13, 21-11).
Sedangkan kategori tunggal anak putra, menempatkan, Ridwan A (Indocafe Medan) tampil sebagai juara pertama setelah menumbangkan Gaga Christina (Sulhas Labura) 2-0 (21-4, 21-11). Tunggal anak putri, Richa dari Klub Juwita Deli Serdang menang atas Raspina Candika dari Indocafe Medan dua set langsung 21-17, 21-17.

Ketua Harian PB Jaya Raya Imelda Wiguna mengatakan, Kota Medan merupakan pilot project pihaknya dalam mencari pebulutangkis usia dini. Soalnya pencarian di daerah tersebut pesertanya tak hanya dari Sumatera Utara saja, juga diikuti dari Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Riau, serta Bangka Belitung ini menunjukkan banyaknya bakat-bakat hebat. "Medan dijadikan Pilot Project, karena kami ingin tahu  bakat-bakat usia dini buku tangkis di sini seperti apa? Ternyata banyak potensi besar dan bagus-bagus," ungkapnya.

Lebih lanjut, Imelda mengatakan pihaknya tak lepas tangan usai seleksi tersebut. Para juara terus dipantau PB Jaya Raya sampai enam bulan ke depan sebelum kejuaraan youth di Singapura,  kejuaraan terbatas Jaya Raya Home Turnamen 2016 di Jakarta dan dua kejuaraan turnamen bulutangkis kelompok umur di tanah air.

Namun sebelum melangkah ke sana, lanjut Imelda, PB Jaya Raya menyerahkannya kepada klub masing-masing atlet yang bertanggungjawab terhadap perkembangan mereka. Tak hanya para juara, pemain berkat hasil pantauan talent scouting pun turut dievaluasi. Yakni, M Zaki (Jambi) dari kelompok usia dini putra dan M Raka (Jambi) kategori anak putra. "Enam bulan ke depan kami akan evaluasi perkembangan mereka. Mereka harus dipersiapkan untuk ikuti kejuaraan yang telah kami siapkan untuk mereka," jelasnya.

Sementara tim talent scouting Firdasari menyatakan bahwa ajang tersebut menunjukkan banyaknya bakat yang dimiliki pebulutangkis usia dini. Sayangnya, perkembangan dan peningkatan sulit dilakukan karena minimnya kompetisi digelar. Tak ayal, perbedaan signifikan pun tampak bila dibandingkan dengan Pulau Jawa. "Dengan pencarian ini tujuannya juga tidak hanya fokus di Pulau Jawa saja, yang memang banyak kompetisi di sana. Memang, kendala yang dihadapi kompetisi dan fasilitas," ungkapnya.

Sedangkan Ketua Umum Pengprov PBSI Sumut, Johannes IW mengatakan, perhatian dan tanggungjawab besar PB Jaya Raya terhadap klub para juara hingga enam bulan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. "Jangan sia-siakan ini semua. Siapkan pebulutangkis untuk mengikuti berbagai kejuaraan yang sudah dipersiapkan. Tentu harapan kita semua, juara dunia masa depan lahir dari sini," pungkasnya. (A21/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru