Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026
PSSI Khawatirkan Sanksi Kemenpora dan FIFA

Menpora Dipastikan Hadir di Kongres PSSI

- Jumat, 17 April 2015 16:12 WIB
227 view
Menpora Dipastikan Hadir di Kongres PSSI
Jakarta (SIB)- Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Djohar Arifin Husin mengatakan khawatir terhadap sanksi yang akan diberikan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga dan FIFA, apabila melanggar peraturan yang diterapkan.

"Oh tentu, tentu (khawatir). Kerusakannya akan sangat dahsyat," kata Djohar di kantor PSSI Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan sanksi dari FIFA bisa berimbas pada dunia sepak bola Tanah Air yang terancam tidak bisa mengikuti kompetisi di tingkat internasional.

"Sanksi pemerintah juga apabila dibekukan dan tidak diakui juga sangat dahsyat. Artinya kompetisi tidak jalan, karena izin-izin dari kepolisian juga tidak dapat karena tidak diakui pemerintah," ucap Djohar.

Ia menjelaskan, sanksi tersebut juga bisa berimbas pada klub-klub Indonesia yang bermain di kompetisi Liga Indonesia (QNB League).

"Itu menghancurkan pergerakan sepak bola kita, kompetisi berhenti dan merusak semua. Klub tidak bisa menghasilkan," kata dia.

Djohar menjelaskan imbas sanksi Kemenpora bisa berakibat pada masalah ekonomi klub-klub Tanah Air yang tidak mendapatkan pemasukan apapun selama kompetisi dihentikan.

“Seperti dihentikan awal kemarin itu merusak semuanya. Pertandingan nggak jalan, tidak ada tiket, tidak ada uang masuk, tidak ada sponsor yang bayar, maka klub makin menderita," tukas dia.

Oleh karena itu, Djohar mengatakan PSSI berupaya agar tidak mendapatkan sanksi dari FIFA ataupun Kemenpora.

Ia mengatakan PSSI masih membutuhkan pemerintah agar bisa mengembangkan sepak bola Tanah Air.

"Kita berusaha agar PSSI harus punya hubungan baik dengan FIFA dan harus punya hubungan baik dengan pemerintah. Tidak mungkin membangun sepak bola tanpa pemerintah, membangun sepak bola memerlukan negara," tandas Djohar.

HADIR DI KONGRES PSSI

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dipastikan hadir pada pembukaan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (18/4).

"Undangan saya terima pukul 11.30 WIB dan saya diminta Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mendampinginya," kata Menpora Imam Nahrawi di sela persiapan Indonesia Youth and Sport Festival (IYOS) di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis.

Menurut dia, KLB PSSI dengan agenda utama pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum dan anggota Komite Eksekutif PSSI ini diharapkan juga bisa menggerakkan instropeksi diri pada induk organisasi sepak bola Indonesia itu.

Kehadiran orang nomor satu di Kemenpora itu dipastikan akan ditunggu-tunggu oleh insan sepak bola Indonesia. Apalagi saat ini telah terjadi persinggungan antara pemerintah dengan PSSI terutama masalah kompetisi.

Kemenpora melalui BOPI saat ini terus disorot karena melarang dua klub anggota kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 yaitu Arema Indonesia dan Persebaya Surabaya untuk turun di kompetisi tertinggi di Tanah Air.

Terkait dua tim tersebut, kata dia, pihaknya akan terus mencari jalan tengah termasuk akan mempertemukan pihak-pihak yang selama ini berkonflik terutama dalam hal legalitas tim.

"Saya masih memberi waktu untuk menyelesaikannya. Yang jelas harus ada hitam di atas putih terkait penyelesaian masalah yang ada," kata Imam Nahrawi menambahkan.

KLB PSSI 2015 memang terus menjadi sorotan karena figur yang akan memimpin induk organisasi sepak bola Indonesia dituntut mampu membangkitkan prestasi persepakbolaan nasional. Apalagi Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

Pada KLB di Surabaya ini, ada sembilan calon yang maju yaitu Djohar Arifin Husin, La Nyalla Mattalitti, Joko Driyono, Subardi, M. Zein, Sarman, Syarif Bastaman, Achsanul Qosasih dan Bernhard Limbong. Mereka akan dipilih oleh 107 pemilik suara PSSI. (Ant/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru