Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

Hari Ini Penentuan Sepakbola Indonesia dari FIFA

- Jumat, 29 Mei 2015 12:34 WIB
312 view
Hari Ini Penentuan Sepakbola Indonesia dari FIFA
Medan (SIB)- Ibarat syair Krisdayanti “Menghitung Hari”, hal inilah sangat pantas bagi nasib sepakbola Indonesia. Para petinggi PSSI Pusat saat ini sedang di Zurich Swiss menunggu kepastian dari FIFA untuk menentukan nasib sepakbola Indonesia akibat adanya pembekuan PSSI oleh Menegpora.

“Sepabola Indonesia tinggal menghitung hari. Konfederasi sepakbola dunia, yakni FIFA akan menjadi sanksi kepada PSSI, apabila kekisruhan dengan Menegpora tidak ada kunjung ada titik temu dalam penyelesaian antara keduanya,” ujar mantan pemain PSMS Sunardi A di Medan, Kamis (28/5).

CEO PSMS ini menjelaskan, Jumat (29/5) merupakan hari yang sangat ditakutkan insane sepakbola maupun masyarakat di Indonesia, karena sepakbola adalah profesi dan mata pencaharian bagi pemain untuk membiayai keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Tidak dapat dibayangkan apabila hal ini terjadi maka sepakbola jalanan akan menjamur di Indonesia.

Ia menambahkan sepakbola antar kampung (Tarkam) menjadi pilihan bagi pemain sepakbola mulai dari kota hingga pelosok desa. Klub tidak ada lagi bicara prestasi maupun degredasi, begitu juga pembinaan sebagai cikal bakal pemain usia muda akan mati suri. Pengenaan sanksi administratif berupa kegiatan keolahragaan PSSI yang tidak diakui oleh Menegpora. Menyusul menghentikan kompetisi ISL dan Divisi Utama serta kompetisi lainnya oleh PSSI yang disebabkan force majeure.

“Kita percaya Menegpora dan PSSI mempunyai satu tujuan meningkatkan prestasi sepakbola Indonesia, tetapi masing-masing mempunyai pandangan yang berbeda yang tidak menemukan solusi yang terbaik,” paparnya.

Ia menuturkan hal inilah yang belum mendapatkan titik temu antara kedua lembaga tersebut. Masyarakat sebagai pecinta sepakbola di tanah air sangat pantas untuk kecewa dengan kekisruhan yang berkepanjangan. Lebih ironisnya, ditolaknya tim transisi bentukan Menegpora untuk bertemu dengan presiden FIFA. Bukan berarti jalan untuk duduk bersama dengan PSSI jadi terhenti.

“Pecinta sepakbola yakin tidak ada niat Menegpora untuk mengorbankan kompetisi klub, apalagi pemain sepakbola. Sepakbola adalah salah satu olahraga yang sangat dicintai masyarakat Indonesia. PSSI sebagai induk organisasi sepakbola di Indonesia, tentunya juga masyarakat pecinta sepakbola berharap sangat untuk Menegpora dan PSSI untuk duduk bersama membuka hati demi kepentingan nasional,” bebernya.

Lebih lanjut Sunardi menambahkan, rasa persaudaraan dan kebersamaan jalan terbaik untuk membangun sepakbola di tanah air tercinta. Jika hal ini juga menemukan jalan buntu, maka tidak dipungkiri timnas yang dibentuk akan sia-sia karena tidak dapat bertanding di luar negeri. Kompetisi ISL dan Divisi Utama hanya sebatas pra musim saja. (R10/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru