Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

Menpora Menyangsikan Surat Sanksi FIFA Keluar Sesudah Kongres

* AFC Coret Indonesia dari Kualifikasi Piala Dunia
- Kamis, 04 Juni 2015 12:59 WIB
444 view
Menpora Menyangsikan Surat Sanksi FIFA Keluar Sesudah Kongres
Jakarta (SIB)- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengatakan belum menerima secara langsung surat sanksi FIFA kepada PSSI yang ditandatangani Sekretaris Jenderal (Sekjen) FIFA Jerome Valcke.

"Sejauh ini kami belum menerima langsung surat yang diberikan oleh FIFA lewat Sekjen Jerome Valcke, seperti apa surat itu saya belum melihat secara langsung," kata Imam, saat ditemui di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu.

Menpora juga menyatakan ingin melihat apakah betul surat sanksi itu ditandatangani oleh Sekjen Jerome Valcke.

"Terus terang saya pribadi masih menyangsikan kredibilitas, otoritas, dan sebagainya karena surat itu keluar sesudah kongres berlangsung dan dalam kongres seluruh mata dunia melihat bahwa tidak ada agenda tentang pembahasan sanksi kepada Indonesia," kata Menpora.

Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara resmi telah memberikan sanksi kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) karena dinilai telah melanggar statuta FIFA.

"Dengan segala hormat, kami menyampaikan bahwa Komite Eksekutif FIFA telah memutuskan, sesuai dengan Statuta FIFA pasal 14 ayat 1 bahwa PSSI telah disanksi dengan efek yang sesegera mungkin dan berlaku sampai PSSI dapat memenuhi Statuta FIFA pasal 13 dan 17," demikian seperti dikutip surat FIFA kepada PSSI yang diterima di Jakarta, Sabtu (30/5).

PSSI telah dianggap melanggar statuta FIFA pasal 13 dan 17 dengan adanya intervensi oleh pihak luar, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Badan Olahraga Profesional Indonesia.

"Komite Eksekutif FIFA memutuskan Kemenpora RI dan BOPI telah mengintervensi Kepengurusan PSSI, dan membawa PSSI melanggar Statuta FIFA pasal 13 dan 17," jelas surat yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke tersebut.

Dengan adanya sanksi tersebut, PSSI yang menjadi induk olahraga sepak bola Indonesia kehilangan keanggotaannya, dan timnas Indonesia dilarang mengikuti kegiatan skala internasional yang diadakan oleh FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

AFC Coret Indonesia dari Kualifikasi Piala Dunia
Imbas sanksi FIFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengonfirmasi untuk membatalkan keikutsertaan Indonesia dari kualifikasi Piala Dunia 2018, kualifikasi Piala Asia 2019, dan semua pertandingan internasional lainnya. Hal itu dipublikasi AFC dalam sebuah pernyataan yang dilansir di situs resmi konfederasi tersebut. Dengan demikian, laga yang akan dilakoni Indonesia melawan Taiwan (11 Juni) dan Irak (16 Juni) pun telah dibatalkan AFC. Dalam pernyataan tersebut, AFC pun menegaskan larangan bertanding dalam turnamen internasional pun dijatuhkan kepada klub-klub sepak bola Indonesia.

Sanksi FIFA itu dijatuhkan usai kongres yang berlangsung 29 Mei lalu di Zurich, Swiss, karena polemik sepak bola nasional antara Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Pengurus PSSI. Meskipun begitu, FIFA tetap mengizinkan timnas Indonesia untuk tetap bermain dalam pertandingan Sea Games di Singapura.
Konflik antara PSSI dan Kemenpora itu bermula ketika Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) tak meloloskan Persebaya Surabaya dan Arema Cronus bermain di Liga Indonesia 2015. Dua tim itu dilarang ikut berkompetisi karena gagal memenuhi verifikasi legalitas hingga tenggat waktu.

PSSI--yang saat itu masih dipimpin Djohar Arifin Husin--tetap memberi izin kepada operator kompetisi, PT Liga Indonesia, untuk menyertakan Persebaya dan Arema. Kemenpora akhirnya memberikan sanksi administratif yang membekukan PSSI, sehari sebelum Kongres PSSI yang digelar di Surabaya dan menunjuk La Nyalla Matalitti sebagai ketua umum.

Bukan hanya larangan untuk ikut bertanding dalam kompetisi internasional, sanksi FIFA itu juga dinyatakan AFC akan terkait pula pada program pengembangan sepak bola. "Sepanjang PSSI diskors, sepak bola Indonesia juga akan tidak mendapatkan manfaat dari program pengembangan AFC dan FIFA," demikian bunyi pernyataan AFC. (CNN Indonesia/Ant/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru