Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 02 April 2026

MH Teguhsi Pimpin TAKO Cabang Medan

- Rabu, 19 Agustus 2015 13:54 WIB
1.150 view
MH Teguhsi Pimpin TAKO Cabang Medan
SIB/Dok
Ketua Dewan Guru dan Sabuk Hitam Perguruan TAKO Seni Bela Diri DAN VII Trisno (kiri) didampingi Ketua Pengurus TAKO DAN VI, Riza Mutyara bersama Ketua Perguruan TAKO cabang Medan MH Teguhsi DAN III TAKO di sela berlatih di Medan.
Medan  (SIB)- Perguruan TAKO Seni Bela Diri cabang Kota Medan memiliki sosok pemimpin yang baru. MH Teguhsi, yang merupakan anak kandung Almarhum (Alm) Suhu Syahrun Isa, sang pencipta dan pendiri TAKO itu sendiri.

Pria kelahiran 5 September 1972 ini diangkat berdasarkan Surat Keputusan (SK) Ketua Pengurus Perguruan TAKO Seni Bela Diri Nomor:01/SK/PP-TSBD/V/2015 yang ditetapkan di Medan pada 15 Mei 2015.

"Dalam waktu dekat akan segera dilantik karena pengangkatan ini diketahui dan disepakati Dewan Guru dan Sabuk Hitam Perguruan TAKO Seni Bela Diri," ungkap Ketua Dewan Guru dan Sabuk Hitam DAN VII TAKO, Trisno didampingi Ketua Pengurus TAKO DAN VI, Riza Mutyara serta senior-senior TAKO seperti Ir. Supardi DAN V angkatan 1969, Timbul Saragih SH DAN V, DAN V Nisto Harjoyo, Ali DAN II TAKO, Wasekjen TAKO Abu Yazid SP,Mstat DAN II serta pengurus TAKO Medan MH Teguhsi DAN III TAKO, Sandri Alamsyah Harahap dan Yung An, Minggu (16/8) lalu di Medan.

Ditegaskannya, dasar menetapkan Teguhsi sebagai Ketua Perguruan cabang Medan didasari dari sejarah terutama deklarasi Perguruan TAKO Seni Bela Diri pada 30 September 2004 di Padepokan TAKO Jalan Sidorukun Medan. Deklarasi itu dilakukan murid-murid senior TAKO seperti Prof. Suhardiman dkk selepas Suhu Syahrun Isa meninggal dunia pada 10 Desember 2002 lalu. Pihaknya juga telah mempatenkan logo TAKO di Depkumham dengan nomor IDM000073812 pada 8 Mei 2006.

"Jadi dalam deklarasi itu sekaligus pengesahan statuta mengangkat Ketua serta anggota Dewan Guru dan Sabuk Hitam TAKO sehingga bisa dan berhak menunjuk Teguhsi sebagai Ketua Perguruan TAKO cabang Medan," jelas Trisno dan Riza yang merupakan murid senior Alm Syahrun Isa Angkatan II tahun 1965.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh dojo di Sumut khususnya di Kota Medan agar mendaftar ulang ke Perguruan TAKO yang sah yakni di bawah pimpinan MH Teguhsi. "Imbauan ini tegas kita sampaikan, bila tidak datang silahkan pakai nama lain, mau Taki atau Toko silahkan tapi jangan TAKO lagi," tegasnya.

Disinggung apakah ada pihak lain yang memakai dan mengatasnamakan TAKO, Trisno dan Riza membenarkannya. Diungkapkannya bahwa selama ini TAKO disalahartikan menjadi alat kepentingan politik hingga menjadi olahraga tidak berprestasi. Hal itu sudah terjadi sejak 2004 lalu.

"TAKO ini kita punya, ada wasiat langsung dari Suhu Syahrun Isa, kita-kita ini muridnya dan tidak ada murid lain. Artinya penerus ilmu TAKO itu ya kami, jadi kalau mereka tidak mengerti dari ilmu yang diwariskan berarti mereka bukan murid TAKO dan itulah yang terjadi selama ini," pungkasnya.  (R8/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru