Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 05 Mei 2026

Memilih Pucuk Pimpinan HKBP yang Berintegritas dan Berkarakter

* Oleh Sanco Simanullang ST MT
- Senin, 18 Juli 2016 13:46 WIB
1.214 view
Memilih Pucuk Pimpinan HKBP yang Berintegritas dan Berkarakter
"The supreme quality for leadership is unquestionably integrity. Without it, no real success is possible, no matter whether it is on a section gang, a football field, in an army, or in an office".

("Kualitas kepemimpinan yang tertinggi tentu saja integritas. Tanpa integritas, tidak ada kemungkinan terjadinya keberhasilan ril, apakah dalam hal suatu "geng" kampung, pertandingan sepakbola, pasukan tentara, atau di kantor"), demikian kutipan Dwight D. Eisenhower.

Ketika berada dalam posisi kepemimpinan, maka visi, integritas dan bela rasa merupakan tiga hal yang merupakan keniscayaan, yang jauh lebih penting daripada kata-kata yang kita ucapkan. Tiga karakteristik pribadi ini sama pentingnya bagi kita untuk bertahan hidup, seperti halnya udara, makanan dan air minum.

Ini menentukan warna dari tim kepemimpinan puncak organisasi, apakah itu sebuah perusahaan, atau unit pemerintahan dari yang rendah sampai yang paling atas.  Bahkan dalam lingkup keagamaan, seperi Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Seorang petinggi, pejabat, "kepala" atau "ketua" belum tentu berarti seorang pemimpin. Seorang pemimpin sejati mengakui dan menjalankan fungsinya sebagai pemimpin dengan kesadaran penuh bahwa dirinya bertanggung jawab untuk senantiasa setia pada kebenaran, baik dalam pikiran, hati, sikap maupun tindakan. Dengan demikian seorang pemimpin sejati itu membuahkan kebaikan, dapat diandalkan, seorang yang benar dan jujur. Dapat dikatakan integritas adalah kejujuran yang lengkap dan tidak kenal menyerah dalam segala sesuatu yang kita katakan dan lakukan. Seorang pemimpin yang berintegritas tidak merasa malu untuk mengakui kelemahan dan kegagalannya dalam berkinerja. Hal itu berarti juga bahwa dia senantiasa  mengembangkan kekuatan-kekuatan yang dimilikinya agar dapat mengkompensasi berbagai kekurangan/kelemahan dirinya. Dalam berbagai urusan yang dihadapinya, seorang pemimpin yang berintegritas juga bersikap straightforward terhadap orang-orang dan situasi-situasi yang dihadapi, dan dia juga tidak berkompromi dalam hal-hal yang dipercayainya sebagai kebenaran.

HKBP merupakan gereja yang beraliran Kristen Protestan terbesar di kalangan masyarakat Batak dan di antara Gereja-gereja Protestan yang ada di Indonesia akan melakukan pergantian kepemimpinan, yaitu Sinode Godang HKBP di Auditorium Seminarium Sipoholon, Taput 12-18 September 2016 guna memilih pucuk pimpinan periode 2016-2020.

Pemilihan Ephorus ini sangat berperan menentukan arah dan tujuan HKBP kedepan . Saat ini HKBP memiliki jemaat  lebih dari 4.5 juta anggota di seluruh Indonesia dan Dunia. Mempunyai lebih dari 28 distrik dan ratusan resort serta ribuan pendeta. Bahkan ada beberapa cabang di luar negeri, seperti di Singapura, Kuala Lumpur, Los Angeles, New York, dan di negara bagian Colorado  dan juga negara negara lainnya.

BERINTEGRITAS DAN BERKARAKTER
Integritas merupakan sebuah tolok ukur fundamental dan atribut kunci bagi kepemimpinan. Termasuk organisasi keagamaan HKBP. Boleh dikatakan integritas adalah segalanya dalam kepemimpinan. Kita mengharapkan Ephorus yang akan terpilih  berperilaku dengan integritas. Teruji integritasnya.  HKBP membutuhkan pemimpin (teristimewa Ephorus) yang memiliki integritas tinggi, kemampuan untuk berkomunikasi dan memotivasi orang-orang dan juga menunjukkan suatu kemampuan untuk bertumbuh dalam pekerjaannya dan menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.

Ephorus adalah kunci sukses HKBP, dengan demikian tugas menghadirkan Ephorus berintegritas merupakan salah satu tugas yang paling penting dalam Sinode Godang. HKBP memang menghadapi tantangan untuk memilih pemimpin-pemimpin yang tepat dari sekian banyak yang telah mencalonkan diri. Memilih Ephorus yang tidak tepat akan menyebabkan "kerusakan berat"  pada diri HKBP  ke depan.

Integritas merupakan salah satu kunci yang harus dimiliki Ephorus dalam konteks Sinode Godang. Integritas adalah suatu konsep berkaitan dengan konsistensi dalam tindakan-tindakan, nilai-nilai, metode-metode, ukuran-ukuran, prinsip-prinsip, ekspektasi-ekspektasi dan berbagai hal yang dihasilkan. Dalam kata integritas terkandung suatu komitmen mendalam terhadap hal yang benar, alasan yang benar, tidak peduli pada situasi-kondisi yang dihadapi oleh Ephorus. Calon Ephorus yang hidup dengan integritas itu tidak akan korup dan tidak akan mau mematahkan kepercayaan dari seluruh jemaat yang diwakili oleh para sinodestan yang telah menaruh kepercayaan kepada dirinya sebagai seorang pemimpin. 

Calon Ephorus  juga harus memiliki karakter kuat. Karakter yang kuat antara lain terwujudnya keharmonisan atau keserasian antara pikiran, kata dan apa yang diperbuat. Seorang pemimpin berbuat sesuatu sesuai dengan apa yang dipikirkan dan diucapkannya. Dan seorang pemimpin yang sukses, bukan hanya mengandalkan kekuatan pikiran dan kata-katanya saja, tetapi yang paling penting dari kesemuanya adalah melakukan tindakan nyata tentang segala sesuatu yang telah dipikirkan dan diucapkannya. Ironisnya, para pimpinan kita dalam berbagai tingkatan organisasi, sudah jarang menjaga keharmonisan antara pikiran, kata-kata, dan perbuatannya. Jadi singkatnya, satunya kata dalam perbuatannya sudah jarang ditemui.  Lebih banyak hanya mengumbar program, tanpa dibarengi oleh tindakan nyata secara aktual dilapangan.

Kepemimpinan yang baik, unggul, kredibel dan berintegritas, dapat dikatakan sebagai suatu produk dari proses pengembangan moral dan spiritual dari kehidupan seseorang, sehingga menjadi manusia berjiwa besar, berpandangan universal, tidak egois dan tidak mementingkan diri sendiri atau kelompok tertentu.

Pemimpin berintegritas dan berkarakter, secara sukarela mau mengorbankan dirinya dan bahkan kelompoknya untuk kepentingan masyarakat yang luas atau orang-orang yang dipimpinnya.  

Sudah barang tentu, kesuksesan seorang pemimpin tidak hanya ditentukan oleh pilihan dan tindakan yang diambil dalam menyelesaikan masalah dalam organisasinya, namun juga dengan karakter yang dimilikinya. Seperti yang dikatakan seorang pakar "character is values in action". Karakter adalah nilai-nilai yang diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata sehari-hari. Karakter akan terbentuk jika values yang diyakini oleh si pemimpin tidak hanya sekedar ide atau ucapan saja, tapi juga action. Pemimpin berkarakter adalah pemimpin yang optimis, memiliki integritas dan dedikasi, serta tidak pernah ragu dalam bertindak.

Untuk menjadi pemimpin yang berkarakter dibutuhkan waktu yang tidak singkat dengan berbagai tempaan.  Beberapa ciri pemimpin berkarakter yang bisa kita pelajari dan terapkan dalam kehidupan adalah, pemimpin berkarakter itu biasanya memiliki kesadaran diri sendiri. Seorang pemimpin harus jujur terhadap diri sendiri dan orang lain, jujur terhadap kekuatan, kelemahan diri dan mau berusaha untuk memperbaikinya. Memperlakukan orang lain atas dasar persamaan derajat serta memiliki empati terhadap bawahannya secara tulus juga merupakan ciri-ciri pemimpin berkarakter. Apabila seorang pemimpin cenderung tertutup terhadap sebuah perubahan, hal itu jelas bukan ciri pemimpin berkarakter. Seharusnya terbuka dengan ide-ide, opini atau saran dari orang lain. Dengan memiliki sikap terbuka, open-minded, orang tidak akan ragu dalam menyampaikan gagasan-gasasannya dan tetap hormat kepada pemimpinnya.

Salah satu yang wajib dimiliki pemimpin berkarakter adalah sikap menghargai pesaing.  Bersikap kesatria, mau mengakui kehebatan kompetitor dan belajar dari pesaing akan memperkuat karakter seorang pemimpin.  Sudah barang tentu  agar mampu bekerja secara profesional seorang pemimpin harus cerdas, teliti, dan tangguh sehingga hasil kerjanya dapat membawa manfaat bagi dirinya, keluarga, dan masyarakat. Seorang pemimpin berkarakter  tentunya memiliki rasa kehormatan diri dan disiplin pribadi, serta bertanggungjawab penuh atas semua tindakan yang dilakukan. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana seorang pemimpin memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, mengutamakan team work, kreatif dan inovatif. Karakter pemimpin tercermin dari pikiran, perkataan, dan tindakan dengan pola yang konsisten dalam jangka waktu yang panjang.

Kita berharap agar para sinodesten dapat memilih Ephorus berkarakter dan berintegritas, yang bisa menempatkan kepentingan gereja HKBP di atas kepentingan pribadi maupun kelompok sempit dan sesaat.

Kita berharap agar para sinodestan dapat memiliki  kebulatan tekad,  memilih Ephorus bukan atas dasar balas budi, unsur kedekatan, unsur kelompok marga, unsur perkawanan, unsur kepentingan sempit, unsur kepentingan kedekatan,  "mammon", unsur titipan "penguasa", dan segala macam unsur duniawi untuk pemilihan Ephorus kali ini.

Marilah bersinode baik dengan menempatkan visi, misi, perbaikan sistem organisasi dan pelayanan   dan memilih figur yang berkarakter kuat dan berintegritas tinggi. (Penulis adalah Kepala Kantor BPJS Cabang Perintis Karo/ jemaat HKBP Medan Permai/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru