Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 02 Mei 2026

Bupati Tigor Komit Bangun Pendidikan untuk Putera-puteri Labuhanbatu

*Nelayan dan Daerah Pesisir Pantai Juga Dibangun
- Kamis, 13 November 2014 19:20 WIB
762 view
 Bupati Tigor Komit Bangun Pendidikan untuk Putera-puteri Labuhanbatu
SIB/Dok
BANTU MELAYANI: Bupati Labuhanbatu dr h Tigor Panusunan Siregar SpPD menyerahkan bantuan kapal motor secara simbolis kepada nelayan di Seiberombang Kecamatan Panai Hilir, baru baru ini.
Laporan: Efran Simanjuntak - Wartawan SIB

Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD menunjukkan komitmennya yang tinggi terhadap investasi sumber daya manusia. Komitmen diawalinya dengan menerapkan pendidikan gratis tingkat SLTA tahun 2012. Pemerintah pusat saja baru menerapkan pendidikan SLTA gratis tahun 2013.

Tingginya kepedulian terhadap sektor pendidikan, mendorong lembaga nirlaba dunia  dari AS USAID Prioritas Perwakilan Sumut, memberikan skor komitmen tertinggi kepada Bupati Labuhanbatu dibanding kepala-kepala daerah kabupaten/kota lainnya di Sumut.

Kerja sama dengan USAID Prioritas pun dijalin untuk lima tahun dari 2013. Kerjasamanya mendidik guru dalam program peningkatan mutu pendidikan. USAID  mendidik 1.250 guru dan Pemkab Labuhanbatu mendidik 1.250 guru, sehingga sudah 2.500 guru yang dididik dengan program 5 tahun menitikberatkan pada peningkatan mutu pendidikan  untuk masa depan.

Program tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda keberhasilan. Bupati  melihat program USAID Prioritas itu telah berhasil meningkatkan mutu pendidikan dasar di  Labuhanbatu, bahkan ia berharap tahun 2015, semua sekolah sudah melaksanakan akselerasi sesuai dengan Program USAID Prioritas.

Koordinator USAID Prioritas Sumut, Agus Marwan menilai sekolah mitra USAID Prioritas di Labuhanbatu telah mampu mengimplementasikan Kurikulum 2013.

“Produk pembelajaran yang dipamerkan sekolah mitra kita adalah produk-produk hasil pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013,” sebutnya, baru-baru ini di Rantauprapat.

Kurikulum 2013 menuntut guru-guru mampu mendesain pembelajaran yang bermutu dan pembelajaran aktif yang mampu mengoptimalkan seluruh kemampuan siswa-siswi dengan baik. “Pada tingkat SD/MI, USAID Prioritas mengembangkan PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) serta pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) untuk tingkat SMP/MTs,” terang Agus.

Pada kesempatan itu ia menegaskan dalam pelaksanaan program USAID Prioritas di Sumut yang baru berjalan satu tahun, Labuhanbatu dinilainya sudah cukup berhasil, bahkan Labuhanbatu yang terbaik untuk akselerasi. Menopang komitmennya, Bupati Tigor terus memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, baik secara kuantitas maupun kualitas dan mendekatkan lembaga pendidikan dari pemukiman penduduk di pedesaan. Sarana pendidikan termutakhir yang dibangun dan telah diresmikan bupati tahun 2013, adalah SMA Negeri 1 Bilah Barat, tepatnya di Dusun Binangatolang Desa Tanjungmedan. Kemudian berdiri SMA negeri di Kecamatan Bilah Barat sejak negera ini merdeka 1945. Untuk non fisik sektor pendidikan, tahun pelajaran 2013/2014, Bupati Labuhanbatu sangat menghargai prestasi orang dalam menuntut ilmu.

Buktinya tahun 2013 beasiswa diberikan kepada 491 orang putera-puteri Labuhanbatu yang diterima masuk di PTN, dengan besaran beasiswa Rp4 juta-Rp7 juta per orang, tergantung jurusan dan fakultasnya. Tahun 2014, Tigor kembali menantang 1000 putera-puteri Labuhanbatu yang duduk di kelas XII SLTA untuk mendapatkan Beasiswa Prestasi masuk ke PTN. Hasilnya, hampir 2 kali lipat dari tahun 2013 jumlah anak-anak Labuhanbatu yang masuk PTN tahun 2014.

Sekarang anak-anak Labuhanbatu yag masuk PTN itu sedang  kuliah.

Kata bupati, tahun 2035, siswa-siswi sekarang sudah berusia 37 tahun atau berada dalam fase usia produktif. Dengan bermimpi dan belajar keras saat ini, maka di usia 37 tahun kesuksesan akan diraih di tengah era yang semakin keras dan kejam.

Tahun 2045, usia anak-anak Labuhanbatu SLTA sekarang sudah sekitar 47 tahun, maka generasi-generasi tersebut kemungkinan yang memegang seluruh kendali kesuksesan termasuk menjadi presiden, gubernur atau pun bupati/walikota.

“Karena itu, mari para pelajar di Labuhanbatu berlomba-lomba meraih prestasi agar kelak dapat memimpin diri sendiri, keluarga, masyarakat, daerah Labuhanbatu, provinsi maupun memimpin Indonesia Raya ini”, ajak Tigor.

BENTUK ANAK SOLEH/SOLEHA
Pemenuhan komponen dasar kebutuhan hidup, seperti pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, lapangan kerja yang didukung infrastruktur sosial budaya ekonomi yang memadai, merupakan visi pembangunan “Labuhanbatu Mandiri 2015 Menuju Labuhanbatu Sejahtera 2020” yang telah, sedang dan akan terus diperjuangkan pemerintah kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu dibawah pimpinan Bupati dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD dan Wakil Bupati Suhari Pane SIP.

Bukan hanya kemajuan di bidang fisik dan ekonomi saja yang dikejar, kemajuan-kemajuan pada dimensi mental-spritual (berahklakul karimah), keagamaan, kebudayaan dan non fisik juga diupayakan secara selaras agar kehidupan masyarakat tidak hanya sejahtera secara lahir, tetapi juga secara batin.

Kebijakan Pemkab Labuhanbatu pada pembangunan non fisik untuk mencapai kemajuan pada dimensi mental dan spiritual itu adalah Program Labuhanbatu Mengaji, Pemberdayaan Bilal Mayit dan Program Sekolah Minggu (sunday school), yang semuanya dibiayai dari APBD.

Untuk Labuhanbatu Mengaji, dapat dikatakan bahwa program ini merupakan ide dan terobosan brilian dari Tigor Panusunan Siregar karena hanya Labuhanbatu daerah kabupaten/kota di Sumut yang menerapkan program di bidang keagamaan tersebut, bahkan mungkin di Indonesia. Program  ini telah dimulai tahun 2013 pada 100 masjid di seluruh (9) kecamatan. Tahun 2014 ini, program religius itu ditambah 112 masjid sehingga sudah 212 masjid yang sudah menjalankan program Labuhanbatu Mengaji. Dengan demikian, 212 guru mengaji menerima honor dari dana APBD sebesar Rp700.000 per orang setiap bulan.

Kepedulian Bupati Tigor tidak hanya kepada pemeluk agama mayoritas dicurahkan, juga kepada umat pemeluk agama lainnya. Umat Kristen diberdayakan menerapkan program Sekolah Minggu. Sudah 50 gereja yang ada di Kabupaten Labuhanbatu, guru sekolah minggunya diberi honor dari APBD.

Para Bilal Mayit juga tidak ditinggalkan Tigor. Khusus terhadap 200 pelaku utama Fardu Kifayah itu, akan diberikan honor sebesar Rp200.000 per orang per bulan dari APBD 2014.

Tigor menyebut melalui Labuhanbatu Mengaji, anak-anak Labuhanbatu diupayakan untuk tidak lagi buta aksara Al-Quran dan diharapkan dapat memahami Al-Quran secara baik dan benar, baik dari sisi nilai seninya maupun sisi nilai substansinya yang mengajarkan kasih sayang, cinta damai, penuh toleransi dan motivasi serta sugesti untuk mencapai kemajuan-kemajuan dunia dan akhirat. Harapan yang sama juga diletakkannya dari program Sekolah Minggu.

Khusus Labuhanbatu Mengaji dan Sekolah Minggu, kata Bupati Tigor, yang juga dokter spesialis penyakit dalam itu, niat yang dituangkan menjadi kebijakan Pemkab Labuhanbatu itu lahir dari keprihatinan melihat kondisi zaman terkini, di mana anak-anak sekarang sangat rapuh tergerus serbuan perilaku dan budaya negatif yang akan menghancurkan masa depan anak-anak.

Untuk membentengi anak-anak dari derasnya serbuan perilaku dan budaya negatif, utamanya dari jerat narkoba dan seks bebas, dilakukan dengan memberi ilmu agama (iman dan taqwa). Benteng iman dan taqwa itu hanya bisa menjadi perisai tangguh lewat pendidikan dan penanaman ilmu agama khususnya melalui pemahaman Al-Quran dan Sekolah Minggu.

“Jadi, di samping dijejalkan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, anak dan kemenakan kita harus dilapisi dengan perisai iman dan taqwa khususnya lewat Labuhanbatu Mengaji dan sekolah minggu, guna memudahkan jalan bagi mereka menjemput masa depan, baik untuk kehidupan di dunia maupun akhirat kelak,” ujarnya.

Niat tulus Tigor yang tidak ingin melihat masa depan generasi penerus bangsa menjadi suram telah dibuktikan dengan program populis tersebut. Pemkab sudah berdiri di baris paling depan pada program itu.

“Kini kita sebagai orangtua, masyarakat, alim ulama dan pemangku kepentingan, hendaknya juga dapat menopang Pemkab Labuhanbatu mengimplementasikan program Labuhanbatu Mengaji dan Sekolah Minggu untuk membentuk anak-anak Labuhanbatu yang soleh dan soleha di tengah-tengah masyarakat.
KELAUTAN DAN PENGEMBANGAN PESISIR

Bupati Tigor  menyadari  bahwa pembangunan  Labuhanbatu tidak hanya boleh ditumpukan pada daratan saja, melainkan juga mengarah pada sektor kelautan, perikanan dan pengembangan kawasan pesisir pantai. Tigor memetakan potensi kelautan dan perimanan daerahnya, di mana Labuhanbatu mempunyai 1  daerah konsentrasi penangkapan ikan di laut, yaitu Kecamatan Panai Hilir.

Sebagai salah satu daerah penangkapan ikan di laut, Panai Hilir dapat ditempuh dengan menggunakan jalur darat yang berjarak dari ibu kota kabupaten (Rantauprapat) sejauh ± 101 Km, dengan garis pantai ke arah Selat Malaka merupakan potensi perikanan tangkap yang cukup besar.

Namun demikian potensi tersebut belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan nelayan, terutama nelayan kecil. Sebagian besar nelayan menangkap ikan di sekitar pantai dengan alat tangkap yang kecil dan sederhana sehingga wilayah ini menjadi padat alat tangkap. Sedangkan wilayah laut yang lebih luas masih sedikit nelayan yang beroperasi. Dengan padatnya alat tangkap di sekitar pantai (s/d 4 mil) mengakibatkan stok ikan semakin sedikit sehingga produksi semakin berkurang.

Adapun sumber daya ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan merupakan hasil tangkapan nelayan dari laut, seperti mayung, bawal, teri, udang, senangin, kembung, kepiting, kerang, cumi-cumi dan lain-lain.

Ikan teri nasi atau lebih dikenal dengan ikan teri Medan merupakan salah satu produk unggulan Labuhanbatu yang tersohor di luar Sumatera Utara. Selain produk ikan tangkapan tersebut, terdapat juga ikan khas yang menjadi ciri khas produk Labuhanbatu yaitu ikan terubuk.

Ikan terubuk hanya terdapat terdapat di perairan Sungai Barumun dan di perairan Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Ikan itu pada umumnya tertangkap di perairan DAS Sungai Barumun, Kecamatan  Panai Hulu, Panai Tengah dan Panai Hilir.

Ikan terubuk lebih dikenal dikarenakan telurnya. Namun demikian, kondisi ikan terubuk ini semakin menunjukkan penurunan hasil tangkapan. Hal ini disebabkan terjadinya eksploitasi secara besar-besaran terhadap komoditas ini terutama yang akan memijah. Selain itu, terjadinya penurunan ekosistem perairan menyebabkan tingkat kelulushidupan ikan sangat kecil.

Pembangunan kelautan dan perikanan yang berdaya saing dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat Labuhanbatu, merupakan visi yang menjadi tujuan Pemkab Labuhanbatu dalam bentuk terwujudnya pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan, dengan tetap memperhatikan kelestarian sumberdaya kelautan dan perikanan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat khsusnya nelayan di pesisir pantai Labuhanbatu.

Untuk memberdayakan nelayan di daerah pesisir, Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD memiliki komitmen yang sangat tinggi, di mana Pemkab Labuhanbatu selalu menyalurkan bantuan kepada kaum marjinal di daerah pesisir.

Baru-baru ini, Bupati Tigor didampingi Kadis Perikanan Ir H Leo Sunarta MA menyerahkan bantuan Pengadaan Kapal Motor 5 GT dan Alat Tangkap Ikan Jaring Insang TA 2013 kepada 13 kelompok nelayan di Kecamatan Panai Tengah dan Kecamatan Panai Hulu yang terdiri dari Kelompok Nelayan Sejati, Famili Jaya, Nelayan Jaya, Ikabina Barumun, Abadi Jaya, Saufara, Putra Pane, Ika Lia, Bahagia, Usaha Setia Kita dan Kolompok Nelayan Sejahtera, masing-masing berposisi di Desa Seimerdeka Kecamatan Panai Tengah serta Kelompok Nelayan Fajar Menyingsing dan Mentari di Desa Teluksentosa Kecamatan Panai Hulu.

Bupati juga menyarankan nelayan-nelayan kecil dan tradisional membentuk kelompok yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB). Melalui wadah KUB, diharapkan terjalin kerja sama antara nelayan dalam mengembangkan kelompok agar lebih maju dan mandiri serta penguatan modal usaha kelompok untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan nelayan.

Bagi Pemkab hal itu akan lebih memudahkan melakukan pembinaan dan koordinasi. Melalui KUB, nelayan dapat menyampaikan informasi dan kendala yang dihadapi dan memudahkan berkoordinasi untuk mencari alternatif pemecahan masalah nelayan.

KUB yang telah terbentuk di Kabupaten Labuhanbatu dan terdata di dinas terkait, sebanyak 57 tersebar di Kecamatan Panai Hulu, Panai Tengah dan Panai Hilir.
Sebahagian besar nelayan Labuhanbatu termasuk nelayan tradisional dengan tingkat kehidupan dan kesejahteraan yang sangat sederhana. Para nelayan rata-rata mereka tinggal di rumah kumuh dan rumah yang sangat sederhana, bahkan kurang memenuhi syarat sebagai rumah sehat. Rumah-rumah nelayan sebagian besar terbuat dari kayu dengan atap rumbia. Letaknya tidak beraturan dan sebagian dibangun di atas air. Kondisi ini menyebabkan perumahan nelayan menjadi kumuh dan rawan bahaya kebakaran dan degradasi pantai.

Sarana dan prasarana infrastruktur wilayah pesisir terutama di sekitar perkampungan nelayan juga masih sangat minim, terutama jalan, saluran air dan air bersih. Tingkat pendidikan yang dimiliki juga sangat rendah dengan skill yang sederhana mengakibatkan mereka kurah paham tentang pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan alam seoptimal mungkin yang pada akhirnya tidak dapat meningkatkan taraf hidupnya ke arah yang lebih baik.

Namun demikian Pemkab Labuhanbatu telah berupaya memperbaiki/membangun jalan kampung/desa nelayan, dan diharapkan infrastruktur di pemukiman lebih sehat serta lebih tertata rapi sehingga kekumuhan kampung nelayan dapat dikurangi. Semoga !!!. (r)






SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru