Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 02 Mei 2026

TNI Siapkan Pasukan Mendukung swasembada Pangan Dicanangkan Jokowi

- Kamis, 22 Januari 2015 21:05 WIB
526 view
Bojonegoro  (SIB)- Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menargetkan swasembada pangan di republik ini 3 tahun lagi. Berbagai upaya diprioritaskan untuk menyukseskan target ini. Salah satunya dengan melibatkan jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat, lewat pengerahan Bintara Bina Desa (Babinsa).

Hal ini disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Republik Indonesia, Jenderal Gatot Nurmantyo ketika melakukan lawatan di Kabupaten Bojonegoro dan hadir di tengah-tengah petani Bojonegoro yang unjuk karya panen raya padi di Desa Gedungarum Kecamatan Kanor, Rabu (21/1) pagi tadi.
Lebih lanjut Pimpinan tertinggi di Angkatan Darat ini menyampaikan, target ini tidak mustahil, setelah melihat unjuk karya panen padi di Kabupaten Bojonegoro. Menurut KSAD, di Bojonegoro saja produksi tanaman gabah sudah mencapai angka 900 ribu lebih.

Untuk menyukseskan target swasembada pangan di Indonesia ini, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan pertanian.

Pemerintah, lanjut Gatot, memberikan perhatian khusus untuk swasembada pangan di Indonesia. Salah satunya adalah pembangunan waduk Karangnongko segera terwujud. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro siap berpartisipasi 10% untuk pembangunan waduk Karangnongko. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro siap mengalokasikan Rp 100 miliar.

Menurut Gatot, bila Pemkab saja berani berpartisipasi Rp 100 miliar, maka pemerintah pusat akan lebih besar. Sehingga alokasi yang dikeluarkan pemerintah pusat nantinya lebih dari Rp 800-900 miliar.

Untuk menyukseskan swasembada pangan ini, prajurit TNI harus bersatu bersama masyarakat Bojonegoro. Sinergi yang sudah dibangun antara Babinsa dan petani di Kabupaten Bojonegoro harus ditingkatkan.

Bupati Bojonegoro, Suyoto dalam kesempatan ini mengatakan, bila di daerah lain marak unjuk rasa, maka di Bojonegoro sebaliknya yakni unjuk karya petani.
Acara ini dihadiri juga oleh Dirjen Kementerian Pertanian Hasil Sembiring, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, dan Pangdam V Brawijaya, Mayjen Eko Wiratmoko.

Suyoto menuturkan, beberapa waktu, lalu selain panen raya padi, petani bawang merah di wilayah Kecamatan Kedungadem juga melakukan unjuk karya panen bawang merah.

Minggu depan, lanjut Suyoto, petani bawang merah di kecamatan Kedungadem juga akan melakukan hal serupa. Panen kali ini adalah berkah luar biasa yang dirasakan oleh seluruh petani Bojonegoro. Karena beberapa tahun lalu, panen bagi petani di wilayah ini bagai sekedar mimpi.

Kini setelah dibangunnya tanggul, daerah ini berubah yang dulunya adalah ladang tangisan menjadi ladang kebahagiaan.

Di 2009 lalu, pernah terjadi peristiwa heroik, karena luapan sungai Bengawan Solo mengancam tanggul dan mengancam ratusan hektar tanaman warga yang siap panen.

Untuk menyelamatkan hamparan areal tanaman padi ini, seluruh komponen baik masyarakat, TNI dan Polri bahu membahu memperbaiki tanggul. Selama 16 hari lamanya, masyarakat, pemerintah, TNI dan Polri bahu membahu bekerjasama bergotong royong membangun tanggul di Desa Grape Kecamatan Kanor.

Tanggul sepanjang 1,7 kilometer ini selesai dikerjakan secara gotong royong selama 16 hari dan menghabiskan kurang lebih 20.000 karung plastik yang diisi dengan pasir.

Peningkatan produktivitas di bidang pertanian di Bojonegoro ini harus didukung oleh beberapa faktor, di antaranya adalah ketersediaan air untuk irigasi areal pertanian. Oleh karenanya, selain mengintensifkan pembangunan embung di beberapa titik yang jauh dari aliran sungai Bengawan Solo, faktor lain adalah ketersediaan pupuk yang harus dijamin agar mendukung pada masa musim tanam.

Kemudian, pemilihan bibit unggul dan pemupukan berimbang, serta pengendalian hama juga mutlak dilakukan.

Produksi padi Bojonegoro di 2014 mencapai 853.237 ton, dari luasan areal seluas 150.962 hektar. Tahun ini, ditargetkan meningkat, dengan catatan mendapatkan dukungan dari segi pengairan, pupuk dan lain sebagainya. Target 2015, luas panen 161.989 hektar dengan produktivitas 6,3 ton per hektar, sehingga total produksi mencapai 1.020.530 ton.(dtf/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru