Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Menakar Dampak Kehadiran PT SOL di Tapanuli Utara

Oleh: Bangkit Nababan SH
Redaksi - Minggu, 22 Februari 2026 14:55 WIB
156 view
Menakar Dampak Kehadiran PT SOL di Tapanuli Utara
harianSIB.com/Dok
Bangkit Nababan SH

Selain persoalan lingkungan, pemerataan manfaat ekonomi juga menjadi sorotan. Sebagian masyarakat menilai bahwa peluang kerja dengan pendapatan tinggi masih lebih banyak diisi oleh tenaga kerja dari luar daerah, sementara warga lokal memperoleh posisi yang lebih terbatas. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa ketidakadilan sosial apabila tidak diimbangi dengan kebijakan prioritas tenaga kerja lokal, pelatihan keterampilan, serta upaya peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu bersaing di sektor industri.

Perubahan struktur ekonomi desa juga membawa konsekuensi jangka panjang. Ketika sebagian masyarakat mulai beralih dari sektor pertanian menuju pekerjaan yang berkaitan dengan perusahaan atau sektor pendukungnya, stabilitas ekonomi lokal dapat menjadi rentan terhadap dinamika industri energi. Jika suatu saat aktivitas perusahaan menurun atau kebutuhan tenaga kerja berkurang, masyarakat yang tidak memiliki alternatif penghasilan bisa menghadapi tekanan ekonomi baru. Ketergantungan pada satu sumber ekonomi selalu menyimpan risiko bagi keberlanjutan kesejahteraan masyarakat desa.

Masuknya industri besar juga membawa perubahan sosial budaya. Luat Pahae dikenal memiliki struktur adat dan solidaritas komunal yang kuat. Kehadiran pekerja dari luar daerah, meningkatnya peredaran uang tunai, serta perubahan pola konsumsi masyarakat berpotensi memengaruhi nilai kebersamaan yang selama ini menjadi fondasi sosial desa. Dalam kondisi tertentu, perubahan yang berlangsung cepat dapat memunculkan gesekan sosial, terutama jika masyarakat merasa manfaat ekonomi yang diterima tidak sebanding dengan dampak yang mereka alami.

Kerugian lain yang perlu diperhitungkan adalah kemungkinan berkurangnya ruang ekonomi tradisional masyarakat. Jika sebagian wilayah terdampak proyek atau mengalami perubahan fungsi, masyarakat dapat kehilangan akses terhadap lahan produktif maupun sumber daya alam yang sebelumnya menopang kehidupan mereka. Bagi masyarakat agraris, kehilangan ruang produksi bukan hanya berdampak pada pendapatan, tetapi juga menyangkut keberlanjutan identitas sosial dan budaya yang selama ini melekat pada kehidupan mereka.

Menilai kehadiran SOL di Tapanuli Utara tidak dapat dilakukan secara hitam putih. Perusahaan memang telah memberikan kontribusi nyata melalui investasi, pembukaan lapangan kerja, serta penyaluran CSR bernilai miliaran rupiah yang mendukung pembangunan sosial masyarakat. Namun pada saat yang sama, potensi dampak lingkungan, ketimpangan manfaat ekonomi, perubahan sosial, serta risiko ketergantungan ekonomi tetap memerlukan perhatian serius dari semua pihak.

Agar investasi ini benar-benar membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat adalah dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, serta keadilan distribusi manfaat. Perusahaan perlu memastikan transparansi dalam pengelolaan dampak lingkungan, memberikan prioritas bagi tenaga kerja lokal, serta menjalankan program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada kemandirian ekonomi desa. Pemerintah daerah juga memiliki peran penting dalam memastikan pengawasan berjalan konsisten dan aspirasi masyarakat menjadi bagian dari proses pengambilan kebijakan.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
20 Kelurahan di Tebingtinggi Terima Bantuan CSR dari LPCI
Nuril Butuh Solusi Bukan Polemik
RI Bidik Investasi Kelapa Sawit dan Wisata di Kepulauan Solomon
Termiskin di Humbahas, Desa Sigulok dan Sanggarbatu Butuh Infrastruktur Jalan
Jokowi Usul Two State Solution untuk Perdamaian Palestina-Israel
Pertamina dan Hiswana Migas Sumut Serahkan Bantuan CSR di Lhokseumawe
komentar
beritaTerbaru