Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Kadiskes Sumut: Lulusan Akbid dan Akper Harus Mampu Bersaing Menghadapi MEA

- Senin, 29 Februari 2016 18:45 WIB
993 view
Kadiskes Sumut: Lulusan Akbid dan Akper Harus Mampu Bersaing Menghadapi MEA
SIB/Dok
Anggota DPR-RI Komisi 7 Gus Irawan Pasaribu ( 2 dari Kiri) dan Kadis Kesehatan Sumut Raden Roro Siti Hartati (5 dari kiri) foto bersama dengan pengurus yayasan, staf pengajar dan mahasiswa berprestasi dalam acara Capping Day Akbid dan Akper angkatan
Medan (SIB)- Lulusan Akbid dan Akper harus mampu bersaing dalam menghadapi MEA agar  kelak bisa diserap oleh lapangan kerja.  Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumut Raden Roro Siti Hartati pada acara Capping Day Akbid dan Akper Yayasan Indah Medan, Kamis (18/2) di Asrama Haji Medan.

Menurut Roro salah satu yang menjadi tantangan pada MEA adalah akan terjadinya persaingan tenaga kerja dimana  pekerja asing akan masuk ke Indonesia. Hal itu tentu akan menjadi tantangan bagi alumni Akbid dan Akper sehingga mereka harus mampu membekali diri dengan kompetensi ilmu pengetahuan dan teknologi  yang terus berkembang . “Lulusan Akbid dan Akper harus bisa membekali diri dengan kemampuan akademis yang standar dan memiliki kemampuan bahasa  sebagai nilai tambah,” ungkapnya

Untuk itu setiap perguruan tinggi negeri maupun swasta harus mampu mempersiapkan alumninya sebaik mungkin  agar tidak ketinggalan dengan tenaga kerja asing dan bisa diserap oleh lapangan kerja kerja.

Pada pidatonya di hadapan ratusan mahasiswa dan mahasiswi Akbid dan Akper Yayasan  Indah Medan, Roro berpesan agar dalam menempuh pendidikan lebih serius, “Momen Capping Day ini harus diresapi sebagai komitmen untuk terus belajar-belajar dan belajar, sehingga jika kelak tamat bisa diserap oleh lapangan pekerjaan sebagai tenaga kerja yang profesional dan memiliki kompetensi tinggi,” ujarnya

Sementara Sekretaris Kopertis Wilayah I Sumut Rudi Nababan,  menyebutkan bahwa para mahasiswa harus mampu mengasah diri terus menerus sehingga kemampuannya terus bertambah, seiring dengan peningkatan ilmu dan teknologi. Kemudian lembaga pendidikan juga harus prefesional dalam menyajikan pendidikan dengan  didukung oleh para pengajar yang profesional dan perlengkapan belajar mengajar yang memadai.

“Lembaga pendidikan  harus profesional untuk menempa para mahasiswa/mahasiswi agar mereka mampu untuk bersaing di era globalisasi saat ini seperti  MEA salah satunya. Semua itu juga harus disambut dengan kesungguhan belajar oleh  mahasiswa,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Yayasan  Akbid/Akper Indah Medan Muhammad Riski Ramadhan Hasibuan  dalam sambutannya mengatakan  salah satu upaya dalam mengantisipasi kebutuhan dan tantangan tenaga kerja kedepan adalah dengan menyesuaikan tuntutan stake holder atau pemakai lulusan sehingga para alumni kelak bisa diserap lapangan kerja dengan kompetensi yang handal. Yayasan terus berbenah untuk menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.

Dia menyebutkan bahwa Capping Day merupakan proses awal bagi mahasiswa/i untuk bergabung dalam wadah profesi.  Untuk itu perlu pemantapan tekat Sebelum melaksanakan praktek klinik keperawatan maupun kebidanan pada lahan praktek yang akan digeluti pada masa pendidikan nantinya.

Pantauan SIB pada acara tersebut 74 Akbid dan Akper yang disematkan Capping. Penyematan tersebut merupakan tanda bahwa para mahasiswa dan mahasiswi  sudah siap   untuk dapat melaksanakan prakter belajar lapangan baik di rumah sakit, klinik, maupun Puskesmas.

Hadir dalam acara tersebut Anggota DPR-RI Komisi 7 Gus Irawan Pasaribu, Walikota Tangjungbalai diwakili penasehat Yayasan Indah, H Zulkifli Amsar Batubara beserta orang tua mahasiswa/mahasiswi  dan  seluruh jajaran staf pengajar Yayasan Akbid Indah. (DIK-3/ r)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

Jakarta(harianSIB.com)PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat laba periode berjalan yang dapat diat