Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 24 Juni 2026

Retreat dan Pelepasan Siswa Methodist 8 Medan Lancar

- Senin, 07 April 2014 16:03 WIB
1.078 view
 Retreat dan Pelepasan  Siswa Methodist 8 Medan Lancar
Medan (SIB)- Retreat dan pelepasan  siswa kelas  IX SMP, XII SMA  dan XII  SMK Perguruan Methodist  Indonesia-8 (PKMI-8 Medan) di Jalan KL Yos Sudarso  No 166-A Medan  dilaksanakan  21-23 Maret 2014  di Niagara Hotel Parapat berlansung  dengan baik ,lancar dan  mantap.

Acara retreat dan pelepasan siswa tersebut merupakan agenda tahunan sekolah  yang  selalu dilaksanakan  pada bulan Maret. Hal itu dikatakan Ketua Panitia Retreat , Drs Harun Nainggolan.

Dikatakan, tujuan dari kegiatan adalah untuk membekali peserta didik yang akan menghadapi Ujian Nasional Tahun 2014  agar siap secara mental dan spiritual, sehingga tradisi Methodist -8  lulus 100 %  seperti tahun-tahun  sebelumnya  dapat dipertahankan secara kwalitatif  dan ditingkatkan.

Sedangkan persiapan kognitif sudah dipersiapkan di dalam proses belajar mengajar  di sekolah. Persiapan mental spiritual dimantapkan  dalam acara retreat  yang dibimbing  3 pendeta ,yakni Pdt Alberto Silaban, Pdt Jhonny Simanjuntak dan Pdt  Netty Aritonang MTh.

Adapun tujuan lain yang ingin dicapai  adalah agar setiap peserta didik mengandalkan Tuhan dalam proses pencapaian  cita-cita, khususnya kelas XII SMA/SMK  yang  akan melanjutkan study ke perguruan tinggi.

Dalam pembinaannya, Pdt Netty Aritonang MTh mengutip,  Mazmur 127 : 4 , sebagai inti dari pembinaan yang berkata " Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak  muda pada masa muda". Dijelaskan, bahwa siswa sebagai anak panah bisa memiliki hidup yang berarti  apabila dibentuk oleh tangan Tuhan.

Disamping  dua tujuan di atas, setiap peserta diharapkan memperbaharui hubungan yang semakin baik dengan orangtuanya, melalui malam inagurasi, kata ketua panitia Drs Harun Nainggolan.

Pada malam inagurasi siswa peserta retreat  diarahkan untuk merenungkan tingkah laku, sikap dan perbuatan terhadap orangtua yang tidak berkenan di mata Tuhan. Kemudian siswa dituntun membuat surat kepada orangtua berupa komitmen untuk berubah  kea rah yang lebih baik.

Pimpinan Perguruan Methodist 8 Medan, Drs Jatongam Nainggolan MM mengingatkan, setiap peserta retreat harus berusaha keras, belajar keras, dan bekerja keras  agar mempunyai hidup yang berarti. Dengan demikian sepuluh tahun kemudian kalau peserta retreat bertemu sesama teman sekelas atau bapak/ibu guru, ada banyak hal yang luar biasa yang akan diceritakan sebagai bukti bahwa hidupmu berarti.

Acara retreat diikuti sekira 200 siswa didampingi Kepala SMP, SMA dan SMK, wali kelas dan beberapa staf dan pegawai Methodist 8 Medan. (A6/ r)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru