Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Perguruan Tinggi Banyak Tapi Minim Inovasi

- Senin, 21 Maret 2016 18:53 WIB
176 view
Jakarta (SIB)- Staf Ahli Bidang Akademik Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Paulina Pannen mengatakan jumlah perguruan tinggi di Tanah Air mencapai 4.413 namun inovasi yang dihasilkan masih minim.

"Perguruan tinggi kita mencapai 4.413, jauh lebih banyak dari Amerika Serikat yang hanya ada sekitar 3.000-an perguruan tinggi," ujar Paulina dalam acara "Innovation Fair" yang diselenggarakan Universitas Sampoerna di Jakarta, Minggu.

Dia menambahkan jika seluruh perguruan tinggi di Tanah Air berpacu dalam melakukan inovasi, maka hal itu akan menjadi kekuatan luar biasa bagi bangsa.
"Perguruan jangan hanya jadi "tukang" mengajar saja tetapi juga agen dalam bidang teknologi," tambah dia.

Paulina menyebut bahwa inovasi merupakan salah satu syarat untuk mencapai masyarakat berpengetahuan. Hal itu bisa dimulai dari perubahan paradigma.
Kecintaan akan riset dalam menciptakan inovasi, lanjut dia, tidak hanya tumbuh di perguruan tinggi tetapi sejak dini.

"Anak harus diasah rasa ingin tahunya. Penelitian dan inovasi itu harus dibina sejak dini dimulai dari TK, SD, SMP dan SMA," terang dia.

Sayangnya, sambung dia, saat ini belum dalam kondisi ideal. Banyak anak SMA yang lebih memilih peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dibandingkan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

"Padahal saat ini kita kekurangan insinyur, sayangnya banyak anak SMA yang lebih memilih IPS," keluh dia.

Sementara itu Rektor Universitas Sampoerna, Dr Wahdi Salasi April Yudhi, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan USAID, Intel Indonesia, The New York Hall of Science (NYSCi), and Tuft University - New York, menyelenggarakan kegiatan "Science Mathematics and Art Laboratory" (SMART LAB).

SMART Lab dirancang untuk memudahkan guru dan siswa dalam pembelajaran "Science, Technologi, Engineering, Art and Math"(STEAM).

"Dalam dua tahun masa penyelenggaraan, program SMART Lab telah berhasil menunjukan hasil positif. Hal ini terlihat dari semakin bertambahnya minat para pelajar untuk bergabung dalam program STEAM dan mempelajarinya melalui metode ajar yang inovatif, atraktif dan dinamis," kata Wahdi. (Ant/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru