Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026
Prof Syawal Gultom:

Guru Penentu Pembentukan Karakter SDM Bangsa

- Senin, 21 Maret 2016 19:01 WIB
442 view
Medan (SIB)- Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan  Kemenristekdikti, Prof Intan Ahmad PhD mengatakan, ada kabar baik yang datang dari dunia pendidikan Indonesia. Kabar tersebut untuk para dosen yang berprestasi, yang masih bergelar Strata Satu  (S1).Sebagai apresiasi atas pengabdian membangun dunia pendidikan bangsa, pemerintah melalui Kemenristekdikti akan memberikan kesetaraan jenjang pendidikan setingkat magister (S2) bagi dosen yang berprestasi.

Dalam 10 tahun terakhir ini masih ada dosen di sejumlah Perguruan Tinggi yang berjenjang pendidikan S1, kata Intan dalam Seminar Nasional “Membangun Negeri dari Sekolah Melalui Profesionalisme Guru” sekaligus pelantikan pengurus Ikatan Alumni (IKA) Unimed di Auditorium Unimed, Jumat (18/3).

Dikatakan, padahal, dalam Undang-Undang No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, sebagai tenaga pengajar di perguruan tinggi, maka dosen tidak boleh bergelar strata satu (S1). "Karena fenomena tersebut masih terjadi di dunia pendidikan Indonesia, pemerintah mewacanakan program penyetaraan pendidikan magister bagi dosen yang berprestasi mengabdi 10-15 tahun," katanya.

Kesetaraan sertifikasi yang masih dalam proses pembahasan di Kemenristekdikti, tidak serta merta memberikan peluang kepada dosen-dosen tersebut untuk memperoleh gelar magister. "Kesetaraan ini bukan berarti memberikan kepada dosen berprestasi itu gelar magister. Bukan demikian maksudnya. Gelar magister itu tetap akan disandang jika dosen melanjutkan studinya ke tingkat selanjutnya. Wacana ini secara teknisnya masih dalam pembahasan di pusat,"katanya.

Intan mendorong, agar para dosen yang masih bersertifikat S1 untuk melanjutkan jenjang pendidikannya, agar dapat meneruskan pengajarannya sesuai dengan UU 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Sebelumnya, Rektor Unimed Prof Syawal Gultom MPd mengatakan, Indonesia adalah bangsa yang besar dan membangun bangsa yang besar ini harus dimulai dari sekolah.

Dikatakannya, para ahli dunia memformulasikan, sekolah seharusnya digunakan sebagai tempat belajar dan mengajar yang nyaman agar kreatifitas sumber daya manusia yang tak lain para generasi bangsa dapat tereksplorasi dengan maksimal.

Oleh karena itu,  membangun karakter bangsa harus dibentuk sejak dini yang dimulai dari sekolah. "Guru lah penentu pembentukan karakter SDM bangsa, yang diharapkan mampu meningkatkan mengeksplorasi kreatifitas anak bangsa,” katanya. (A01/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru