Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026
Manajemen Ruang Kelas Harus Diperkuat

Banyak Infrastruktur Kampus Mubazir

- Senin, 18 April 2016 17:39 WIB
259 view
Jakarta (SIB)- Kemristekdikti akan menata ulang efisiensi penggunaan infrastruktur di perguruan tinggi. Geliat pembangunan infrastruktur di kampus juga dikritisi sering tidak selaras dengan meningkatnya produktivitas riset dan inovasi yang dihasilkan.

Menteri Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir mengatakan bahwa laju pembangunan infrastruktur di sejumlah perguruan tinggi belum berbanding lurus dengan jumlah inovasi yang dihasilkannya. Penggunaan anggaran untuk alokasi pembangunan infrastruktur di perguruan tinggi belum berjalan efektif dan efisien.

Nasir masih menemukan banyak keberadaan ruang kelas dan laboratorium di kampus yang manajemen pengelolaannya belum optimal. Ia menemukan banyak ruang kelas dan laboratorium yang pada jam-jam tertentu sering kosong tidak digunakan. "Dan itu terjadi hampir di seluruh fakultas dalam satu kampus yang sama," katanya.

Tidak hanya ruang kelas, tidak optimalnya penggunaan juga terjadi pada laboratorium. Ia mencontohkan, dalam satu perguruan tinggi, beberapa fakultas di dalamnya sering kali memiliki jenis laboratorium yang sama.

Padahal seharusnya, sebuah laboratorium dapat digunakan secara bersama-sama untuk satu keperluan yang sama. "Misalkan laboratorium kimia dasar di jurusan kimia, nanti di jurusan fisika ada juga laboratorium kimia dasar. Ini sebuah pemborosan," tegas Nasir.

Untuk itu, mantan Rektor Universitas Diponegoro ini akan menerapkan sistem manajemen ruang kelas di kampus-kampus, terutama yang berstatus negeri. Akan dimulai dengan mendorong kepemilikian ruang kelas dan laboratorium pada universitas, bukan kepemilikan fakultas.

"Ruang kuliah itu seharusnya milik universitas, sehingga universitas berhak mengatur manajemen penggunaannya agar tidak mubadzir," tandas Nasir.
Dengan manajemen ruang kelas yang efisien, Nasir berharap dapat menekan biaya kuliah yabg dibebankan kepada mahasiswa. Anggaran hasil efisienai infrastruktur juga dapat dialihkan untuk menggenjot produktivitas riset, dan inovasi di kampus. "Kampus jangan sampai jadi proyek mercusuar yang minim manfaat bagi masyarakat," tegas dia.

Penerapan manajemen ruang kelas ini akan diterapkan secara nasional. Untuk mendorongnya, Nasir akan menggelar lomba efisiensi infrastruktur kampus. "Kampus mana yang bisa efisien akan dapat insentif misalkan diberi bantuan lima miliar atau lainnya," sebut Nasir.

Pemborosan infrastruktur kampus itu juga dikritisi Nasir, karena seringkali tidak berbanding lurus dengan produktivitas riset dan inovasi yang dihasilkan kampus. "Sekarang ini ruang kelas dan laboratorium megah, tapi tidak menghasilkan apa-apa," sindir Nasir.

Seharusnya, laju pembangunan infrastruktur selaras dengan produktivitas risetnya. Agar hasil riset perguruan tinggi dapat bermanfaat bagi masyarakat. "Dengan begitu pengabdian kampus terhadap masyarakat dapat berbasis riset," kata Nasir.

SAMBUT POSITIF
Pengamat pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Said Hamid Hasan menyambut positif rencana Menristekdikti tersebut. Sebab saat dirinya menjadi asesor di BAN PT pun memang ditemukan kampus-kampus yang memiliki banyak laboratorium dan ruang kelas yang tidak terpakai. "Saya kira ini terobosan yang sangat bagus, memang faktanya banyak infrastruktur yang mubadzir," katanya.

Kendati demikian, ia juga mengingatkan, bahwa infrastruktur kelas dan laboratorium yang over use di kampus juga ada. Sehingga, kebijakan manajemen ruang kelas tersebut harus diperkuat dengan pendataan yang akurat.

Tujuan pendataan agar kebijakan yang diterapkan tidak gebyah uyah atau disamaratakan.

Melainkan harus disesuaikan dengan kondisi kampus itu sendiri.
Ia menambahkan, hasil efisiensi anggaran di bidang infrastruktur dapat dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak. "Seperti riset, lebih baik digunakan untuk meningkatkan produktivitas riset, laboratorium yang tidak terpakai bisa dibuat laboratorium yang fungsinya lebih advance," tegasnya. (KJ/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru