Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Sekolah Gratis untuk Kemajuan Pendidikan Rakyat

- Senin, 21 April 2014 14:50 WIB
397 view
Sekolah Gratis untuk Kemajuan Pendidikan Rakyat
Jakarta (SIB)- Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pertama kali menerapkan sekolah gratis pada 2005 untuk tingkat SD dan SMP.

Pemerintah kemudian memperluas penerapan sekolah gratis hingga SMA pada tahun ajaran 2012/2013, dan kemudian secara efektif diberlakukan pada tahun ajaran 2013/2014.

Demikian tertuang dalamĀ  buku "Satu Dasawarsa Membangun Untuk Kesejahteraan Rakyat" yang dikutip Antara di Jakarta, Jumat.

Penerapan sekolah gratis bisa terlaksana setelah pemerintah menerapkan pembebasan biaya sekolah melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Dana BOS terus ditingkatkan dari Rp5,14 triliun pada 2005 naikĀ  drastis menjadi Rp27,48 triliun pada 2013. Dana BOS yang dikucurkan untuk membebaskan biaya operasional pendidikan mencapai Rp243,28 triliun sepanjang 2005 hingga 2013.

Besarnya dana BOS itu telah membantu puluhan juta siswa SD, SMP dan SMA untuk bisa mengenyam pendidikan secara murah, mudah dan terjangkau.

Para siswa dan orang tua siswa relatif tidak dipusingkan dengan biaya sekolah, kecuali untuk hal-hal yang sifatnya personal antara lain seperti transpor ke sekolah, uang jajan, tas, baju seragam, buku tulis, dan pulpen.

Pemerintah juga menyediakan Bantuan Siswa Miskin (BSM) untuk jenjang SD hingga SMA dan sejak 2009 memberikan beasiswa Bidik Misi untuk mahasiswa.

Jumlah siswa penerima BSM pada 2013 tecatat 16 juta siswa dengan anggaran Rp6 triliun. Sementara jumlah penerima Bidik Misi 200 hingga 2013 tercatat 91.412 mahasiswa dengan alokasi anggaran Rp914,12 miliar.

Adanya BSM dan beasiswa tersebut diharapkan semakin memudahkan siswa dari keluarga miskin untuk terus mengenyam pendidikan sehingga diharapkan akan memotong mata rantai kemiskinan.

Penerapan pendidikan mudah, murah dan terjangkau juga semakin sukses dengan penerapan BOS Daerah baik yang bersumber dari APBD Kabupaten/Kota maupun APBD Provinsi.

Jumlah pembangunan gedung SD sederajat sepanjang 2004 hingga 2013 sebanyak 24.030 unit, SMP sederajat sebanyak 27.656 unit dan gedung SMA sederajat sebanyak 15.221 unit, serta perguruan tinggi sebanyak 1.387 unit. (Ant/h)

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 21 April 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru