Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026
Seminar The Power of Leadership di UNITA

Prof Dr Belferik Manullang: Setiap Orang Sejak Lahir Sudah Miliki Jiwa Kepemimpinan

- Senin, 14 November 2016 17:08 WIB
1.310 view
Prof Dr Belferik Manullang: Setiap Orang Sejak Lahir Sudah Miliki Jiwa Kepemimpinan
SIB/Bongsu Batara Sitompul
FOTO BERSAMA: Rektor UNITA Ir Adriani Siahaan MP bersama Pembatu Rektor II Arta Junita Hutahayan SP MSi, Pj Dekan FKIP Dr Jumaria Sirait MPd, Pj Dekan I Drs Bonari Tambunan MHum, Pj Sekretaris Prodi Bahasa Inggris Musrafiddin Simanullang SPd MHum dan Dose
Silangit (SIB) -Di dalam diri setiap orang sejak lahir sudah memiliki jiwa kepemimpinan atau the power of leadership. Motivasilah diri untuk mengembangkan itu.
Hal itu disampaikan Prof Dr Belferik Manullang dalam seminar the power of leadership memperingati Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa di Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli, Sabtu (5/11).

Seminar itu bertema "Pemuda Pemimpin Bangsa dan Negara Indonesia", dan subtema, "Dengan semangat Sumpah Pemuda mari wujudkan mahasiswa bebas Narkoba".

"Pemimpin harus memiliki  keberanian untuk mewujudkan apa dirasakan dan dipikirkan. Perlu diketahui,  di dalam kehidupan ini setiap orang  sudah  memiliki sifat kepemimpinan.  Kita bisa lebih hebat dari apa yang kita pikirkan, " ujar Belferik

Dia mengungkapkan, yang paling utama ditanamkan dalam sikap kepemimpinan yakni sikap positif.

"Salah satu yang patut kita contoh,  Alm DR GM Panggabean  yang mendirikan UNITA yang  sudah menjadikan warga Tapanuli menjadi sarjana yang profesional. Dalam hidup ini yang dicari adalah kebahagiaan .Yang membuat orang bahagia, apabila hatinya bagus, " tuturnya.

"Khususnya bagi para pemuda jangan terlibat Narkoba. Semua itu harus dijauhi. Kekuatan di dalam setiap manusia itu ada di hatinya tulus. Yakinlah, bila semuanya dimulai dengan hati yang tulus, kehidupan pasti akan sukses, " katanya.

Rektor UNITA Ir Adriani Siahaan MP menyambut baik pemaparan pembicara, yang  memberikan motivasi  bagi mahasiswa UNITA.

" Apa yang telah dipaparkan itu, kiranya bisa memotivasi kita  untuk memiliki sikap kepemimpinan. Khususnya bagi para mahasiswa yang merupakan generasi penerus bangsa. Tanamkanlah sejak dini sikap power of leadership itu, " ujarnya.

Selain Prof Dr Belferik Manullang,  ada beberapa narasumber lainnya  menjadi pembicara seperti Pembatu Rektor II UNITA Arta Junita Hutahayan SP MSi, Pj Sekretaris Prodi Bahasa Inggris  Musrafiddin Simanullang SPd MHum, Pj Dekan FKIP Dr Jumaria Sirait MPd dan Ketua Prodi Matematika Dr Meslin Silalahi MPd.

Musrafiddin Simanullang SPd MHum dalam pemaparannya menyampaikan, Basaha Indonesia merupakan  identitas bangsa. Tetapi nilai - nilainya saat ini mulai merosot.

" Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 merupakan sejarah lahirnya Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional.

Bahasa itu merupakan alat komunikasi, ciri khas dan identitas suatu bangsa, " terangnya.

Menurutnya, perlu dicermati hal yang dapat mengakibatkan nilai Bahasa Indonesia merosot yakni, dampak globalisasi, media massa, bahasa gaul, poster atau iklan berbahasa asing dan bahasa daerah.

"Maju bahasa, majulah bangsaku. Kacau bahasa kacaulah bangsa. Baik buruknya, maju mundurnya dan teratur kacaunya Bahasa Indonesia merupakan tanggung jawab setiap orang yang mengaku sebagai warga negara Indonesia yang baik, " tuturnya.

Kemudian Arta Junita Hutahayan SP MSi dalam pemaparan mengungkapkan, masa depan pemuda di pertanian.

" Masa depan negara itu tidak akan maju tanpa ada petani. Mau jadi apa negara ini kalau tidak ada petani. Karena petani  merupakan penghasil pangan.

Dia menjelaskan,  di negara - negara maju, pertanian merupakan sumber lapangan kerja bagi pemuda. Tantangan yang dihadapi pemuda untuk kemajuan pertanian yakni tidak adanya keterampilan, kemauan, dan pengetahuan yang rendah dalam pengolahan lahan.

"Saat ini, bertani itu tidak sulit dengan teknologi  sekarang, pertanian merupakan pekerjaan yang memberikan prospek yang cerah. Yang perlu dilakukan untuk menarik kemauan pemuda untuk menggeluti pertanian yakni,   pendapatan yang cukup dan   pengolahan lahan yang kreatif, " terangnya.

Selanjutnya Dr Jumaria Sirait MPd menyampaikan, etika berbahasa merupakan salah satu kekuatan dari suatu bangsa dan negara. Etika berbahasa mulai dari dini harus diterapkan.

Seperti yang tertuang di UUD 1945 pasal 36 ayat 1 yakni bahasa resmi adalah Bahasa Indonesia.

"Jadi bahasa itu adalah karakter. Di mana kita berbicara, disitulah kita menunjukkan etika. Bahasa menunjukkan identitas suatu bangsa," tuturnya.

Menurutnya, teori kesantunan bahasa ada  6 maksim yakni, maksim kebijaksanaan, penerimaan, kemurahan, keserdahanaan atau kerendahan hati, kecocokan dan simpatisan.

Dan di sesi penutup, Dr Meslin Silalahi menyampaikan, logika matematika dalam kehidupan sehari - hari harus dijalankan. Namun selama ini banyak orang  kurang mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari - hari. (E03/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru