Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

SMA Negeri 12 Medan Raih Juara 1 Sekolah Sehat di Medan

- Senin, 21 November 2016 21:08 WIB
867 view
SMA Negeri 12 Medan Raih Juara 1 Sekolah Sehat di Medan
Kepala SMA N 12 Drs J Tampubolon
Medan (SIB)- Sejak beberapa tahun terakhir, SMA Negeri 12 Medan dan siswa-siswanya banyak meraih prestasi di tingat lokal, provinsi dan  nasional bahkan di tingkat internasional.

Hal itu diungkapkan Kepala SMA N 12 Drs J Tampubolon  kepada wartawan di Medan, Jumat pekan lalu. Prestasi yang diraih itu bukan hanya di bidang perlombaan, tetapi juga peningkatan akreditasi dari B pada tahun 2010 menjadi akreditasi A pada tahun 2011. Sejak itu, SMA Negeri 12 yang berolakasi di kawasan Perumnas Helvetia itu sudah sejajar dengan SMA favorit lainnya seperti SMA N 1 dan SMA N 4 Medan. Selain peningkatan akreditasi pengembangan lingkungan sekolah juga meningkat signifikan.

"Ketika mulai memimpin sekolah ini pada tahun 2010 lalu, ruangan belajar di sini baru 19 lokal, kini telah bertambah menjadi 28 ruangan. Sementara jumlah komputer ketika itu hanya ada 6 unit, tapi kini telah lengkap satu lokal dan laboratorium bahasa yang sebelumnya tidak ada kini sudah tersedia dan digunakan para siswa," kata J Tampubolon.

Dikatakan, pada tahun 2013 sekolahnya telah meraih juara pertama untuk sekolah berwawasan lingkungan (adiwiyata) untuk Kota Medan dan pada tahun berikutnya 2014, berhasil meraih adiwiyata untuk tingkat nasional bersama empat sekolah lainnya di Medan.  Raihan sekolah-sekolah adiwiyata nasional ini menjadi salah satu poin untuk Kota Medan dalam meraih Adipura. Dan beberapa bulan lalu sekolah itu juga menjadi juara pertama untuk kategori Sekolah Sehat di Medan. SMA Negeri 12 telah menyisihkan ratusan sekolah yang ada di Medan untuk lingkungan sehat.

Menurut Tampubolon, prestasi yang diraihnya tak terlepas dari dukungan para guru dan  staf sekolah. "Para guru dan siswa bekerja sama mengembangkan sekolah menjadi nyaman dan hijau serta sehat. Di sekolah yang sehat para siswa kita akan lebih nyaman belajar," katanya.

Disebutkan, pihaknya juga berusaha menciptakan siswa yang berkarakter melalui penerapan kedisplinan dan  mengembangkan beragam ekstra kurikuler (ekskul). Para siswa bebas memilih kegiatan yang disukainya. Ada pramuka, futsal dan kegaiatan olahraga lainnya, pasukan pengibar bendera, seni theater dan paduan suara. Paduan Suara Clarabella, yang diasuh sekolah ini pada tahun 2015 lalu juga telah berhasil meraih juara internasional pada festival yang diselenggarakn di Penang. Malaysia dan diikuti sekitar 15 negara. "Paduan suara Clarabella itu memperoleh medali emas dalam festival itu," kata Tampubolon, yang dinilai konsisten mentaati segala keputusan pemerintah.

"Banyak hal yang kita rancang bersama teman-teman guru untuk memajukan sekolah ini," katanya.

Namun,  pengamat pendidikan Dr M Simanjutak melihat  upaya yang dilakukan guru senior Tampubulon itu sepertinya tidak mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan Medan, Faktanya, ada upaya untuk memindahkannya dari sekolah dengan mengeluarkan surat keputusan mutasi. Tetapi, katanya mutasi yang dilakukan pada 4 Oktober lalu bertentangan dengan peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 1 tahun 2016, yang memutuskan tidak boleh ada perubahan status pegawai selama transisi pengelelolan sekolah menengah atas dari pemerintahan kota/kabupaten ke pemerintahan provinsi. Artinya status fungsional guru tetap guru dan kepala sekolah tetap kepala sekolah. Keputusan BKN itu juga diperkuat Surat Edaran Mendagri No. 120/5935/SC dan Surat Edaran Gubsu No.500/117411/LKL/IV/2016 tanggal 14 Juli yang isinya mempertegas keputusan BKN, tentang tidak boleh ada perubahan status pegawai.

Seharusnya kata Simanjutak, Kepala Dinas Pendidikan Medan tetap konsisten menjalankan peraturan pemerintah tersebut. (A14/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru